
" Apa? Kau mencintaiku? Bagaimana bisa kamu mencintai suami sahabatmu sendiri Revi?" Bentak Nervan.
" Kenapa? Kenapa tidak bisa? Aku mencintaimu jauh sebelum Khanna mencintaimu Kak, Aku selalu ingin mendekatimu tapi kamu tidak pernah sedikitpun memberikan kesempatan itu, Kau tidak mau menatapku, Yang kau lihat selalu Khanna Khanna dan Khanna saja, Apa aku salah jika aku mencintaimu Kak? Aku membenci Khanna karena dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, Aku membenci Khanna karena dia telah merebutmu dariku." Teriak Revi.
" Kau salah telah mencintai suami orang Revi, Caramu untuk mendapatkan aku juga salah, Kau merusak hubungan rumah tangga orang lain, Aku tidak menyangka semua ini di lakukan oleh wanita terhormat sepertimu Rev.. Aku sangat kecewa padamu... Sangat... Jika sampai Khanna tidak memaafkan aku maka aku akan membencimu selamanya." Ucap Nervan dengan nada tinggi.
" Dan aku sangat yakin jika Khanna tidak akan mau memaafkan kesalahanmu kali ini Kak, Kau telah merendahkannya dengan menuduhnya berselingkuh darimu, Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka Khanna juga tidak boleh mendapatkanmu, Selamat untuk kesendirianmu." Ucap Revi menantang.
" Cinta sejati akan kembali dengan sendirinya, Aku hanya butuh usaha untuk meyakinkan Khanna dan menjelaskan kesalah pahaman ini, Dan kau akan tahu cinta kami akan semakin kuat setelah di terjang badai seperti ini." Sahut Nervan.
" Tunggu kehancuranmu Tuan Keenan, Kau salah telah bermain main dengan keluargaku." Ancam Nervan meninggalkan rumah Revi.
Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Papa Sakti. Hanya butuh waktu lima belas menit Nervan sampai di kediaman Papa Sakti. Ia segera masuk ke dalam rumah.
" Assalamu'alaikum." Ucap Nervan menghampiri keluarganya di ruang tamu.
Ya keluarga karena di sana sudah ada Papa Reno dan Mama Sarah, Papa Sakti dan Mama Alfi, Serta tak ketinggalan orang terhebat di kota ini Papa Shiv yang sedang berkumpul di ruang tamu.
Setelah menyalami semua orang Nervan duduk di sofa siap mengikuti sidang yang di gelar oleh Papa mertuanya.
" Katakan ada masalah apa dengan kalian hingga membuat Khanna melayangkan surat gugatan cerai kepadamu Van" Titah Papa Sakti.
" Nervan kembali menyakitinya Yah, Bahkan kali ini luka itu lebih dalam dari yang sebelumnya, Maafkan Nervan Yah." Jawab Nervan menundukkan kepalanya.
" Bisa kau ceritakan apa yang menyebabkanmu kembali mengulangi kebodohanmu ini? Kamu tidak mengindahkan ancaman Papa waktu itu?" Tanya Papa Shiv.
" Pa maafkan Nervan Pa, Nervan baru tahu ternyata ini jebakan dari Revi dan Keenan." Ucap Nervan.
" Revi? Sahabat Khanna?" Kali ini Papa Reno yang bertanya.
" Iya Pa." Sahut Nervan.
" Kenapa mereka menjebak Khanna? Apa mereka menyimpan dendam pada Khanna?" Tanya Papa Shiv.
" Iya Pa, Keenan mencintai Khanna dan ternyata selama ini Revi menyimpan cinta untukku." Sahut Nervan.
" Apa? Revi juga mencintaimu?" Pekik Mama Sarah.
" Iya Ma, Ternyata persahabatannya selama ini tidak tulus, Dia hanya berusaha untuk mendekatiku saja, Dia membenci Khanna karena telah berhasil mendapatkan aku lebih dulu." Ujar Nervan.
" Kenapa Revi begitu tega pada Khanna?" Lirih Mama Sarah.
" Sekarang ceritakan agar kami bisa membantu mengatasi masalahmu." Titah Papa Sakti.
Akhirnya Nervan menceritakan kejadian sekitar satu bulan yang lalu dimana Nervan mendapat pesan pesan serta foto foto Khanna dengan pria lain yang membuat hatinya cemburu, Dan saat acara ulang tahun Keenan dimana Nervan memergoki Khanna di dalam kamar hotel dengan seorang pria dengan keadaan yang begitu intim, Hingga kemarin Khanna di nyatakan hamil dan Nervan meragukannya sampai membuat Khanna pergi meninggalkannya.
__ADS_1
" Kamu tega pada putriku Van, Jika kamu sudah tidak mempercayainya setidaknya kembalikan dia padaku Van bukan membuatnya pergi seperti ini Hiks... Kedua anak anakku pergi meninggalkan aku karena dirimu... Kau kembali menghancurkan hidupku Hiks.. Khanna... Aroon.." Isak Mama Alfi dengan air mata mengalir deras pada pipinya.
" Ma maafkan aku.. Nervan hanya salah paham padanya Ma, Nervan akan meminta maaf pada Khanna, Nervan akan membawa kembali Khanna pulang Ma." Ucap Nervan.
Nervan berlutut di depan Mama Alfi menggenggam tangannya.
