
"Maaf Mas kita tidak bisa bersama lagi." Ucap Khanna.
" Apa maksudmu sayang?" Tanya Nervan menatap tajam ke arah Khanna.
" Kita harus berpisah Mas, Aku tidak mau kehilangan Kak Aroon, Aku nggak mau Kak Aroon membenciku karna aku menerimamu sebagai suamiku." Ujar Khanna.
" Sayang.... Kita sudah menikah, Sudah sepantasnya kamu menerimaku sebagai suamimu, Itu kewajibanmu." Ucap Nervan.
" Tapi aku nggak mau Kak Aroon membenciku sama seperti dia membencimu Mas, Aku tidak mau kehilangan Kakak yang paling aku sayang." Sahut Khanna keras kepala.
" Apa kamu mau kehilangan suami yang kamu cintai? Apa kamu mau anak kita lahir tanpa seorang ayah?" Tanya Nervan menatap Khanna, Sedangkan Khanna membuang muka.
" Kalau hanya karna Bang Aroon tidak merestui kita, Seharusnya kita hadapi sama sama sayang, Kita akan berjuang mendapatkan restu Bang Aroon bersama, Bukan malah berpisah, Perceraian bukanlah jalan keluarnya sayang apalagi kita saling mencintai.... Ku mohon berjuanglah bersamaku mempertahankan pernikahan kita." Ujar Nervan lembut memberi pengertian kepada istrinya.
" Bukankah kamu sendiri yang memintaku untuk tidak meninggalkanmu?" Tanya Nervan. Khanna menganggukkan kepalanya.
" Berjuanglah bersama karna jika hanya aku yang berjuang sendirian tidak akan berhasil sayang... Maukan Adek berjuang bersama Mas mempertahankan pernikahan kita?" Tanya Nervan menatap Khanna.
Khanna menatap Nervan mencoba mencari kekuatan di sana. Saat ini Khanna dalam kondisi bingung dan lemah karna Ia harus memilih antara suami dan Kakak kandung.
" Adek sayang..." Ucap Nervan menangkup wajah Khanna.
" Suatu saat pun Adek pasti akan kehilangan Bang Aroon." Ucap Nervan lembut.
" Apa maksudmu Mas?" Tanya Khanna.
" Suatu hari nanti Bang Aroon akan memiliki keluarga sendiri, Setelah menikah Bang Aroon pasti sibuk mengurus keluarga kecilnya, Bang Aroon tidak mungkin terus terusan bersamamu kan? Buktinya selama ini Bang Aroon lebih banyak di tempat Papa Shiv di banding berada di tempat Ayah." Ujar Nervan memberi pengertian.
" Jadi Mas harap jangan minta pisah dari Mas, Mas nggak sanggup berpisah darimu, Mas tidak mau kehilanganmu sayang.... Mas mohon jangan pernah pergi meninggalkan Mas, Kita harus berjuang bersama sama untuk mendapat restu Bang Aroon, Apa kamu mengerti?" Tanya Nervan.
" Iya Mas aku mengerti, Maafkan aku." Ucap Khanna memeluk tubuh Nervan.
" Selalu beri kekuatan untukku agar aku tidak goyah Mas, Aku butuh dukunganmu di sisiku." Ucap Khanna.
" Selalu sayang." Sahut Nervan.
Nervan menciumi pucuk kepala Khanna melampiaskan rasa bahagianya. Hatinya begitu bahagia mengetahui semua kebenaran dari Khanna. Nervan melepas pelukannya, Ia menangkup wajah Khanna membuat Khanna menatap ke arahnya.
Cup...
Nervan mengecup bibir Khanna, Khanna memejamkan matanya, Nervan menggigit bibir bawah Khanna membuat Khanna membuka sedikit mulutnya. Nervan menyusupkan lidahnya, Mereka saling membelitkan lidah satu sama lain, Nervan mel*mat lembut bibir Khanna. Untuk beberapa saat mereka menikmati sensasi yang luar biasa yang baru akhir akhir ini mereka rasakan, Hingga keduanya kehabisan nafas Nervan segera melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Khanna dengan jempolnya.
" I Love U sayang..." Ungkap Nervan menatap Khanna.
" Love U too Mas." Sahut Khanna memeluk Nervan menyembunyikan wajahnya ke dada suaminya.
" Hei... Coba Mas lihat wajahnya dulu." Ucap Nervan.
" Nggak mau." Sahut Khanna.
" Kenapa? Mas pengin lihat wajah cantik yang barusan mengungkapkan cinta pada Mas." Goda Nervan.
" Enggak mau." Ucap Khanna.
__ADS_1
" Adek sayang.... Coba lihat donk." Ujar Nervan.
" Adek marah nih kalau Mas goda terus." Ancam Khanna.
" Cie.... Adek nih ye...." Goda Nervan.
" Awh sakit sayang..." Ucap Nervan mengaduh saat Khanna mencubit perutnya.
" Makanya jangan rese' ih..." Sahut Khanna masih dalam pelukan Nervan.
" Iya sayang maaf.." Ujar Nervan menciumi pucuk kepala Khanna.
" Mas sangat bahagia sayang akhirnya Adek mau membalas cinta Mas, Mas nggak pernah menyangka jika Adek punya perasaan yang sama dengan Mas, Tapi kenapa Adek mau menikah sama Richard?" Tanya Nervan melepas pelukannya. Ia menatap Khanna menanti jawaban apa yang akan Khanna berikan kepadanya.
