Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Masih Koma


__ADS_3

Pagi ini Khana menunggui Nervan yang masih tidak sadarkan diri. Dengan alat alat medis yang menempel pada tubuhnya, Nervan terbaring lemah di atas brankar dengan kepala di balut perban. Khanna begitu sedih melihat keadaan suaminya, Ia terua berdoa untuk kesembuhan Nervan. Keluarganya kembali ke hotel untuk istirahat karena semalaman mereka begadang menunggui Nervan. Khanna menyibak korden supaya cahaya matahari masuk dengan sempurna. Lalu Ia duduk di kursi dekat ranjang, Ia menggenggam tangan Nervan lalu menciuminya.


" Massss bangunlah... Maafkan aku....Hiks... Hiks..." Isak Khanna.


" Aku sudah memaafkanmu, Aku sudah mengetahui semua kebenarannya... Maafkan aku Mas... Maafkan aku yang tidak percaya padamu, Maafkan aku yang tidak memberimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya.... Hiks... Maafkan aku, Kembalilah padaku Mas, Jangan tinggalkan aku... Ku mohon..." Ujar Khanna masih menggenggam tangan Nervan.


" Apa kamu marah padaku sehingga kamu lebih memilih memejamkan mata dari pada melihatku? Apa kamu tidak ingin melihatku di sisihmu lagi? Bangunlah Mas jawab pertanyaanku." Ucap Khanna. Walaupun Nervan tidak bisa meresponnya tapi Khanna yakin jika Nervan mendengar suaranya.


"Apa kamu tidak mau aku kembali padamu Mas?.. Aku sudah mewujudkan keinginanmu Mas... Aku kembali... Aku kembali padamu, Sekarang bangunlah Mas, Kembalilah untukku.... Aku menantimu." Lirih Khanna mengusap air matanya. Ia menatap wajah pucat suaminya, Khanna menciumi wajah suami tercintanya.


" Apa kamu tidak merindukan ciumanku ini? Aku berjanji akan selalu menciummu di pagi hari jika kau mau bangun, Sekarang bangunlah Mas.... Jangan tinggalkan aku." Ujar Khanna memeluk tubuh ringkih Nervan.


" Aku menginginkanmu kembali padaku.... Bangunlah, Aku tidak mengijinkanmu pergi dariku... Ku mohon sadarlah Mas...." Ucap Khanna.


Ceklek.....


Pintu terbuka menampilkan Richard yang sedang berjalan menghampiri Khanna.


" Hai Khan.. Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Richard.


" Tidak baik Ris sebelum Mas Nervan sadar dari komanya." Sahut Khanna.


" Apa belum ada perkembangan dengan Kak Nervan?" Tanya Richard.


" Belum... Dia masih malas untuk membuka matanya." Jawab Khanna.


" Aku turut prihatin atas apa yang menimpa Kak Nervan saat ini Khan, Maaf aku baru ke sini karna aku juga baru mengetahuinya dari karyawan Cafemu saat aku ke sana tadi pagi, Semoga Kak Nervan segera sadar." Ucap Richard.


" Terima kasih Ris." Sahut Khanna.


" Aku bawa makanan untukmu, Bubur ayam spesial buat wanita yang spesial." Ucap Richard mengangkat plastik di tangannya. Khanna tersenyum kecut ke arah Richard.


" Aku nggak mau Ris... Aku tidak selera untuk makan." Sahut Khanna.


" Tapi kamu harus tetap makan Khan, Kamu harus jaga kesehatan! Kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga Kak Nervan ha? Sekarang makan ya.. Biar kamu sehat, Kalau kamu sehat kamu bisa selalu memberi semangat untuk Kan Nervan, Jadi dia akan cepat sadar." Bujuk Richard berjalan menuju Sofa. Setelah di pikir pikir benar juga kata Richard.


" Benarkah?" Tanya Khanna.


" Tentu.... Sekarang makan ya? Aku akan menyiapkannya dulu." Ujar Richard.


" Baiklah." Sahut Khanna.


" Sekarang kamu makan dulu yang banyak biar nggak sakit." Ujar Richard sambil menata makanannya di meja.


Khanna membungkuk mendekatkan bibirnya ke telinga Nervan.


