Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Kecelakaan dan penyesalan


__ADS_3

Brugh......


Tubuh Nervan membentur jalan aspalan, Mulutnya memutahkan darah segar dari dalam.


Mas tunggu di pintu Syurga Dek... Mas sudah mengabulkan keinginanmu untuk menjauhimu sejauh jauhnya....


Nervan memejamkan matanya.


Mendengar ramai ramai di luar, Khanna menghampiri para karyawannya yang sedang berkerumun di depan cafenya.


" Ada apa ini?" Tanya Khanna.


" Ada orang ketabrak Mbak." Sahut karyawan Khanna.


" Dimana?" Tanya Khanna.


" Di depan sana Mbak." Ucap karyawan Khanna sambil menunjuk ke tempat kejadian.


Seorang karyawan yang baru dari tempat kejadian berlari lari menghampiri Khanna.


" Mbak Khanna... Mbak Khanna..." Panggil Risa dengan nafas ngos ngossan.


" Ada apa?" Tanya Khanna.


" Sepertinya yang tertabrak itu, Pria yang belum lama keluar dari ruangan Mbak Khanna." Ujar Risa.


Deg..... Jantung Khanna terasa berhenti berdetak. Nervan???? Apakah benar itu Nervan?.


" Apa kamu melihat pria yang keluar dari ruanganku?" Tanya Khanna memastikan.


" Iya Mbak.... Tadi di lihat identitasnya kalau nggak salah namanya Ner.... Nervan dari Jakarta Mbak." Jawab Risa.


Jeduarrrrrrrrr


Bagai tersambar petir di siang bolong.... Tubuh Khanna lemas tanpa tenaga, Khanna jatuh terduduk di lantai, Air matanya jatuh menetes tak terbendung lagi.


" Tidak.... Tidak mungkin... Bukan ini yang aku inginkan.... Bukan pergi seperti ini yang aku inginkan.... Mas Nervan....." Teriak Khanna.


Khanna segera berlari mendekati lokasi kejadian, Ia melihat seseorang yang di kasihinya tergeletak di tengah jalan dengan berlumur darah. Khanna segera menghampirinya, Khanna membalikkan tubuh Nervan.


" Mas bangun Mas...." Ucap Khanna menepuk pelan pipi Nervan.


" Mas bangun.... Jangan seperti ini Mas.... Bangun... Haaaaa...." Ucap Khanna sambil menangis.


" Bukan ini yang aku inginkan Mas.... Bangun Mas... Mas Bangunnn Hiks hiks... Maafkan aku." Isak Khanna.


" Maaasssssssssss." Teriak Khanna.


" Maaf Mbak korban harus segera di bawa ke rumah sakit, Ambulan sudah datang." Ujar seseorang.


Khanna menjauh dari tubuh Nervan membiarkan orang orang membawa Nervan masuk ke dalam ambulan, Khanna ikut masuk ke dalam menemani suaminya yang sudah tidak sadarkan diri. Mobil ambulan melaju dengan kecepatan kencang.


" Mas bertahanlah demi aku...." Ucap Khanna menggenggam tangan Nervan.


Sesampainya di rumah sakit, Para suster segera mendorong brankar Nervan menuju ruang ICU.


" Keluarga pasien." Panggil Dokter.


" Saya istrinya Dok." Sahut Khanna.

__ADS_1


" Pasien harus segera di oprasi karena ada penyumbatan darah pada otaknya." Ucap Dokter.


" Lakukan yang terbaik untuk suami saya Dok." Ucap Khanna.


" Baiklah tanda tangani surat persetujuan dan lengkapi administrasinya." Ujar Dokter.


" Baik Dok."Sahut Khanna.


Khanna berjalan menuju bagian kassa, Beruntung tadi Ia membawa slingbagnya keluar. Khanna segera mengurus administrasi dan menandatangani surat persetujuan oprasi. Khanna segera kembali ke ruang ICU. Tak lama kemudian Nervan di dorong menuju ruang oprasi.


" Maaf Bu, Ini barang barang pasien." Ucap Suster memberikan Jam tangan, Ponsel, Cincin serta dompet Nervan.


