Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Kegagalan Lili


__ADS_3

Malam ini Nervan hendak menghadiri jamuan makan malam salah satu koleganya. Ia sedang bersiap memakai jasnya di bantu oleh Khanna.


" Sayang, Adek ikut ya." Ujar Nervan menangkup wajah Khanna.


" Enggak mau ah Mas, Aku mau istirahat aja di rumah Mas." Sahut Khanna.


" Baiklah sayang, Mas berangkat dulu ya." Ujar Nervan mencium kening Khanna.


" Hati hati Mas." Ucap Khanna.


" Iya sayang." Sahut Nervan.


Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Tiba tiba di tengah jalan ada seseorang yang menyebrang dengan sembarangan.


Brakkk


Ckittttttttt


Nervan mendadak menginjak remnya. Ia turun dari mobilnya menghampiri seseorang yang tengkurap di depan mobilnya akibat ketabrak olehnya.


" Mas bangun." Ucap Nervan membungkukkan badannya. Tiba tiba...


Bugh....


" Awh..." Nervan memegang tengkuknya yang di pukul oleh seseorang. Seketika pandangannya kabur dan...


Brugh...


Tubuh Nervan roboh ke aspalan. Semuanya menjadi gelap dan Nervan kehilangan kesadarannya.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam tetapi Nervan belum pulang juga, Khanna merasa cemas Ia mondar mandir di dalam kamarnya.


" Kamu kemana Mas... Kenapa sampai sekarang belum pulang sih." Monolig Khanna.


Khanna mengambil ponselnya. Ia mencari kontak Papa Shiv lalu meneleponnya.


" Halo sayang." Sapa Papa Shiv di sebrang sana.


" Halo Pa, Pa tolong lacak dimana Mas Nervan sekarang, Dia belum kembali dari perjamuan makan malam bersama koleganya Pa." Ujar Khanna to the point.


" Baiklah sayang Papa akan menyuruh seseorang untuk melacaknya." Sahut Papa Shiv.


" Khan tunggu lima menit Pa." Ucap Khanna mematikan sambungan teleponnya.


Nyatanya hampir dua puluh menit Khanna menunggu belum ada kabar dari Papa Shiv. Terdengar deru mobil di halaman rumah Khanna. Khanna mengintipnya lewat jendela kamarnya. Mobil Papa Shiv, Khanna segera turun ke bawah menghampiri Papa Shiv.


" Gimana Pa?" Tanya Khanna yang berdiri di samping mobil Papa Shiv.


" Masuk Khan, Ikutlah dengan Papa kita akan menghampiri suamimu." Ujar Papa Shiv.


Tanpa banyak bertanya Khanna masuk ke dalam mobil Papa Shiv.


" Apa yang sebenarnya terjadi Pa? Kita mau kemana?" Tanya Khanna memasang sealtbeltnya.


" Hotel." Sahut Papa Shiv singkat.


" Hotel?" Tanya Khanna memastikan.


" Ya... Nervan berada di salah satu kamar hotel dengan seorang wanita." Sahut Papa Shiv.


Jeduarrrrr


Bagai tersambar petir tanpa kehujanan. Tubuh Khanna membeku mendengar ucapan Papa Shiv. Apakah suaminya mengkhianatinya? Kenapa Nervan melakukan kesalahan fatal seperti ini? Pikir Khanna.


" Hiks.... Apa Mas Nervan mengkhianatiku Pa? Kenapa dia berada di hotel bersama wanita lain Pa? Katakan Pa?" Tanya Khanna menatap Papa Shiv yang sedang mengemudikan mobilnya.


" Tenanglah sayang nanti kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, Papa rasa suamimu hanya di jebak saja." Sahut Papa Shiv.


" Semoga saja Pa, Tapi kalau ketahuan dia benar benar selingkuh Khan tidak akan mengampuninya." Sahut Khanna.

__ADS_1


Papa Shiv melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju hotel yang di kabarkan oleh anak buahnya. Sedangkan di dalam salah satu kamar di hotel xx. Nervan mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar.


" Hotel???? Kenapa aku ada di sini? Tangan siapa ini?" Batin Nervan.


Nervan menoleh ke samping mencari tahu siapa pemilik tangan yang sedang memeluknya. Ia merapikan anak rambut itu supaya mempermudah dirinya mengenali wanita itu. Tanpa Nervan sadari Khanna sudah berdiri di depan pintu.


