
Sore hari Khanna berencana untuk pulang, Saat Ia membuka pintu tiba tiba seseorang menjegatnya di depan pintu ruangannya, Ia mendorong Khanna masuk kembali ke dalam ruangannya. Khanna menatap ke arah pria itu.
" Richard???" Gumam Khanna.
" Iya ini aku Khan." Sahut Richard menatap Khanna. Khanna duduk di sofa yang berada di dalam ruangannya.
" Mau apa kamu kesini? Aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu, Aku harus pulang." Tanya Khanna dengan tenang. Richard duduk di samping Khanna menggenggam tangannya.
" Khan maafkan aku." Ucap Richard.
" Lepas..." Khanna menyentak tangannya kasar.
" Aku mau menjelaskan semuanya padamu Yank, Ku harap kamu mau mendengarnya." Ujar Richard.
" Ckkk kau membuang waktuku saja untuk hal yang tidak penting Tuan Richard Roberto." Kesal Khanna.
" Apa kau tidak mau tahu tentang alasanku tidak datang saat acara pesta pernikahan kita? Tanya Richard.
" Kau menikahi wanita yang sedang mengandung keturunanmu, Apa kau kira aku tidak akan tahu semua kebusukanmu di belakangku?" Khanna menatap tajam pada Richard.
" Maafkan aku yang pernah membuat kesalahan di belakangmu, Aku salah karna aku tidak mengatakannya padamu, Aku takut kamu akan meninggalkan aku, Aku mencintaimu Khan hanya kamu." Ujar Richard.
" Aku tidak peduli apapun yang terjadi padamu yang jelas sekarang aku sudah menjadi istri orang lain, Dan kau juga sudah menjadi suami wanita lain, Jadi jalani hidup dengan jalan yang sudah kau tentukan." Sahut Khanna.
" Apa kau tidak merasa sedih mengalami semua ini? Sepertinya kau tidak merasakan kesedihan seperti yang aku rasakan." Tanya Richard.
" Hhhhhh." Khanna tertawa terbahak bahak membuat Richard memicingkan matanya.
" Kau lucu sekali Tuan Richard... Apa kau pikir aku akan menangisi pria brengsek sepertimu? Aku akan merengek memintamu kembali padaku? Atau terpuruk mengurung diri dan mogok makan karna di tinggalkan olehmu?... Atau kau ingin aku mengakhiri hidupku sendiri? Hidupku lebih berharga dari dirimu Tuan Richard." Khanna menatap Richard dengan senyum mengejek.
" Ya aku bisa melihat semuanya dari matamu, Aku tidak menyangka semua ini darimu, Padahal aku merasa sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa hubungan kita, Aku bahkan menangis sepanjang malam menyesali perbuatanku, Aku begitu tersiksa karna merindukan dirimu, Aku tersiksa dengan pernikahan ini... Aku selalu di hantui rasa bersalah kepadamu, Aku tidak menginginkan pernikahanku dengannya Khan." Jelas Richard.
__ADS_1
" Bulshitt." Ketus Khanna.
" Percayalah padaku, Aku mohon maaf padamu.." Richard berlutut sambil menggenggam tangan Khanna. Air matanya menetes membasahi pipinya. Hati Khanna bagai di sayat sembilu melihat pria yang Ia cintai terlihat begitu rapuh. Bohong jika Khanna tidak memiliki perasaan kepada Richard lagi, Ia masih mencintainya tapi luka yang Richard berikan mampu menutup perasaan itu.
" Aku terpaksa menikahinya karna kesalahan satu malam yang aku lakukan kepadanya hingga membuatnya hamil Khan, Aku harus bertanggung jawab atas semua itu, Karna kalau tidak perusahaan Ayahku terancam gulung tikar, Keluarganya mengancam akan mengajukan tuntutan kepadaku...Hiks..Maafkan aku... Aku mencintaimu.. Aku hanya mencintaimu Khanna...Hiks... Maafkan aku." Jelas Richard panjang lebar. Khanna tak kuasa menahan air matanya, Tapi Ia segera mengusapnya karna Khanna tidak mau terlihat rapuh di depan pria yang sudah menyakitinya.
" Aku tidak peduli soal itu." Sahut Khanna.
Richard berdiri di depan Khanna, Ia menangkup wajah Khanna dan memandang matanya.
" Katakan padaku jika kamu sudah tidak mencintaiku lagi." Ucap Richard menatap mata Khanna membuat Khanna gugup.
" Heh.. Apa kau pikir aku akan tetap mencintai pria yang telah melukai hatiku? Kau bahkan menghina keluargaku di depan semua orang Tuan Richard, Aku akan membalas semua penghinaan ini." Ucap Khanna menepis tangan Richard.
" Jika kamu memintaku untuk menikahimu maka aku akan menikahimu Yank.. Aku akan menceraikannya... Sekarang aku tidak peduli dengan perusahaan Papa lagi.. Asal kita bisa hidup bersama lagi." Ujar Richard.
