
Pesawat yang Nervan tumpangi berhasil mendarat di Bandara AS di kota Y. Nervan menaiki taksi online untuk mengantarnya langsung ke Cafe KA yang ternyata letaknya tidak jauh dari sana, Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja. Sesampainya di sana, Nervan segera turun dari taksi lalu membayar ongkos sesuai tarif yang Driver minta.
Nervan menatap bangunan Cafe yang terlihat begitu menarik di mata pelanggan. Nervan masuk ke dalam, Suasana Cafe sedikit ramai karena saat ini memang hari sudah sore. Nervan mencari meja kosong di pojokan.
" Maaf Mas mau pesan apa?" Tanya waitres. Nervan membaca buku menu yang ada di atas meja.
" Coffe latte sama potatto aja Mbak." Sahut Nervan.
" Baik Mas.. Mohon di tunggu sebentar." Ujar Waitres meninggalkan Nervan.
Nervan mengedarkan pandangannya berharap bisa melihat Khanna melintas di sana. Nervan ingin memastikan apakah benar ini Cafe Khanna atau bukan. Tak selang beberapa lama, Waitres membawa pesanannya.
" Ini pesanannya Mas... Selamat menikmati." Ucap Waitres.
" Mbak bolehkah saya bertanya tanya tentang Cafe ini?." Ucap Nervan.
" Untuk apa ya Mas?" Tanya Waitres.
" Saya seorang Utuber, Saya ingin membuat konten tentang Cafe ini, Tenang saja saya akan memberikan tips yang banyak jika kamu mau memberi informasi seputar Cafe ini." Ujar Nervan.
Sang waitres menatap ke arah Nervan seperti sedang memastikan sesuatu. Nervan meletakkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan di atas meja membuat Waitres tersebut berbinar senang, Ia langsung mengambil uang tersebut lalu memasukkannya ke dalam saku seragamnya.
" Baiklah Mas saya akan memberi info tapi jangan bilang kalau saya yang ngasih tahu Mas, Karna entah kenapa Cafe ini di lindungi dari liputan media, Apa yang ingin anda tanyakan?" Ujar Waitres.
" Di lindungi dari liputan media karna adek sedang sembunyi dari Mas." Batin Nervan.
" Pertama tama saya ingin tahu siapa pemilik Cafe ini?" Tanya Nervan.
" E.... Pemilik Cafe ini Mas Richard." Sahut Waitres.
" Richard???? Nama panjangnya?" Tanya Nervan memastikan.
" Richard Alberto." Sahut Waitres.
" Kenapa nama Cafenya KA bukan RA?" Tanya Nervan.
" Itu nama calon istri Mas Richard.... Mbak Khanna, Mungkin gabungan dari nama Mbak Khanna dan Mas Alberto." Ujar Waitres.
" Apa Mbak Khanna yang kamu maksud sering ke sini?" Selidik Nervan.
" Kenapa anda menanyakan itu Mas? Bukankah itu pertanyaan yang tidak penting?" Tanya waitres curiga.
" Maaf maaf hanya untuk memastikan saja, Kalau kamu mau memberi tahu aku bisa menambahkan uang tipsnya." Ujar Nervan menyodorkan dua lembar uang lagi.
" Mbak Khanna kesini setiap malam Mas, Nanti malam jadwalnya Mbak Khanna mengecek barang." Ucap waitres.
" Kenapa dia yang ngecek barang?" Tanya Nervan.
" Mbak Khanna yang mengelola Cafe ini Mas, Kalau begitu saya permisi Mas, Ingat jangan bilang siapa siapa,Terima kasih tips nya." Ujar waitres.
" Sama sama Mbak." Sahut Nervan.
"Akhirnya Mas menemukanmu sayang.... Tunggu Mas nanti malam." Ujar Nervan dalam hatinya.
Nervan meminum kopinya yang sudah mulai dingin, Ia memakan kentang sambil menatap ke luar jendela. Sebuah mobil berhenti di area parkir khusus. Nervan menatap seseorang yang turun dari mobil, Kaki jenjang putih dengan memakai highless, Hingga tubuh ramping dengan rambut di kucir.
Deg......
Jantung Nervan berdetak dengan kencang kala melihat pujaan hatinya keluar dari mobil, Lalu berjalan ke arah pintu masuk Cafe. Senyum mengembang di bibirnya.
" Khan." Panggil Richard menghampiri Khanna.
__ADS_1
Khanna menghentikan langkahnya, Mereka berdua sedikit berbincang.