" Lihat lah Mas... Ada yang sedang perhatian kepadaku, Segera bangunlah.... Jangan biarkan aku nyaman dengan perhatiannya, Kalau kamu tidak mau bangun juga jangan salahkan aku jika aku sudah terlanjur nyaman dengannya, Bangunlah aku menunggumu... Semangat." Bisik Khanna ke telinga Nervan.


" Kamu tidak mau kehilangan aku kan? Sama... Aku juga tidak mau kehilanganmu.... I love U forever." Bisik Khanna mencium pipi Nervan.

__ADS_1


" Adek makan dulu ya Mas biar semangat jagain Mas nya yang masih betah tidur, Jangan lama lama marah dengan Adek ya... Adek nggak sanggup ngejalaninya, Cepatlah sadar..." Sambung Khanna.


Khanna melangkah menghampiri Richard di sofa yang ada di ruangan itu. Ia menatap Richard yang sedang menyiapkan makanan untuknya.


" Nih makan dulu biar sehat dan semangat." Ucap Richard menyodorkan sterefoam bubur ayam kepada Khanna.


" Makasih Ris." Ucap Khanna.


" Sama sama." Sahut Richard.


Walau sebenarnya Khanna tidak nafsu makan, Tapi Ia terus menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya. Ia tidak mau kalau sampai dirinya sakit dan tidak bisa menjaga Nervan. Saat ini Nervan butuh dirinya jadi Ia harus lebih kuat dari sebelumnya.


" Setelah makan kamu istirahat saja, Biar gantian aku yang menjaga Kak Nervan." Ucap Richard.


" Aku nggak bisa istirahat dengan tenang Ris... Aku selalu menanti Mas Nervan sadar, Aku ingin menjadi orang pertama yang dia lihat saat sadar nanti." Ujar Khanna.


" Setidaknya kamu harus istirahat, Kamu harus menjaga kesehatanmu Khan, Jangan sampai kamu sakit." Ujar Richard.


" Terima kasih atas perhatianmu." Ucap Khanna sambil meminum air mineral kemasannya.


" Gimana? Udah kenyang?" Tanya Richard.


" Udah... Makasih ya." Sahut Khanna


" Ya sudah sana istirahatlah berbaring di kasur biar badannya nggak pegal pegal, Aku tahu kamu semalaman nggak tidur." Ujar Richard.


" He he tau aja... Aku titip Mas Nervan dulu sebentar, Kalau ada apa apa bangunin aku ya." Sahut Khanna.


Khanna berjalan mendekati ranjang, Ia merebahkan tubuhnya di ranjang yang ada di samping ranjang Nervan, Papa Sakti sengaja menambah bed agar Khanna bisa tidur dengan nyaman. Entah karena mengantuk atau efek kenyang, Akhirnya Khanna terlelap menuju alam mimpi.


Richard menghampiri Nervan, Ia duduk di kursi dekat ranjang. Ia menatap wajah pucat Nervan dengan tatapan entah. Entah harus senang atau sedih. Ia senang karena ada harapan untuknya mendapatkan Khanna kembali, Tapi Ia sedih melihat wanita yang di cintainya begitu terpuruk melihat keadaan suaminya.


" Kak Nervan......" Ucap Richard.


" Aku tidak tahu apakah aku harus sedih atau harus senang, Aku senang Kak karna dengan keadaanmu yang seperti ini memberikan kesempatan untukku dekat dengan Khanna, Tapi aku masih punya hati nurani, Aku tidak tega melihat Khanna terpuruk melihat keadaanmu, Bangunlah.... Cepatlah sadar kasihan Khanna, Khanna begitu mencintaimu, Jika Kak Nervan tidak sadar juga maka aku akan mengambil Khanna darimu, Jangan sia siakan kesempatan ini Kak.. ." Ujar Richard.


" Tetap berjuanglah dalam melawan maut demi kembali kepada istrimu.... Bahagiakan dia, Jagalah dia, Aku yakin kamu bisa melakukan semua itu Kak, Jangan membuatku kecewa karena telah mengikhlaskan Khanna denganmu." Ujar Richard.