" Sayang... Jawab pertanyaan Mas... Kenapa palah mau menikah sama Richard? Kenapa nggak sama Mas aja dari awal hmmm?" Tanya Nervan lembut.
" Emmmm.... Emmmm." Gumam Khanna gugup.
" Bicaralah Mas akan mendengarkannya, Apapun kenyataannya Mas akan menerimanya." Ujar Nervan.
" Sebenarnya.... Sebenarnya..." Ucap Khanna ragu ragu.
" Sebenarnya kenapa? Katakan sayang... Jangan buat Mas penasaran." Tanya Nervan.
" Sebenarnya semua itu aku lakukan hanya untuk pelampiasan saja, Sebenarnya aku nggak suka sama dia." Jawab Khanna.
" Pelampiasan?" Tanya Nervan.
" Suka nih ye sama Mamas ganteng." Goda Nervan menaik turunkan alisnya.
" Apasih Mas kamu godain aku mulu bikin males." Kesal Khanna.
Khanna turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi, Mau tidur lagi pun nanggung bentar lagi pagi. Nervan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
Setelah beberapa lama Khanna membuka pintu kamar mandi, Ia menongolkan kepala pada daun pintu.
" Massss." Panggil Khanna.
" Iya sayang." Sahut Nervan menghampiri Khanna.
" Ada apa hmmm?" Tanya Nervan menatap Khanna yang hanya kepalanya saja yang keliatan.
" Bisa kamu keluar sebentar?" Ucap Khanna.
" Emang kenapa sayang?" Tanya Nervan pura pura tidak tahu, Padahal Ia tahu kalau Khanna malu karna hanya memakai handuk saja.
" Aku mau ganti." Ucap Khanna.
" Oh mau ganti.... Ya tinggal ganti aja sayang, Gitu aja bingung suruh Mas keluar segala." Ujar Nervan.
" Kamu emang nyebelin Mas." Cebik Khanna.
Khanna keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja yang menutupi sebagian tubuhnya saja. Nervan menelan salivanya dengan kasar, Niat dia yang mau menggoda Khanna sekrang palah sebaliknya dia yang tergoda. Khanna berjalan melewati Nervan menuju ruang ganti. Nervan segera mengikutinya. Saat Khanna membuka lemari tiba tiba....
__ADS_1
Hap...
Nervan memeluk tubuhnya dari belakang.
" Awh..." Pekik Khanna kaget.
" Awas Mas aku mau ganti." Ucap Khanna.
" Adek sengaja menggoda Mas?" Tanya Nervan menyusupkan wajahnya ke leher Khanna.
" Apasih Mas, Siapa juga yang menggoda kamu, Kamunya aja yang ganpang tergoda." Cebik Khanna.
" Mas hanya tergoda oleh dirimu saja sayang." Ujar Nervan menggigit kecil leher Khanna.
" Ssss Masss." Desis Khanna.
" Kenapa sayang?" Tanya Nervan.
" Jangan gini Mas... Aku kedinginan." Ujar Khanna.
" Mas akan menghangatkannya sayang." Ucap Nervan.
" Nggak mau ah minggir aku dingin Mas." Kesal Khanna.
" Kamu menyiksa Mas sayang... Lihat nih udah tegang." Ujar Nervan menuntun tangan Khanna menyentuh Otongnnya.
" Mas.... Mesum kamu." Pekik Khanna.
" Sayang.... Mau ya...." Ucap Nervan memelas.
" Nggak mau ah minggir, Udah pagi juga." Sahut Khanna.
" Sebentar saja hmmm" Ucap Nervan.
" Besok aja ya..." Tawar Khanna.
" Kalau Adek nggak mau Mas cari yang lain nih." Ancam Nervan membuat Khanna melongo.
" Tidak.... Tidak boleh.... Aku nggak rela ya Mas mau main sama yang lainnya." Ucap Khanna membuat Nervan tersenyum penuh kemenangan.
" Mau ya...." Ujar Nervan.
Khanna menganggukkan kepalanya, Nervan menggendong Khanna menuju ranjang, Ia membuka handuk Khanna lalu membuangnya sembarangan, Nervan segera menindih tubuh p*los Khanna. Nervan mencium bibir Khanna dengan lembut. Lama kelamaan ciuman itu menjadi ciuman panas. Nervan menguasai tubuh istrinya, Ia memainkan permainan dengan lembut di iringi suara des*han dan er*ngan yang merdu memenuhi ruang kamat mereka. Pagi ini Nervan memberikan sensasi yang luar biasa kepada Khanna. Nervan tiada henti hentinya memuja tubuh sang istri. Yang di bilang sebentar ternyata lebih dari dua jam karna Nervan selalu mengulangi permainan yang sama. Setelah sama sama lelah Nervan menyudahi permainannya. Ia merebahkan tubuhnya di samping Khanna.
" Terima kasih sayang." Ucap Nervan mencium kening Khanna.
" Hmmm" Gumam khanna bergelung di bawah selimut.
Nervan memeluk tubuh Khanna dengan rasa bahagia, Ia berharap akan hadirnya sang buah hati untuk menguatkan pernikahan mereka. Ia akan mencari cara agar Aroon memberikan restu kepadanya.
**TBC......
Jangan lupa like dan komentnya di setiap babnya ya**....
__ADS_1