Senyum Nervan yang semula manis kini berubah menjadi senyum masam kala melihat kedekatan Khanna dan Richard, Tangannya mengepal erat menahan gemuruh di dadanya. Istri yang di cintainya ternyata kabur dengan pria lain. Khanna berpisah dengan Richard, Ia masuk ke dalam Cafe menuju ruangannya. Nervan segera mengikutinya dari belakang, Kebetulan karyawan Cafe lagi pada sibuk sehingga tidak ada yang melihat Nervan mengikuti Khanna.
Saat Khanna hendak menutup pintu ruangannya, Nervan mendorong pelan pintu itu.
" Apa apaan ini." Bentak Khanna.
Nervan segera mengunci pintunya,
" Hei siapa kamu? Jangan kurang ajar ya." Teriak Khanna.
Nervan membalikkan badannya menatap Khanna yang sedang melongo sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Khanna membalikkan badannya memunggungi Nervan. Nervan memeluknya dari belakang.
" Lepas... Minggir lepaskan aku." Berontak Khanna.
" Mas tidak akan pernah melepaskan Adek lagi, Mas tidak mau kehilangan Adek lagi, Maafkan Mas sayang... Mas terpaksa melakukan sandiwara di depanmu atas ancaman orang lain sayang... Mas tidak benar benar menikahi Safita, Hanya kamu yang Mas cintai, Hanya kamu istri Mas satu satunya sayang... Mas terpaksa menyakitimu demi keselamatanmu." Ujar Nervan menempelkan dagunya pada bahu Khanna.
" Minggir lepaskan aku, Aku bukan istrimu lagi.. Lepas..." Teriak Khanna.
Nervan melepas pelukannya, Ia membalikkan paksa badan Khanna, Nervan langsung mengecup bibir Khanna membuat Khanna melongo dengan sedikit membuka mulutnya, Nervan tidak menyia nyiakan kesempatan itu, Ia segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Khanna. Nervan menahan tengkuk Khanna memperdalam ciumannya. Khanna memukul mukul dada Nervan tapi tidak membuat Nervan terpengaruh. Di rasa keduanya telah kehabisan nafas, Nervan melepas pagutannya.
Plak......
Tamparan keras mendarat pada pipi lebam Nervan. Khanna mengusap kasar bibirnya...
" Jangan pernah samakan aku dengan para J*langmu." Bentak Khanna.
" Maafkan Mas sayang.... Mas tidak bermaksud menyamakanmu dengan mereka, Mas kangen dengamu sayang, Mas tidak bisa menahan diri, Lagian kita suami istri jadi apapun yang kita lakukan bukan sebuah dosa." Ujar Nervan.
" Aku sudah menceraikanmu." Sahut Khanna.
" Aku tidak sudi menjadi istrimu lagi, Sekarang pergilah jangan ganggu hidupku lagi, Aku sudah bahagia di sini." Usir Khanna.
" Tapi Mas tidak bahagia sayang.... Mas begitu tersiksa jauh darimu, Maafkan Mas... Kembalilah pada Mas sayang...." Ucap Nervan.
" Bukankah kau sudah mendapatkan orang yang kamu cintai? Lalu apa artinya aku di sisihmu? Ku mohon jangan bohongi aku lagi, Kita berpisah dengan damai saja, Aku tidak mempermasalahkan atas apa yang sudah kau lakukan padaku, Sekarang ku mohon pergilah!." Usir Khanna.
" Hanya Adek yang Mas cintai." Ucap Nervan mengenggam tangan Khanna. Khanna memutar bola matanya malas.
" Dengarkan penjelasan Mas sayang...." Sambung Nervan.
" Apapun yang akan kamu jelaskan tidak akan mengubah keputusanku Mas, Aku akan tetap meminta cerai darimu, Sekarang pergilah..." Ucap Khanna menarik tangannya.
" Sayang Mas sangat mencintaimu sayang...." Ucap Nervan.
" Kamu bohong Mas.... Sekali pembohong selamanya akan menjadi pembohong.... Kamu bilang mencintaiku itu salah satu dari sandiwaramu, Kamu sudah berhasil bukan menjalankan rencanamu? Lalu mengapa kamu mencariku hah? Pulanglah Safita sudah menunggumu." Ujar Khanna.
" Aku tidak ada hubungan apapun dengan Safita, Aku hanya....
" Cukup.... Cukup Mas... Jangan mengumbar kebohongan lagi aku tidak mau mendengarnya." Teriak Khanna memotong ucapan Nervan sambil menutupi kedua telinganya. Ia mencoba sekuat mungkin agar tidak mengeluarkan air matanya.
" Hiks.... Maafkan Mas sayang... Rencana yang kamu dengar itu memang benar, Tapi ungkapan Mas mencintaimu itu juga benar sayang.... Dengarkan Mas beri Mas kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Ujar Nervan.
" Aku tidak punya banyak waktu... Sekarang pergilah.... Aku tidak mau mendengar penjelasanmu... Pergi... Aku bilang pergi sekarang... Pergi...." Teriak Khanna.