" Terima kasih sus." Sahut Khanna.


Khanna meneliti ponsel Nervan, Ia mencoba menyalakannya, Ternyata bisa nyala hanya retak di bagian atas saja. (Maklum ponsel mehong ngak kaya' ponsel author yang jatuh aja langsung pecah). Khanna membuka sandi ponsel Nervan dengan tanggal pernikahan mereka, Ia menatap wallpaper foto pernikahan mereka. Khanna membuka aplikasi hijau, Ia tertarik dengan nama kontaknya di ponsel Nervan.


" My Love 4 ever💜" (Panjang amat)


Khanna terharu dengan apa yang Ia lihat, Khanna membuka chat yang terkirim pada kontaknya. Banyak chat yang hanya centang satu di sana. Khanna membacanya satu persatu. Di dalam chat yang Nervan kirim dua bulan lalu, Nervan menjelaskan semua kebenaran tentang rencana yang Ia lakukan karena ancaman seseorang. Hati Khanna mencelos, Air mata kembali menetes pada pipinya.


Setelah selesai membaca chat pada kontaknya, Khanna tertarik dengan chat pada kontak "Safita", Ia segera membacanya. Isi chat di dalam kontak itu membuat hati Khanna perih, Dimana mereka berdua merencanakan pernikahan palsu dan melakukan sandiwara di depannya demi menyelamatkan nyawanya dari ancaman Tante Diandra, Banyak juga curhatan Safita tentang pacarnya. Tidak ada kata kata romantis ataupun mesra di dalamnya, Itu artinya Nervan benar kalau di antara mereka berdua tidak punya hubungan apa apa.


Satu kontak lagi yang membuat Khanna lebih penasaran yaitu kontak dengan nama " Tante Diandra". Khanna segera membuka isi chat dalam kontak tersebut, Lalu Khanna membacanya satu persatu.


Deg......


Jantung Khanna lagi lagi berhenti berdetak membaca isi chat dari Tante Diandra. Dimana semua isi chatnya yaitu tentang ancamannya kepada Nervan. Khanna semakin terisak menyesali perbuatannya yang tidak mau mendengar dan mempercayai penjelasan Nervan. Hatinya terasa mati karna ketakutan kehilangan Nervan.


" Masssss Hiks...Hiks..." Lirih Khanna memeluk barang barang Nervan.


Tanpa sadar jari Khanna memencet rekaman video pada ponsel Nervan yang Papa sakti kirimkan. Khanna menatap ponsel Nervan lalu melihat video yang baru saja di putar. Khanna menutup mulutnya, Matanya membola tak percaya jika Kakak yang selama ini Ia percaya justru menghancurkan hidupnya. Ya video itu merupakan video saat Aroon menemui Diandra.


Drt.... Drt.... Ponsel Nervan berdering tanda panggilan masuk,Khanna melihat ID pemanggil "Papa Reno". Khanna segera mengangkatnya.


" Halo, Apa ini kamu Khan?" Tanya Papa Reno.


" I.. Iya Pa." Sahut Khanna.


" Alhamdulillah akhirnya Nervan berhasil menemukanmu... Berarti cintanya benar benar sejati kepadamu Khan, Baru tadi pagi Nervan di beri tantangan oleh Papamu." Ujar Papa Reno.


" Di tantang untuk apa Pa?" Tanya Khanna.


" Untuk membuktikan cintanya padamu, Kalau memang cinta Nervan tulus dari hati maka dia pasti bisa menemukanmu.... Akhirnya cinta sejati Nervan benar benar terbukti nyata." Ujar Papa Reno membuat Khanna merasa sangat bersalah.


" Bagaimana kabarmu Khan?" Sambung Papa Reno.


" Baik Pa." Sahut Khanna.


" Dimana Nervan Khan?" Tanya Papa Reno.


" Hiks....Hiks...." Isak Khanna tidak kuasa menjawab pertanyaan Papa mertuanya.


" Sayang.... Kenapa kamu nangis? Apa yang terjadi? Nervan mana?" Tanya Papa Reno.


