
Malam ini Khanna sedang dalam perjalanan menuju kota kembang untuk mengecek cabang Cafenya yang ada di sana karena saat ini Cafenya sedang mengalami masalah. Saat Ia melewati jalanan sepi tiba tiba ada sebuah mobil yang memepetnya, Khanna berusaha untuk menghindar, Ia segera menambah kecepatan laju mobilnya. Mobil itu tidak mau kehilangan jejak Khanna, Mobil itu mengejar Khanna hingga kedua mobil itu berkejar kejaran sampai....
Ckitttttttttt
Khanna menginjak rem mendadak karena mobil itu berhasil menghadangnya. Kening Khanna terpentok stir hingga mengakibatkan kepalanya sedikit pusing. Seorang pria turun dari mobil yang menghadangnya, Ia mengetuk kaca mobil Khanna.
" Keluar." Teriak Pria itu menggedor kaca mobil Khanna.
Khanna mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu dengan cepat untuk suaminya.
📲Me
Mas aku dalam bahaya
" Keluar... Kalau tidak aku akan pecahkan kaca mobilnya." Teriak pria itu lagi.
Khanna masih diam di dalam mobil, Ia sedang mencari cara untuk kabur dari sana, Tapi sepertinya nasib baik tidak memihak padanya hari ini, Mobil di depannya begitu mepet, Mau mundur belakang tanjakan curam.
" Keluar." Teriak pria itu sambil menggedor pintu mobil dengan kencang.
Khanna mengatur nafasnya, Tanpa merasa takut Khanna membuka pintu mobilnya.
" Ada perlu apa Tuan?" Tanya Khanna.
" Ikut aku." Ucap Pria itu menyeret Khanna.
" Lepas... Siapa kamu? Apa alasannya aku harus ikut denganmu?" Tanya Khanna.
" Nanti kau akan tahu sendiri Nona, Sekarang ikutlah denganku, Jangan sampai aku berbuat kasar padamu." Ucap Pria itu.
" Tidak... Lepaskan aku, Biarkan aku pergi dari sini kita tidak ada urusan apa apa." Berontak Khanna.
Pri itu mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya lalu membekap wajah Khanna. Tubuh Khanna terkulai lemah karena obat bius yang pria itu berikan. Ia tidak sadarkan diri.
Nervan baru saja mandi, Ia melirik jam pada dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam. Ia tidak bisa mengantar Khanna karena Ia ada meeting sampai larut malam. Nervan duduk di tepi ranjang, Ia membuka ponselnya. Ada notif satu pesan belum terbaca. Nervan segera membukanya.
📲Sayangku
Mas aku dalam bahaya
Deg....
Jantung Nervan berdetak sangat kencang, Ia mencoba menelepon Khanna tapi tidak di angkatnya. Nervan melacak keberadaan mobil Khanna lewat gps yang di pasangnya.
" Baru keluar dari kota." Batin Nervan.
Nervan memakai jaketnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju posisi mobil Khanna saat ini. Sesampainya di sana, Nervan mencari cari keberadaan Khanna, Tapi nihil yang ada hanya mobil dan tasnya saja.
" Sayang Adek dimana???" Gumam Nervan.
" Aku harus meminta bantuan Papa Shiv dan Papa Sakti." Monolog Nervan.
Pertama Nervan menelepon Papa Shiv dulu. Panggilan terhubung.
" Halo Van ada apa malam malam gini telepon?" Tanya Papa Shiv setelah mengangkat panggilannya.
__ADS_1
" Pa Nervan butuh bantuan, Khanna hilang Pa sepertinya dia di culik." Jawab Nervan.
" Apa??? Bagaimana bisa? Dia hilang dimana?" Tanya Papa Shiv.
" Khan hilang dalam perjalan menuju kota B di jalan xx di sini hanya ada mobilnya saja Pa." Jelas Nervan.