" Apa kamu benar benar menginginkan Mas pergi?" Tanya Nervan menatap Khanna.
" Sangat." Jawab Khanna singkat.
" Sayang.... Apa di hatimu sudah tidak ada cinta untuk Mas lagi?" Tanya Nervan.
__ADS_1
" Tidak... Rasa itu sudah mati bersama pengkhianatan yang kamu lakukan padaku." Sahut Khanna.
" Mas tidak pernah mengkhianatimu sayang.... Mas melakukan itu karena Mas di ancam seseorang, Dia akan menghabisimu jika Mas tidak mengikuti rencananya... Dan Adek tahu orang itu suruhan siapa?..." Tanya Netvan, khanna tidak bergeming. Ia acuh saja.
" Orang itu suruhan Bang Aroon Dek... Bang Aroon sengaja membayar orang untuk menjalankan rencananya... Yang jelas Mas adalah korban di sini, Maafkan kebodohan Mas yang sudah menyakitimu... Mas dan Safita hanya pura pura menikah sayang.... Hiks... Mas menyesali semuanya... Mas menyesal sayang. Maafkan Mas." Ujar Nervan di sela isakannya.
" Jangan pernah menuduh Kak Aroon dengan tuduhan keji seperti itu, Aku tidak terima... Sekarang pergilah jangan sesali apa yang sudah terjadi, Segera tanda tangani surat gugatan ceraiku karna aku akan segera menikah dengan Richard." Ujar Khanna menahan sesak di dadanya.
" Kamu mau menikahi Richard? Bukankah kamu tidak mencintainya?" Selidik Nervan.
" Aku tidak butuh cinta jika berakhir menderita, Lebih baik di cintai dari pada mencintai, Richard tidak pernah menyakitiku, Dia hanya di jebak seseorang hingga dia harus meninggalkanku di saat pernikahan kami." Ujar Khanna.
" Ya... Bang Aroon lah yang sudah menjebaknya." Sahut Nervan.
" Berhenti menuduh Kakakku." Bentak Khanna.
" Sekarang pergilah dari sini, Aku tidak mau melihat wajahmu lagi, Aku tidak peduli siapa yang salah di sini, Yang jelas aku sudah tidak mencintaimu lagi.... Aku ingin bercerai darimu, Jika kau memang mencintaiku buktikan...." Ujar Khanna.
" Mas akan membuktikannya." Sahut Nervan.
" Buktikan dengan menandatangani surat cerai itu." Ucap Khanna.
Jederrrrrrrr
Bagai di sambar petir, Tubuh Nervan menjadi kaku, Apakah tidak ada kesempatan untuknya? Apakah Khanna benar benar sudah tidak mencintainya lagi?
" Pergilah dari sini, Sampai ketemu di pengadilan, Berbahagialah seperti aku bahagia tanpamu." Ujar Khanna.
" Baiklah sayang Mas pergi dulu...." Ucap Nervan.
Nervan berjalan keluar, Khanna segera menutup dan mengunci pintunya. Tubuhnya luruh ke lantai begitu saja.
" Hiks.... Hiks.... Kenapa kita harus bertemu lagi di saat aku mulai melupakanmu Mas.... Rasa sakit yang kau torehkan tidak mudah untuk aku obati... Aku tidak mau termakan bujuk rayumu lagi... Aku yakin kamu merencanakan sesuatu yang lainnya... Aku sudah tidak bisa percaya padamu lagi... Pergilah sejauh mungkin... Aku tidak mau melihat dirimu lagi....." Monolog Khanna.
Nervan berjalan tanpa arah, Ia terus berjalan dengan pikiran yang melayang entah kemana. Rasa penyesalan kembali menyeruak di dalam hatinya.
" Baiklah jika memang ini keputusanmu... Mas akan pergi menjauh darimu Dek... Mas akan pergi sejauh mungkin agar kita tidak bisa bertemu lagi.... Maafkan Mas... Mas mencintaimu." Ujar Nervan dalam hati.
Tanpa Nervan sadari ternyata sebuah mobil melaju dengan ugal ugalan.. Dan....
"Awassssss" Teriakan orang orang di sekitar.
Saat Nervan menoleh ke belakang tiba tiba...
Brakkkk.....
Tubuh Nervan terpental beberapa meter.
Brugh......
Tubuh Nervan mendarat sempurna di aspalan jalan raya. Mulutnya memutahkan darah segar....
Mas tunggu Adek di pintu syurga
Nervan menutup matanya..
TBC.......
Para readers kubu siapa nih? Nervan Khanna apa Richard Khanna...
Jangan lupa like dan komentnya ya....
__ADS_1