" Tega kamu Mas." Ucap Khanna lantang.


Nervan menoleh ke arah suara, Tubuhnya membeku menatap Khanna yang sudah berurai air mata.


" Sa... Sayang." Ucap Nervan.


Nervan mendorong wanita yang memeluknya membuatnya kaget.


" Nervan kenapa kau kasar sekali? Padahal tadi perlakuanmu begitu lembut padaku." Ujar wanita itu.


Hati Khanna begitu sakit, Ia tidak ingin mempercayai apa yang ada di depan matanya begitu saja, Tapi melihat pakaian yang berserakan di lantai, Dan melihat Nervan yang hanya menggunakan boxernya saja Ia menjadi ragu dengan hatinya. Apakah Ia harus percaya dengan mata atau dengan hatinya?


Lili duduk di atas ranjang sambil melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya.


" Lili?" Gumam Khanna.


" Kenapa kau berada di sini Lili?" Tanya Nervan menatap Lili dengan tatapan nyalang.


" Apa kau lupa kalau kau sendiri yang mengajakku ke sini? Bahkan beberapa jam yang lalu kita baru menghabiskan waktu bersama sayang." Sahut Lili.


" Apa maksud ucapanmu Lili? Kau pasti sudah menjebakku." Bentak Nervan.


Nervan menoleh ke arah Khanna yang masih berdiri mematung di tempatnya.


" Sayang percayalah pada Mas, Mas tidak tahu kenapa Mas bisa berada di sini sayang, Percayalah Mas tidak melakukan apapun apalagi mengkhianati cinta kita sayang." Ucap Nervan menghampiri Khanna.


" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu." Tekan Khanna saat Nervan hendak menggenggam tangan Khanna.


" Sa...yang.... Adek tidak percaya pada Mas? Adek meragukan cinta Mas?" Tanya Nervan tampak kecewa karena Khanna tidak mempercayainya.


Inikah yang Khanna rasakan saat dulu Nervan tidak mempercayainya? Nervan segera memakai pakaiannya kembali. Sedangkan Khanna berjalan menghampiri Lili.


" Aku tidak jadi kembali karna Nervan menahanku." Sahut Lili.


" Menahanmu? Untuk apa Nervan menahanmu?" Tanya Khanna.


" Untuk menepati janjinya padaku, Dia akan menjadikan aku istri keduanya maka dari itu dia minta DPnya, Dia bilang kau sudah tidak menarik lagi." Jawab Lili.


" Berhenti berbicara omong kosong Lili! Aku tidak pernah mengatakan apa apa padamu." Bentak Nervan.


" Apa kau lupa bahkan kau meneleponku untuk menemuimu di sini?" Tanya Lili tidak terima.


Lili membuka ponselnya lalu Ia memperlihatkan panggilan telepon dan isi chat dari nomer Nervan kepada Khanna.


" Kau sudah tahu bukan kelakuan suamimu." Ucap Lili.


Khanna membuka pesan yang di kirim nomer Nervan.


Lili temui aku di hotel xx di kamar xx, Jangan beritahu siapapun jika saat ini kita sedang berhubungan, Aku akan menghapus setiap chat kita supaya Khanna tidak tahu, Aku merindukanmu sayang


Deg...


Jantung Khanna terasa bertalu talu, Ia menatap tajam ke arah Nervan. Nervan hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Apa kau yakin Nervan melakukan sesuatu padamu?" Tanya Khanna.


" Kenapa kamu bertanya lagi? Jelas jelas kamu lihat sendiri bukan keadaanku yang seperti ini?" Lili balik bertanya.


" Aku mau Nervan bertanggung jawab atas apa yang Ia lakukan padaku." Sambung Lili.


" Tidak tahu malu! Walaupun aku melihatmu dengan keadaan seperti ini tapi aku tidak melihat sisa sisa bercinta kalian? Nervan tidak akan mengampunimu jika dia benar benar melakukan sesuatu padamu." Ucap Khanna.


" Apa maksudmu?" Tanya Lili.

__ADS_1


" Kau pasri tahu betul maksudku jika kau sudah merasakan kebuasan Nervan di atas ranjang, Jika kau tidak tahu berarti Nervan tidak melakukan apa apa denganmu, Apa kau pikir jebakan seperti ini mampu meretakkan rumah tanggaku? Kau salah Lili.... Hal seperti ini sudah biasa terjadi jadi kami akan menganggapnya angin lalu atau hanya sekedar sampah belaka." Tegas Khanna.