" Baiklah Papa akan bantu mencari keberadaan Khan kamu tenang saja." Sahut Papa Shiv.
" Makasih Pa." Nervan memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah itu Nervan menelepon Papa Sakti dan Papa Reno. Mereka semua kaget, Untuk apa malam malam Khanna ke sana. Tanpa mereka ketahui bahwa Cafe Khanna yang ada di kota B mengalami kebakaran. Khanna tidak tenang jika harus menunggu besok pagi karena ada dua korban yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit.
...****************...
Sinar matahari masuk ke dalam kamar melalui celah celah korden. Khanna mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Kamar itu nampak asing baginya, Ia mengingat ingat apa yang terjadi dengannya.
" Ah Sial aku di culik oleh pria itu." Umpat Khanna setelah mengingat semuanya.
Khanna turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, Setelah itu Ia membuka pintu balkon. Udara sejuk menerpa wajahnya, Ia menatap ke sekitar yang menampakkan pemandangan seperti di pegunungan. Sekelilingnya merupakan tanaman pohon pinus.
" Wah Indahnya.... Baru kali ini ada penculik yang menempatkan tawanannya di tempat indah, rumah bagus, Apalagi kalau di beri makan enak enak, Biasanya kan penculik akan mengurungnya di gudang pengap.... Hah aku masih bisa bersyukur mendapat penculik yang baik hati." Ucap Khanna konyol.
" Kau betah di sini?" Tanya seseorang dari belakang.
Khanna menoleh ke belakang menatap pria yang sedang membawa nampan berisi makanan. Mata Khanna membulat sempurna setelah mengenali penculik itu.
" Kau...." Tanya Khanna tidak percaya.
" Kau terkejut melihatku? Akulah penculik si baik hati itu, Aku tidak akan menjadikanmu tawananku tapi aku akan menjadikanmu istriku." Ujar Reiner.
" Aku tidak sudi menjadi istri dari pria mesum sepertimu." Ketus Khanna.
Reiner meletakkan nampannya pada meja. Ia mendekati Khanna membuat Khanna memundurkan tubuhnya. Reiner terus maju sedangkan Khanna terus mundur hingga punggungnya menempel pada pagar balkon. Reiner mengukungnya. Ia menatap wajah cantik Khanna dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kau... Minggirlah, Aku tidak nyaman kita terlalu dekat seperti ini." Ucap Khanna.
" Kenapa? Bukankah aku pria mesum? Jadi aku akan menunjukkan padamu kadar kemesumanku." Ujar Reiner.
" Berani kau macam macam aku lompat dari sini." Ancam Khanna.
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Sahut Reiner mengendus pipi Khanna membuat Khanna mengepalkan tangannya.
" Minggirlah Tuan Reiner, Jangan memaksaku untuk berbuat kasar padamu." Ucap Khanna.
" Aku suka cewek kasar rasanya sangat menantang." Sahut Reiner menjauhkan tubuhnya.
" Makanlah jangan sampai kau sakit, Aku tidak mau kamu pingsan saat acara pernikahan kita nanti." Sambung Reiner.
" Apa maksudmu? Aku sudah menikah, Jangan pernah bermain main denganku Tuan Reiner atau kau akan menyesalinya." Teriak Khanna.
" Aku akan menikahimu setelah Nervan menceraikanmu." Ujar Reiner.
" Tidak... Mas Nervan tidak akan pernah menceraikan aku, Dia sangat mencintaiku dan dia pasti akan menemukanku dan akan menghajarmu." Ucap Khanna membuat Reiner terpancing emosi.
" Hanya aku yang boleh mencintaimu, Aku akan merebutmu dari Nervan, Dia harus menderita seperi ibunya yang sudah membuat ibuku menderita Khanna." Bentak Reiner.
__ADS_1
" A.... Apa maksudmu? Ibumu menderita karena ibunya Mas Nervan? Tante diana maksudmu?" Selidik Khanna.
