
Malam ini Khanna baru saja sampai di Cafenya, Tiba tiba Ia mendapat pesan dari nomer yang tidak di kenal yang mengaku sebagai calon clientnya dan ingin menawarkan kerja sama yang menguntungkan Cafenya. Sebagai orang yang profesional, Khanna menyetujuinya, Ia segera melajukan mobilnya ke alamat yang di beritahukan kepadanya.
" Aku paling malas jika ketemuan di resto hotel, Kenapa tidak datang ke Cafe langsung aja sih." Gerutu Khanna.
Sesampainya di hotel yang di tuju Khanna segera berjalan masuk menuju resto yang ada di sana, Ia mencari nomer meja sesuai yang ada di pesan yang Ia terima.
" Sore Tuan." Sapa Khanna di hadapan Clientnya.
" Sore, Silahkan duduk." Jawab Client.
" Kamu...." Pekik Khanna duduk di hadapan Reiner.
" Kamu masih ingat aku? Kenalkan namaku Reiner." Ucap Reiner menjabat tangan Khanna.
" Khanna." Sahut Khanna.
" Keuntungan apa yang akan anda tawarkan kepada Cafe KA Tuan Reiner?" Tanya Khanna.
" Wow ternyata kau wanita yang tidak sabaran Nona, Kita makan malam dulu gimana?" Usul Reiner.
" Tidak perlu Tuan saya sedang terburu buru." Ujar Khanna.
" Baiklah, Tapi temani saya minum dulu Nona." Sahut Reiner tersenyum penuh arti ke arah Khanna.
" Baiklah Tuan Reiner dengan senang hati." Jawab Khanna.
Hening..... Setelah beberapa lama tapi Reiner tidak memesan minuman juga, Melihat gelagat aneh Reiner Khanna segera mengetikkan sesuatu pada ponselnya.
" Tolong jangan buang buang waktu saya Tuan, Saya sudah di tunggu suami saya di rumah." Ujar Khanna. Mendengar kata suami Reiner mengepalkan tangannya.
" Tenang Nona mari kita minum dulu biar lebih santai." Ucap Reiner memanggil pelayan untuk mengantar minuman mereka.
Tidak mau membuang buang waktu, Khanna segera meminum jus jeruk yang di berikan pelayan tanpa curiga. Khanna menatap Reiner yang sepertinya sedang memberi penjelasan tentang tawaran kerja samanya. Khanna tidak bisa mendengarnya dengan baik karena kepalanya mulai pusing, Ia mulai mengantuk tak lama setelah itu Ia tidak sadarkan diri.
Reiner tersenyum penuh kemenangan, Ia segera membopong tubuh Khanna menuju kamar yang sudah Ia pesan sebelumnya. Ia membaringkan tubuh Khanna di sana. Ia mulai menyentuh Pipi Khanna, Ia menatap wajah cantik Khanna membuat sesuatu menegang seketika.
" S*** hanya dengan menyentuhnya membuatnya bangun, Aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya malam ini sayang." Ucap Reiner.
Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata setelah mendapat pesan dari Khanna. Setelah sampai di hotel, Nervan segera berlari menuju resto, Ia mengedarkan pandangan untuk mencari Khanna tapi kosong, Resto itu saat ini sepi.
" Dimana seorang pria dan wanita cantik yang tadi di sini?" Tanya Nervan kepada salah satu pelayan.
" Mereka sudah pergi Tuan, Sepertinya wanitanya tadi pingsan." Ujar pelayan.
" Kemana mereka pergi?" Tanya Nervan.
" Tidak tahu Tuan." Sahut pelayan.
Nervan berlari menuju ruang pemantauan cctv. Sedikit lama untuk meminta petugas membuka rekaman cctvnya, Tapi akhirnya dengan bayaran mahal sang petugas mau membantunya.
" Kamar 305." Gumam Nervan.
" Baik Pak terima kasih atas bantuannya, Saya sudah transfer ke rekening anda." Ucap Nervan.
" Sama sama Pak." Sahut petugas.
Nervan segera berlari menuju kamar 305, Ia harus melewati lorong lorong kamar lainnya. Sesampainya di sana Nervan mendobrak pintunya...
Brak.....
" Khanna." Teriak Nervan.