Lili mengepalkan tangannya. Rupanya rencananya kurang matang hingga harus mengalami kegagalan.


" Kalau tahu begini tadi aku bercint* dulu dengan yang lainnya, Sial." Umpat Lili dalam hati.


" Pak masuk." Ucap Khanna.


Tap tap tap


Beberapa polisi masuk ke dalam kamar mereka, Lili membulatkan matanya sambil membuka mulutnya.


" Apa apaan ini." Bentak Lili.


" Segera pakai bajumu! Atau kau mau polisi menggelandangmu tanpa memakai baju?" Sinis Khanna.


Karena malu Lili memunguti bajunya lalu Ia masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai Ia pun kembali keluar dimana semua mata tajam sedang menatap ke arahnya.


" Bawa dia Pak da jangan biarkan dia lolos dari hukumannya karena berani mengusik rumah tanggaku, Semua bukti akan di bawa oleh pengacara Papa Shiv." Ucap Khanna.


" Baik Nona." Sahut salah satu Polisi.


" Mari Nona ikut dengan kami." Ucap Polisi pada Lili.


" Tidak mau aku tidak bersalah, Aku korban di sini." Teriak Lili.


Polisi memborgol tangan Lili lalu menggelandangnya keluar kamar hotel. Lili terus berteriak tidak terima atas penangkapannya.


"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah, Nervan kau harus tanggung jawab denganku, Nervan lepaskan aku, Khanna percayalah padaku jika Nervan tidak sebaik yang kau kira.. Khanna..." Teriak Lili.


Setelah kepergian Polisi, Khanna berjalan keluar tanpa menghiraukan Nervan.


" Sayang." Nervan mengejar Khanna. Khanna tidak bergeming Ia masih kesal karena tubuh Nervan sudah tersentuh wanita lain.


" Sayang tunggu Mas donk! Jangan di tinggalin nanti di embat orang lhoh." Ucap Nervan.


Khanna menghentikan langkahnya, Ia berbalik menatap tajam ke arah Nervan.


" Di embat orang? Kalau ada yang mau dengan senang hati aku akan memberikannya." Ucap Khanna.


" Jangan donk sayang, Biarpun begini Mas tidak ada duanya lhoh." Ujar Nervan.


" Iya ku akui memang kamu tidak ada duanya... Bodohnya." Sahut Khanna melanjutkan langkahnya.


" Sayang tunggu aku, Aku akan menjelaskan semuanya tanpa terlewat." Ujar Nervan.


Khanna masuk ke dalam mobil Papa Shiv. Ia duduk di sebelah kursi kemudi. Papa Shiv segera melajukan mobilnya meninggalkan Nervan yang sedang mengejarnya.


" Kamu hebat sayang, Kamu mampu membasmi para tikus tikus dekil itu." Puji Papa Shiv.


" Kan anak Papa." Sahut Khanna.


" Kamu marah sama Nervan? Apa kamu nggak kasihan tuh lihat Nervan ngejar mobil kita?" Tanya Papa Shiv.


" Sedikit kesel aja Pa, Biar tahu rasa rasanya tidak di percaya Pa." Sahut Khanna.


" Kasihan lhoh dianya, Dia butuh dukungan sayang bukan diabaikan gini." Ujar Papa Shiv.


" Taulah Pa, Khan hanya kesal aja Khan jadi ingat saat ada yang menjebak Khan waktu itu, Bahkan Mas Nervan sama sekali tidak percaya pada Khan, Ia justru menghakimi Khan." Ujar Khanna.


" Ya udah kamu yang sabar aja, Jangan banyak pikiran kasihan nanti debaynya, Yang jelas kamu sudah tahu kebenarannya jika Nervan di jebak, Mau pulang kemana?" Tanya Papa Shiv.


" Ke rumah aja Pa Khan capek mau istirahat." Sahut Khanna.


" Baiklah." Ucap Papa Shiv terus melajukan mobilnya ke kediaman Khanna.


TBC .....


Jangan lupa like dan komentnya ya...

__ADS_1


Makasih atas suport yang kalian berikan


Miss U All


__ADS_2