Ceklekkkk


Suara pintu terbuka, Richard menoleh ke arah pintu dimana orang tua dan mertua Khanna berjalan masuk menghampirinya.


" Tante Om." Sapa Richard menyalami mereka semua.


" Kamu sudah dari tadi?" Tanya Papa Sakti.


" Sudah Pa." Sahut Richard tanpa sadar.


" Eh Om." Sambung Richard.

__ADS_1


" Tidak pa pa jangan sungkan, Mau panggil Papa atau Om senyamanmu saja." Sahut Papa Sakti. Richard sudah terbiasa memanggil mantan calon mertuanya Papa dan Mama sama seperti Khanna.


" Bagaimana kabarmu Ris?" Tanya Papa Reno.


" Baik Om, Om sendiri bagaimana?" Ucap Richard.


" Seperti yang kamu lihat, Om baik baik saja." Sahut Papa Reno.


" Ris... Apa Khanna tidur dari tadi?" Tanya Mama Alfi menatap Khanna yang sedang meringkuk di atas ranjang. Sepertinya tidurnya nyenyak sekali.


" Baru saja Ma." Sahut Richard.


" Oh ya udah sini duduk di sofa ngumpul bareng." Ujar Mama Alfi.


" Baik Ma." Sahut Richard.


Papa Sakti, Mama Alfi, Papa Reno, Mama Sarah dan Richard duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Ris...." Panggil Papa Sakti menatap Richard.


" Iya Pa." Sahut Richard.


" Papa sekeluarga ingin meminta maaf padamu atas apa yang telah di perbuat Aroon kepadamu, Bahkan kami pernah menghujat dan sempat membencimu dan keluargamu, Kami mengira kalau semua itu adalah perbuatanmu yang tega meninggalkan Khan di hari pernikahannya." Ucap Papa Sakti.


" Aku yang seharusnya meminta maaf pada kalian semua Pa, Aku yang salah.... Maafkan aku karena membuat kalian malu dengan meninggalkan Khan di hari pernikahan kami Pa, Sebenarnya setelah kejadian itu aku mau menemui kalian untuk meminta maaf secara langsung tapi Khan melarangnya." Ucap Richard.


" Tanpa kamu meminta maaf, Kami sudah memaafkanmu." Sahut Papa Sakti.


" Dan perlu kalian semua ketahui bahwa aku tidak pernah mengkhianati Khan, Aku sangat mencintainya, Tidak tahu kenapa saat itu aku bisa melakukan kesalahan, Tanpa aku sadari aku tidur dengan wanita lain, Dan ternyata aku di jebak oleh seseorang." Jelas Richard.


" Kami sudah mengetahui semua kebenarannya Ris... Untuk itu atas nama Aroon sekali lagi Papa minta maaf padamu." Ucap Papa Sakti.


" Tidak masalah Pa mungkin memang Khan bukan jodohku, Lagian sebenarnya Khan tidak suka padaku Pa, Dia hanya mencintai Kak Nervan dari dulu sampai sekarang, Khan hanya menganggapku sebagai temannya saja, Dan aku akan menjadi teman yang akan selalu mendukungnya." Sahut Richard.


" Kamu memang benar benar pria yang baik Ris, Maafkan Nervan yang secara tidak sengaja merebut Khan darimu." Ucap Papa Reno angkat bicara.


" Itulah yang dinamakan Jodoh Om, Mereka saling mencintai jadi Sudah sepantasnya mereka bersama, Aku turut prihatin atas keadaan Kak Nervan saat ini, Semoga Kak Nervan segera sadar dan sehat kembali." Ucap Richard.


" Amien." Sahut semua orang.


" Papa ucapkan terima kasih karena kamu sudah menjaga Khan selama ini, Papa doakan kamu akan mendapat jodoh yang lebih baik dari Khanna." Ucap Papa Sakti.


" Terima kasih Pa." Sahut Richard.


Mereka melanjutkan obrolannya membahas tentang pekerjaan dan lain sebagainya, Khanna tidak terganggu dengan suara ramai dalam ruangan itu. Ia masih tertidur pulas di atas ranjangnya.


TBC.....


*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar authornya semangat...

__ADS_1


Terima kasih atas suport yang readers berikan.. Miss U All*...


__ADS_2