" Jangan pernah menyebut namanya." Teriak Reiner.
" Aku tidak sudi mendengar nama wanita itu, Wanita licik yang sudah merebut ayahku... Aku membencinya.. Jika dia masih hidup aku pasti akan membunuhnya..." Teriak Reiner.
Pyar..... Prang.....
Reiner memecahkan barang barang yang ada di kamar itu membuat Khanna ketakutan.
" Reiner hentikan." Teriak Khanna.
Reiner menoleh ke arah Khanna. Ia langsung memeluk tubuh Khanna. Reiner menangis di dalam pelukan Khanna.
" Kau tahu.... Ayahku selingkuh dengannya, Ia bahkan terang terangan bermain gila dengannya di depan mata ibuku... Ibuku stres, Ia tidak mampu menahan rasa sakit hatinya... Hingga ibuku lebih memilih mengakhiri hidupnya, Hiks...Hiks..." Isak Reiner membuat Khanna merasa iba.
" Setelah dia mengambil seluruh kekayaan ayahku, Dia meninggalkan ayahku.... Kami hidup terlunta lunta sampai sampai ayahku ikut mengakhiri hidupnya juga... Khanna aku sangat menderita saat itu.... Aku bersumpah akan membalas dia, Tapi kini dia sudah tiada itu sebabnya aku akan membalas dendamku pada Nervan, Aku akan merebutmu darinya seperti ibunya merebut ayahku dari ibuku." Ujar Reiner melepas pelukannya.
"Ternyata tidak hanya ibuku yang menderita karena ulah Tante Diana, Aku bahkan pernah membalas kebencian kepada Mas Nervan." Batin Khanna.
" Rei... Tidak baik membalas dendam dengan seseorang, Ikhlaskan semuanya... Ayahmu juga bersalah dalam hal ini, Nervan tidak tahu apa apa tentang ini, Dia masih kecil saat itu, Hiduplah bahagia dengan kedamaian." Ujar Khanna.
" Tidak... Aku harus melihat keturunan Diana hancur." Kukuh Reiner.
Reiner mengambil sesuatu di dalam lacinya. Sebuah kertas dan pena.
" Sekarang tanda tangan di sini, Jika kau tidak mau maka aku akan membun*hnya." Ancam Reiner.
Khanna membaca surat itu.
" Surat cerai? Apa apaan kamu Reiner, Aku tidak mau bercerai darinya." Ucap Khanna.
" Baiklah berarti kau lebih memilih aku menghabisinya, Akan aku lakukan dengan senang hati." Ujar Reiner semangat.
" Ja... Jangan pernah lakukan itu, Beri aku waktu untuk memikirkannya." Pinta Khanna.
" Tidak ada waktu lagi, Sebelum dia menemukanmu kamu harus sudah menjadi milikku." Ucap Reiner.
Khanna menatap takut ke arah Reiner, Ia memikirkan bagaimana caranya mengulur waktu sampai Nervan menemukannya.
" Tunggu apa lagi? Cepat tanda tangani surat itu atau aku akan menelepon anak buahku untuk menghabisimu calon mantan suamimu itu." Ancam Reiner.
" Ba.... Baiklah." Gugup Khanna.
Dengan tangan gemetaran Khanna menandatangani surat itu, Tapi Ia menyelipkan tulisan kecil lainnya yang tidak di ketahui Reiner.
" Ini." Ucap Khanna memberikan surat itu.
" Bagus, Aku akan segera mengirimnya kepada Nervan, Persiapkan dirimu besok pagi kita akan menikah." Ujar Reiner meninggalkan Khanna dan mengunci pintunya dari luar.
" Mas semoga kau mengerti dengan kode yang aku berikan, Aku tunggu kedatanganmu untuk menyelamatkan aku Mas." Ujar Khanna dalam hatinya.
TBC.....
Jangan lupa like dan komentnya ya... Makasih
__ADS_1