" Benar benar pria tidak tahu malu, Apa kau pikir aku begitu mengharapkanmu? Kau salah Tuan Richard." Ketus Khanna.
" Aku yakin kau masih sangat mencintaiku, Aku yakin kau masih mengharapkanku, Pergilah bersamaku aku akan membawamu ke tempat yang jauh dimana tidak akan ada orang yang menemukan kita." Ucap Richard.
" Aku tidak berfikir ke sana saat itu." Sahut Richard.
" Apa kau mau melakukannya sekarang?" Richard mengangguk.
" Sayang sekali aku tidak berminat untuk melakukannya, Rasa cintaku untukmu mati saat kau meninggalkan aku, Di saat itu juga rasa itu berubah menjadi benci... Aku sangat membencimu Tuan Richard Roberto." Teriak Khanna.
" Aku tidak percaya, Kau bohong kau masih mencintaiku Khanna, Kau membohongi dirimu sendiri, Kau masih mencintaiku." Teriak Richard menarik tubuh Khanna hingga menghimpit tubuhnya.
" Kau tidak percaya?" Tanya Khanna, Richard menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak percaya dengan semua ucapanmu." Sahut Richard.
" Perlu kau ketahui Tuan Richard Roberto, Sebenarnya sejak kecil aku sudah di jodohkan dengan Kak Nervan, Kakak angkatku." Dusta Khanna.
__ADS_1
" Tidak mungkin." Sahut Richard.
" Apanya yang tidak mungkin?.. Kak Nervan jodoh yang di pilih kedua orang tuaku sejak kecil, Itu sebabnya mereka mengangkatnya menjadi putra mereka, Mereka mendidik calon suamiku dengan baik hingga Kak Nervan tidak akan pernah bisa menyakitiku, Tapi sayang... Aku justru termakan rayuan busukmu hingga aku menolak perjodohan ini, Tapi aku tidak menyesalinya setidaknya aku tahu mana pria brengsek dan mana pria yang baik... Aku bahagia akhirnya dia bisa menjadi suamiku, Suami yang bisa menjagaku, Suami yang sangat mencintaiku sepenuh hatinya." Ucap Khanna.
" Bukankah kau membencinya? Bukankah kau menganggapnya musuh?" Richard menatap Khanna.
" Dulu....Tapi saat dia menikahiku aku sudah merubah rasa benci itu menjadi cinta untuknya, Aku sudah menerimanya menjadi suamiku.... Dia suamiku... Suami yang aku cintai.... Sekarang pergilah dari sini aku muak melihat wajahmu." Usir Khanna.
" Aku mohon jangan lakukan ini padaku kembalilah padaku, Ayo kita pergi dari sini kita bisa hidup bersama." Ucap Richard kembali menggenggam tangan Khanna.
" Kau gila.. Pergilah sekarang jangan buang buang waktumu..." Pekik Khanna.
Tanpa di duga Richard mendorong Khanna ke sofa hingga membuat tubuh Khanna ambruk di sana, Richard menindih tubuh Khanna ingin menciumnya. Khanna memberontak tapi apalah daya tenaganya kalah dengan tenaga Richard.
" Jika aku meminta baik baik justru kamu menolaknya, Maka aku akan lakukan dengan cara kasar." Ucap Richard kehilangan kendali.
" Lepas..minggir Richard.. Lepaskan aku." Teriak Khanna. Richard memajukan wajahnya ingin mencium bibir Khanna, Khanna segera memalingkan wajahnya. Hingga tiba tiba..
" Apa yang kalian lakukan?" Teriak Nervan.
Bugh...Bugh...Bugh.... Nervan menarik tubuh Richard dan memukuli wajahnya hingga babak belur. Khanna segera berdiri, Ia menatap Richard yang sudah tersungkur dengan sudut bibir mengeluarkan darah.
" Uhuk...uhuk..uhuk..." Richard terbatuk batuk, Ia merasa sesak di dadanya akibat pukulan dari Nervan.
" Jangan pernah ganggu istriku lagi, Kalau tidak aku akan membunuhmu." Bentak Nervan.
Nervan menarik kasar tangan Khanna meninggalkan ruangan berjalan keluar menuju mobilnya. Ia membukakan pintu mobil Khanna.
" Masuk." Titah Nervan dingin. Khanna yang masih ketakutan hanya menurutinya saja.
Setelah keduanya masuk mobil Nervan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Khanna yang ketakutan hanya memejamkan mata saja tanpa berani mengeluarkan suaranya.
**TBC.....
__ADS_1
Hai readers makasih atas suport yang kalian berikan... Maaf jika feellnya kurang ya... Di sini karna Khanna pura pura tegar menghadapi Richard sebenarnya hatinya sangat rapuh... Miss U All**...