Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Perusuh


__ADS_3

Nervan pergi ke kantor dengan sedikit tergesa gesa pasalnya Iqbal mengabarkan jika ada seorang wanita yang membuat kegaduhan di kantornya. Wanita itu memaksa ingin bertemu dengan Nervan. Nervan melajukan mobilnya dengan kencang.


Sesampainya di kantor, Nervan segera menuju ruangannya, Karena wanita itu sudah di amankan oleh Iqbal asistent pribadinya.


Ceklek...


Nervan membuka pintu ruangannya.


" Ada apa ini?" Tanya Nervan menatap wanita yang sedang duduk di sofa.


Wanita seumuran dengannya menatap ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Nervan." Lirih wanita itu menatap Nervan.


" Kamu siapa?" Tanya Nervan.


" Kamu lupa padaku?" Tanya wanita itu.


" Memangnya kamu siapa? Hingga aku harus mengingat ingat namamu." Ucap Nervan.


" Aku Lili.... Kekasih kecilmu." Sahut Lili.


Nervan mengkerutkan keningnya. Lili? Kekasih kecil?


" Apa apaan ini? Jangan mengaku ngaku sembarangan, Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa? Aku bisa menjebloskanmu ke penjara karena ketidaknyamanan yang kau buat di kantorku Nona." Ujar Nervan.


" Aku Lili kekasih kecilmu, Apa kau lupa jika kau pernah menghabiskan masa kecilmu di pulau B? Aku temen kecilmu Nervan, Apa kau melupakan itu?" Selidik Lili.


Grep....


Tiba tiba Lili memeluk Nervan.


" Aku sangat merindukanmu Nervan, Aku sangat bahagia karna aku berhasil menemukanmu, Aku ingin menagih janjimu padaku." Ujar Lili.


" Lepaskan aku." Nervan mendorong tubuh Lili hingga terpental di atas sofa.


" Kenapa kau seolah jijik padaku? Apa kau sudah lupa siapa yang dulu selalu bersamamu? Aku Nervan.... Aku Lili... Orang yang selalu menemanimu bermain, Orang yang kau janjikan dengan pernikahan setelah kita dewasa, Kau bahkan sudah bersumpah di depan pohon beringin besar di pinggir sungai itu, Aku datang kemari untuk menagih janjimu padaku Nervan, Kau harus ingat itu Nervan." Teriak Lili.


" Maafkan aku jika aku memang pernah menjanjikan itu padamu, Sekali lagi maafkan aku karna aku tidak akan pernah bisa menepatinya, Aku tidak akan pernah menikahimu." Ujar Nervan.


Sebenarnya Nervan sudah mengingat semuanya tapi Ia tidak mau mengakuinya. Ia khawatir jika Ia mengakuinya Lili akan semakin gencar untuk mendekatinya dan menagih janjinya.


" Apa kau tidak kasihan padaku hah? Aku sudah jauh jauh kemari hanya untuk menghampirimu, Bertahun tahun aku selalu menantimu bahkan saat aku menginjak dewasa aku mulai mencarimu, Aku yakin dengan cinta yang aku miliki aku bisa menemukanmu.. Hiks.. Hiks.. Tapi apa yang aku dapat setelah bertemu denganmu? Kau bahkan sama sekali tidak mengingatku, Kau melupakan aku Nervan, Aku pikir janji yang kau buat bukan janji manis anak anak saja, Aku pikir kamu bisa mempertanggung jawabkan semua ucapanmu padaku, Tapi ternyata aku salah." Ujar Lili sedih.


" Sekarang pergilah dari sini maaf aku sama sekali tidak mengingatmu, Apapun yang kau ucapkan tidak berpengaruh apa apa padaku, Sekarang pergilah." Ucap Nervan.


" Nervan aku sudah tidak punya siapa siapa, Kedua orang tuaku sudah meninggal beberapa bulan lalu karena keracunan, Aku mohon padamu tolonglah aku, Ajaklah aku tinggal bersamamu setidaknya kau bisa balas budi kepadaku bukan? Karena dulu aku mau menemanimu, Ku mohon Nervan kasihanilah aku yang sebatang kara ini Nervan." Ucap Lili tanpa malu.

__ADS_1


" Berapa yang kamu inginkan?" Tanya Khanna tiba tiba di depan pintu.


Ya Khanna sudah berada di sana sejak tadi dan Ia mendengar semua ucapan Lili.


" Kau siapa?" Tanya Lili menatap Khanna yang sedang menghampiri Nervan.


" Perkenalkan aku Khanna, Istri tercinta Mas Nervan." Sahut Khanna merangkul pundak Nervan walau sedikit kesusahan.


" Bukankah begitu Mas?" Tanya Khanna.


" Iya sayang." Sahut Nervan mencium pipi Khanna. Sekarang gantian Nervan yang merangkul pundak Khanna.


Lili mengepalkan tangannya, Ia merasa geram dengan kemesraan yang Nervan pamerkan.


" Jadi ini sebabnya kamu tidak menepati janjimu Nervan? Kau melupakan aku dan menikahi orang lain?" Tanya Lili.


" Seseorang yang tidak berarti pasti akan mudah di lupakan Nona, Beda lagi jika orang itu sangat berarti di dalam hidupnya, Maka sampai kapanpun dia tidak akan terlupakan." Sahut Khanna.