__ADS_1
" Apa Maskuh." Sahut Khanna.
Nervan segera menghampiri Khanna lalu memeluknya dengan erat.
" Mas khawatir sayang, Kamu baik baik saja?." Ucap Nervan menciumi kening Khanna.
" Tidak perlu khawatir Mas aku pandai membaca suasana, Aku sudah membuatnya terkapar tidak berdaya." Sahut Khanna melepas pelukannya.
" Bagaimana bisa? Kata pelayan Adek yang pingsan tadi." Ucap Nervan.
" Aku hanya pura pura tadi, Aku sudah menukar minumannya, Dan aku sudah menyuruh pelayan untuk mencampurkan obat perangs*ng pada minumannya." Ujar Khanna.
" Adek membahayakan diri Adek sendiri sayang, Bagaimana kalau tiba tiba dia bangun lalu menerkam Adek?" Tanya Nervan.
" Obat itu akan bereaksi setelah cukup lama dia tidak sadarkan diri Mas." Sahut Khanna.
" Sebenarnya dia siapa? Kenapa dia mengganggu rumah tangga kita? Apa Mas pernah berbuat salah kepadanya hingga dia tega melakukan hal sehina ini?" Tanya Nervan menatap Reiner yang sedang terbaring di atas ranjang.
" Aku juga nggak tahu Mas, Dia yang bekerja sama dengan Dara, Ayo kita segera pergi dari sini sebelum Dara datang kemari, Tadi aku sudah mengirim pesan padanya." Ujar Khanna.
Keduanya segera keluar dari kamar itu, Mereka bersembunyi di kamar sebelah yang sudah Khanna pesan.
" Mas nggak nyangka kalau Adek benar benar pintar." Ucap Nervan.
" Iya nggak kaya' kamu Mas." Sahut Khanna.
" Iya deh... Ngomong ngomong gimana Adek bisa merencanakan hal seperti ini? Bukankah mereka yang akan menjebak adek? Lalu bagaimana Adek tahu kalau dia Reiner?" Tanya Nervan.
Flasback On
Pagi hari Lukiman memberi info pada Nervan jika Dara bekerja sama dengan seorang ceo baru yang bernama Reiner Barbara untuk menghancurkan Nervan dan keluarganya. Reiner berencana akan merebut Khanna dari sisinya. Lukiman bahkan memberi tahu tentang rencana apa yang sudah di susun oleh Dara dan Reiner di sebuah hotel ternama.
" Aku akan memberi perhitungan padanya jika Reiner berani merebut Adek dari Mas." Geram Nervan mengepalkan tangannya.
" Mas tidak tahu Dek, Mas bahkan tidak mengenal yang namanya Reiner, Apalagi dia Ceo pendatang baru, Perusahaan Papa belum pernah kerja sama dengan perusahaannya." Jawab Nervan.
" Kenapa banyak sekali cobaan yang harus kita lalui Mas, Baru saja kita bahagia udah ada masalah lagi." Ujar Khanna.
" Sabar sayang jangan mengeluh, Tetaplah bersyukur agar kita selalu bahagia hmm Kita lalui bersama ya." Ucap Nervan mencium kening Khanna.
" Iya Mas." Sahut Khanna.
Tanpa sepengetahuan Nervan, Khanna yang mendengar cerita itu pun langsung menyusun rencana untuk membalikkan rencana Dara. Ia meminta bantuan kepada Papa Shiv agar mengirimkan wartawan ke tempat yang akan Reiner gunakan untuk menjebaknya. Khanna tersenyum setelah mendapatkan ide itu. Ia tinggal menunggu waktu kapan Dara akan me jalankan rencananya.
Flashback Off
Di kamar sebelah Dara masuk menghampiri Reiner yang sedang tidur telungkup.
" Rei...." Panggil Dara mengguncang pelan bahu Reiner.
" Rei...." Ucap Dara dengan suara se***nya.
Reiner menggeliat samar samar Ia menatap wanita cantik di depannya.
" Khanna." Gumam Reiner.