" Jangan menyentuhku! Mulai hari ini kau bukan siapa siapa ku lagi, Kita tidak ada hubungan apa apa lagi, Segera tanda tangani surat cerai itu jika pengacara sudah mengirimkannya padamu, Aku tidak sudi menyerahkan putriku pada pria brengsek sepertimu lagi." Ujar Mama Alfi.
" Maafkan aku Ma, Tapi ku mohon jangan ucapkan kata kata menyakitkan itu Ma, Ku mohon Hiks..." Ucap Nervan mengusap air matanya.
" Kata menyakitkan yang mana? Lebih menyakitkan mana? Kata kataku atau kata tuduhanmu terhadap putriku?" Tanya Mama Alfi.
Semua orang hanya diam saja, Kali ini kesalahan Nervan memang sudah tidak bisa termaafkan. Ia mudah terhasut oleh orang lain walaupun sebenarnya Nervan tidak teerlalu bersalah karena melihat berdasarkan bukti foto memang Khanna lah yang bersalah. Kesalahan Nervan tidak sampai di sini karena Ia bertindak sendiri tanpa memberitahu keluarganya.
" Maafkan Nervan Ma, Nervan salah... Maafkan Nervan." Ucap Nervan.
" Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Ceraikan Khanna itu akan lebih baik dari pada dia hidup bersamamu, Biarkan Khanna membesarkan anakmu dengan pria lain yang mampu membahagiakannya, Bahkan Richard sekali pun tidak pernah menyakiti hatinya atau berbuat kesalahan selama menjaga Khanna, Aku kecewa padamu, Aku menyesal telah mempercayakan Khanna padamu." Ujar Mama Alfi pergi meninggalkan mereka semua.
" Hiks... Ma... Mama." Teriak Nervan.
" Aku susul Alfi dulu." Ucap Mama Sarah menyusul Mama Alfi ke kamarnya.
Nervan beralih ke Papa Sakti. Ia berlutut di depan Papa Sakti sambil menggenggam tangannya.
" Yah ku mohon maafkan aku, Beri aku kesempatan untuk memperjuangkan Khanna kembali, Beri aku restumu Yah agar aku berhasil membawa Khanna kembali kepadaku." Ucap Nervan penuh harap.
" Iya Yah aku akan menunjukkan padanya jika aku sangat menyesalinya dan akan aku buat Kanna yakin dengan cinta yang aku miliki." Sahut Nervan.
" Jika Khanna mau kembali padamu jangan ulangi kesalahan fatal seperti ini lagi, Dan jika Khanna lebih memilih berpisah darimu maka jangan paksakan dia Van lepaskan dia dengan penuh keikhlasan karena Khanna berhak bahagia." Ujar Papa Shiv.
Deg ...
Hati Nervan terasa di sayat sembilu mendengar ucapan Papa Shiv. Apakah akan sesulit itu untuk mendapatkan hati Khanna kembali?
" Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Papa Reno.
Drt....Drt...
Sebelum Nervan menjawab pertanyaan Papanya, Ponsel Papa Sakti berdering.
" Video call dari Khanna." Ucap Papa Sakti.
" Angkat Sak." Sahut Papa Shiv.
Papa Sakti segera mengangkatnya.
__ADS_1
" Halo sayang." Sapa Papa Sakti di depan kamera.
" Assalamu'alaikum Pa." Ucap Khanna dengan senyum manisnya.
" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Papa Sakti.
"Gimana kabar Papa?" Tanya Khanna.
" Papa baik sayang, Nih Papa lagi ngumpul." Ucap Papa mengalihkan ke kamera belakang.
Papa Sakti memberi kode pada Nervan agar berdiri di belakangnya, Dengan begitu Nervan bisa melihat wajah Khanna.
" Ah Papa Shivvv, Khanna kangen." Pekik Khanna membuat Nervan tersenyum bisa melihat wajah cantiknya.
" Iya sayang Papa juga kangen, Kamu di mana sekarang?" Tanya Papa Shiv.
" Aku di B Pa." Sahut Khanna.
" Apa ada masalah sampai kamu ada di sana?" Tanya Papa Shiv pura pura belum mengetahui masalah yang di hadapi Khanna.
" Enggak Pa, Khan hanya ingin di sini saja, Bekerja keras mengumpulkan uang bersama Robi." Kilah Khanna.
" Uang suamimu banyak kenapa kamu harus repot repot kerja ngurusin cafe." Ucap Papa Shiv.
" Khan mau jadi wanita mandiri Pa." Sahut Khanna.
Saat mereka asyik mengobrol tiba tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan Khanna.
" Khanna aku datang." Ucap Pria itu.
" Richard." Ucap Khanna dengan bahagia membuat Nervan mengepalkan tangannya.
"Pa udah dulu ya Khan sedang ada tamu istimewa nih." Ucap Khanna.
" Tamu istimewa? Siapa?" Tanya Papa Shiv.
" Tamu istimewa di hatiku, Richard Roberto." Jawab Khanna mematikan sambungan teleponnya.
Khanna tidak bodoh mengapa Papa Sakti menggunakan kamera belakang untuk menyorot Papa Shiv, Ia yakin di depan ponsel Papa Sakti ada Nervan di sana. Ia tidak mau ambil pusing, Ia harus terlihat bahagia walau tanpa Nervan bukan?
Sedangkan Nervan tambah uring uringan, Ia seger pamit kepada orang tuanya untuk menjemput Khanna.
"Tunggu Mas sayang, Mas akan menjemputmu kembali." Batin Nervan.
TBC.....
__ADS_1
*Jangan lupa like vote koment dan hadiahnya ya..
Miss U All*...