Lili mengepalkan tangannya. Ia tidak terima dengan kenyataan ini. Ia kalah sebelum maju berperang.


" Sekarang katakan berapa yang kamu minta? Aku akan memberikannya." Ucap Khanna.


" Jika aku meminta Nervan sebagai gantinya gimana?" Tanya Lili membuat Khanna geram.


" Maaf Nona suamiku sangat berharga jadi tidak bisa di tukar dengan apapun." Sahut Khanna santai. Nervan tersenyum menatap istrinya.


" Katakan saja." Sahut Khanna.


" Aku ingin seluruh harta Nervan untukku." Ucap Lili.


" Ha ha ha.... Dari sini sudah ketahuan bukan? Jika kau hanya mengincar uang suamiku." Ejek Khanna.


" Bu... Bukan itu maksudku, Aku benar benar mencintai Nervan dari dulu, Jika aku tidak bisa mendapatkannya maka aku harus mendapatkan seluruh hartanya, Bukankah dengan demikian kau akan meninggalkan Nervan jika Ia tidak punya apa apa?" Ujar Lili sedikit gugup.


" Kamu salah Nona, Cinta kami tidak terukur dengan harta sekalipun, Walau Mas Nervan tidak punya harta sedikitpun cintaku padanya tidak akan berkurang." Sahut Khanna.


" Munafik." Cebik Lili.


" Kamu mau seluruh harta atas nama Nervan bukan?" Tanya Khanna menatap Lili.


" Iya.... Berikan itu sekarang juga maka aku tidak akan mengganggu kalian lagi, Aku ikhlaskan Nervan bersamamu." Jawab Lili.


" Lalu apa yang harus aku berikan padamu jika Nervan saja tidak punya harta apapun?" Tanya Khanna.


" Apa maksudmu?" Selidik Lili.


" Kau menginginkan harta Nervan tapi sayangnya Nervan tidak punya apa apa, Semua penghasilan dan hartanya sudah di alihkan atas namaku Nona, Jadi maaf aku tidak bisa memberikan apapun padamu." Jelas Khanna membuat Nervan tersenyum.

__ADS_1


" Kamu mempermainkan aku." Teriak Lili sambil mendorong Khanna.


Nervan segera menopang tubuh Khanna supaya tidak jatuh. Ia maju ke depan Lili menatapnya dengan nyalang.


" Jangan pernah menyentuh istriku dengan tangan kotormu." Bentak Nervan.


" Ta... Tangan kotor? Apa maksudmu tangan kotor Nervan?" Lirih Lili.


" Ya aku tahu siapa dirimu sebenarnya, Setelah kau gagal menggaet laki laki kaya kau langsung ingat denganku dan mencariku sampai ke sini beralasan menagih janjiku padamu? Jangan kira aku tidak tahu apa apa Lili, Dan ingat buang jauh jauh mimpimu itu Lili." Ucap Nervan.


Lili melongo menatap Nervan. Ia tidak menyangka Nervan mengetahui semua tentangnya.


" Berapa aku harus membayar bantuanmu kepadaku? Seratus juta? Dua ratus juta? Atau satu Milyar?" Tanya Nervan menatap Lili. Lili hendak bersuara tapi tiba tiba....


" Tapi sayangnya aku tidak akan memberikan sepersen pun padamu, Sekarang pergilah jangan tampakkan wajahmu di hadapanku, Iqbal urus kepulangannya ke pulau B jangan biarkan dia berkeliaran di kota ini, Aku tidak mau keselamatan istriku terancam." Ucap Nervan.


" Baik Van, Mari Nona saya antar ke depan nanti akan ada taksi yang akan mengantar anda sampai ke Bandara." Ujar Iqbal.


" Sialan kau Nervan, Kau memang tidak tahu malu, Kau tidak tahu balas budi." Teriak Lili.


Lili keluar ruangan Nervan dengan hati kesal karena rencananya gagal. Padahal dulu hanya dengan merengek di depan Nervan kecil saja Ia bisa mendapatkan segalanya, Nervan akan selalu memberikan apapun yang Lili mau. Tapi sekarang Nervan sudah berubah total bahkan Lili tidak mengenal sosok Nervan yang sekarang.


" Sayang apa ada sakit?" Tanya Nervan menuntun Khanna untuk duduk di sofa.


" Tidak ada Mas, Kenapa tadi kamu hanya diam saja?" Tanya Khanna.


" Mas hanya ingin rencana apa yang sedang Ia lakukan, Tapi Adek keburu datang." Sahut Nervan.


" Kalau kamu menggunakan hati untuk menghadapi orang orang seperti Lili maka kamu akan kalah Mas, Kamu akan merasa kasihan padanya." Ujar Khanna.


" Iya maafkan Mas sayang." Ucap Nervan memeluk Khanna.


" Aku tidak akan memaafkan kamu lagi jika kamu berbuat kesalahan lagi, Ingat itu Mas." Ancam Khanna.


" Iya sayang, Mas akan lebih berhati hati dalam bertindak, Mas salut padamu, Ternyata Adek bisa galak juga." Ujar Nervan.


" Tentu donk biar kamu nggak ngulangin kesalahan lagi." Ujar Khanna.


" Baiklah sayang maafkan Mas." Ucap Nervan.


TBC.........


Jangan lupa like dan komentnya...


Dukung author terus ya...


Makasih...

__ADS_1


Miss U All


__ADS_2