Reiner membalikkan tubuhnya mengukung Dara di bawah tubuhnya, Ia mencium bibir Dara dengan rakus. Ciuman itu menjadi ciuman kasar tapi Dara menyukainya. Entah siapa yang memulai kini keduanya sama sama pol*s. Reiner memacu tubuhnya dengan cepat membuat Dara sedikit kesakitan. Reiner melakukan lagi dan lagi tanpa ampun. Bahkan Dara sudah tidak kuasa mengimbangi permainan Reiner yang seperti singa kelaparan. Tiba tiba.....
Brakkkkkk
Pintu terbuka membuat kedua menoleh. Banyak kilatan kamera yang menyoroti mereka.
__ADS_1
" Apa yang kalian lakukan." Bentak Reiner lari ke kamar mandi.
Dara menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Kilatan kamera masih menyorotinya.
" Hentikan.... Minggir kalian... Pergi." Teriak Dara.
Nona Dara sejak kapan anda menjadi pemuas nafs* Tuan Reiner Barbara?
Nona kenapa anda hina sekali? Kalian melakukannya tanpa ikatan
Tuan Reiner Barbara tertangkap memiliki scandal dengan wanita simpanannya
CEO baru tertangkap sedang berbuat mesum di sebuah hotel
Masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang para wartawan lontarkan kepada pasangan mesum itu. Saat itu juga berita viral scandal Reiner dan Dara menyebar di dunia maya.
" Bagaimana bisa kamu berada di sini?" Tanya Reiner setelah para wartawan pergi.
" Kamu yang mengirim pesan padaku." Sahut Dara.
" Aku?... Aku tadi ke sini membawa Khanna bodoh, Lalu sekarang dimana Khanna?" Umpat Reiner.
" Jangan jangan ini jebakan dari Khanna." Ucap Dara.
" Kau yakin?" Tanya Reiner.
" Senjata makan tuan, Kamu yang ingin menjebaknya sekarang justru kamu yang terjebak rencananya." Ujar Dara.
" Ah sialll... Bagaimana bisa dia bisa membaca rencanaku?" Ucap Reiner menyugar kasar rambutnya.
" Ternyata dia tidak sebodoh Nervan, Mampus aku kalau Nervan tahu semuanya, Apalagi Tante Sarah... Pasti dia akan menghentikan semua aliran dananya padaku." Ujar Dara.
Drt....drt.....
Ponsel Reiner berdering, Ia mengangkat panggilan dari Johan sang asistent sekaligus sahabatnya.
" Hallo." Sapa Reiner.
" Lo melakukan kesalahan fatal bodoh, Berita scandal Lo dengan Dara tersebar ke seluruh media, Para petinggi perusahaan dan penanam saham mencabut semua saham mereka, Perusahaan Lo koleps saat ini, Berskaplah menanggung semua kerugian, Perusahaan Lo pasti akan segera di akuisisi perusahaan lain." Jelas Johan.
" Apa???? Ah sial sial sial." Umpat Reiner membanting ponselnya.
" Nervannnnn gue akan membalas semua ini.... Aku akan menghancurkan dirimu." Teriak Reiner.
" Kau tidak bisa menyentuh Nervan apalagi Khanna, Mereka di lindungi dari tiga marga, Sepertinya kita kalah sebelum berperang." Ujar Dara.
" Kenapa kau tidak bilang sebelumnya bodoh." Bentak Reiner.
" Aku pikir kita akan dengan mudah membuat mereka berpisah, Tapi nyatanya justru kita yang hancur, Aku malu pada dunia apalagi di depan keluargaku, Aku tidak punya lagi Rei...." Ujar Dara.
" Persetan dengan keluargamu." Cebik Reiner.
Sedangkan di kamar sebelah Khanna dan Nervan sedang memadu kasih menyatukan cinta mereka. Suara des**** dan erangan memenuhi ruangan itu. Khanna begitu menikmati permainan lembut Nervan, Mereka melampiaskan kerinduan yang selama ini mereka tahan, Nervan benar benar memperlakukan Khanna dengan lembut membuat Khanna terbuai. Setelah sama sama mendapat pelepas** Nervan membaringkan tubuhnya di samping Khanna.
" Makasih sayang." Ucap Nervan mencium kening Khanna.
" Hmm." Gumam Khanna.
Mereka tidur berpelukan menuju alam mimpi bersama.
TBC.....
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komentnya untuk koreksi author ya... Makasih suportnya...
Miss U All*...