" Mas Nervan Pa..Hiks..." Isak Khanna.


" Nervan kenapa sayang?" Selidik Papa Reno.


" Mas Nervan kecelakaan Pa.... Mas Nervan tertabrak mobil Hiks... Hiks... Pa... Aku takut Mas Nervan tidak tertolong...." Ucap Khanna sambil menangis.

__ADS_1


" Apa? Sekarang kalian dimana?" Tanya Papa Reno.


" Di rumah sakit S Pa, Mas Nervan sedang menjalani oprasi, Mohon doanya untuk kelancaran dan kesembuhan Mas Nervan Pa." Sahut Khanna.


" Doa Papa akan selalu menyertaimu Nak, Bersabarlah kami akan segera ke sana." Ucap Papa Reno.


" Terima kasih Pa." Ujar Khanna.


" Sudah dulu ya, Papa mau mengabari orang tuamu dulu biar kami sama sama ke sananya." Ujar Papa Reno.


" Baik Pa..." Sahut Khanna mematikan sambungan teleponnya.


" Maafkan aku Mas..... Ku mohon bertahanlah, Kali ini aku memintamu untuk bertahan... Jangan tinggalkan aku... Aku mencintaimu, Aku masih mencintaimu Mas...." Ujar Khanna dalam hatinya.


Setelah beberapa jam menjalani oprasi, Akhirnya Dokter keluar dari ruangan oprasi, Sedangkan Nervan masih dalam ruang pemulihan.


" Bagaimana oprasinya Dok?" Tanya Khanna.


" Alhamdulillah lancar, Tapi maaf karena cidera pada otaknya menyebabkan pasien mengalami Koma." Sahut Dokter.


" Apa Dok? Koma?" Tanya Khanna memastikan.


" Iya Nona.... Tuan Nervan mengalami Koma." Jawab Dokter.


" Hiks..... Hiks.... Mas Nervannnnnn..... Bangunlah Mas.... Sadarlah...." Lirih Khanna.


Tap....Tap.... Tap....


Suara deru langkah menghampiri keduanya.


" Sayang apa yang terjadi?" Tanya Mama Alfi menghampiri Khanna yang sedang terduduk lesu di kursi tunggu.


" Ma...... Mas Nervan koma...." Ucap Khanna memeluk Mama Alfi.


" Sabar sayang...." Ujar Mama Alfi.


" Mas Nervan.... Mas Nervan Ma...." Lirih Khanna.


Papa Sakti dan Papa Reno mengikuti Dokter ke ruangannya untuk meminta penjelasan secara detail kondisi Nervan. Mereka akan melakukan pengobatan terbaik untuk kesembuhan Nervan. Sedangkan Mama Alfi dan Mama Sarah menemani Khanna yang masih di depan ruang oprasi.


" Hiks.... Ini semua salahku Ma, Aku yang menyuruhnya pergi meninggalkan aku, Aku yang tidak mau mendengar penjelasan Mas Nervan dulu.... Hiks... Hiks... Ma... Bangunkan Mas Nervan, Sampaikan kata maafku padanya." Isak Khanna.


" Berdoalah untuk kesembuhan Nervan sayang, Selalu suport dia agar dia cepat sadar, Cinta sejati akan memberi kekuatan untuk seseorang yang kita cintai." Ujar Mama Alfi.


" Sayang....." Ucap Mama Alfi melepas pelukannya karna tidak ada pergerakan dari Khanna.


" Khanna pingsan Al." Ujar Mama Sarah.


" Minta tolong sama suster Sar." Titah Mama Alfi.


" Baik tunggu sebentar." Sahut Mama Sarah.


Mama Sarah memanggil perawat laki laki untuk membopong Khanna menuju ruang UGD untuk pemeriksaan.


TBC....


*Kalau Nervan sadar mau lumpuh, Hilang ingatan atau normal nih? Atau kita umpetin Nervan untuk berobat keluar negeri?


Jangan lupa like dan komentnya kalau berkenan kasih author hadiah biar semangat nulisnya.

__ADS_1


Makasih atas suport yang readers berikan


Miss U All*....


__ADS_2