
Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah mendapat kiriman foto Khanna sedang bercumbu mesra dengan seorang pria di kamar hotel, Di tambah Iamembaca pesan mesra di ponsel Khanna yang di kirim oleb Keenan. Seseorang yang sedang berulang tahun.
Waktu menunjukkan pukul dua belas malam, Nervan berlari menuju kamar yang nomernya sudah Ia dapat dari pesan di ponselnya.
Brakkkk
Deg....
Jantung Nervan terasa berhenti berdetak, Dunianya seakan runtuh mendapati pemandangan di depannya.
" Khanna....." Teriak Nervan menghampiri Khanna yang sedang bergelung dengan selimutnya bersama seorang pria.
Khanna dan Keenan terkejut akan teriakan Nervan, Keduanya beranjak lalu menatap ke arah Nervan.
" Mas Nervan." Ucap Khanna yang belum sadar akan posisinya.
" Apa yang kamu lakukan dengan pria ini hah? Kamu mengkhianatiku? Kamu berselingkuh di belakangku, Kamu tega Khanna.. Kamu benar benar murahan." Bentak Nervan.
Hati Khanna mencelos mendengar hinaan yang Nervan lontarkan.
" Apa maksud....
Khanna menggantung ucapannya kala menyadari jika dirinya sedang bersama pria lain di atas ranjang. Ia menoleh ke arah Keenan yang sedang menatapnya.
" Kamu... Kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Khanna.
" Apa kamu lupa dengan apa yang kita lakukan beberapa jam yang lalu?" Tanya Keenan.
Khanna menatap dirinya yang hanya menggunakan tangtop dan Keenan yang bertelanjang dada, Lalu Ia menatap ke arah Nervan yang menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan.
" Mas kecewa padamu." Ucap Nervan menghapus air matanya.
" Mas kamu salah paham, Aku tidak tahu kenapa aku ada di sini, Aku yakin kalau aku sudah di jebak di sini." Kilah Khanna.
__ADS_1
" Di jebak? Di jebak bagaimana? Bahkan kita sudah janjian sebelumnya Khan, Jangan menuduhku seperti itu, Kita bahkan sudah sering melakukannya jika kau lupa." Ucap Keenan.
" Diam kau brengsek." Bentak Khanna.
Hati Nervan semakin sakit mendengar ucapan Keenan. Apalagi Nervan sempat membaca chat mesra yang di kirimkan Keenan untuk Khanna. Nervan tidak menyangka jika istri yang sangat di cintainya tega mengkhianatinya. Kini mata hatinya tertutup oleh rasa kecewa yang mendalam.
" Bohong.... Dia bohong Mas, Aku tidak pernah membuat janji dengannya, Aku tidak pernah melakukan dengan yang lainnya Mas, Dan percayalah tidak terjadi apa apa antara aku dan dia Mas." Ucap Khanna menghampiri Nervan. Saat Khanna hendak memegang lengan Nervan tiba tiba Nervan menghentikannya.
" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu." Ucap Nervan menghindar dari Khanna.
Deg.....
Hati Khanna bagai di sayat sembilu. Benarkah ini Nervan suaminya? Benarkah ini Nervan yang selalu menyayanginya? Ia menatap Nervan tak percaya. Nervan tidak percaya kepadanya? Nervan tidak mau di sentuh olehnya?
" Mas... Kau... Kau tidak percaya padaku? Kau menuduhku melakukan hal serendah ini? Kau lebih percaya dengannya?" Tanya Khanna dengan mata berkaca kaca.
" Dengarkan aku Mas, Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan Mas, Percayalah padaku aku tidak punya hubungan apa apa dengannya..." Jelas Khanna.
" Hah aku tidak menyangka jika orang yang paling aku cintai juga tidak mempercayaiku, Kau lebih percaya padanya, Aku akan membuatmu menyesal karena telah mempercayainya Mas." Cebik Khanna mengusap air matanya.
" Sekarang pulanglah jangan biarkan orang lain tahu masalah ini atau reportasiku akan di pertaruhkan di sini, Aku tidak mau reportasi ku hancur karena kelakuan bejatmu dengan selingkuhanmu itu." Ujar Nervan membuat Khanna membulatkan matanya.
" Baiklah jika itu maumu, Jika kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku maka aku juga tidak akan menjelaskan apapun padamu." Ujar Khanna.
Khanna menghampiri Keenan yang sedang duduk di tepi ranjang sambil menatapnya.
" Kemarilah Honey tinggalkan dia dan hidup bersamaku sesuai janji kita." Ucap Keenan.
Plakkkk
Tamparan keras mendarat pada pipi mulus Keenan. Keenan mengusap pelan pipinya yang memerah.
" Kau bermain kotor Keenan, Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal serendah ini, Aku membencimu." Bentak Khanna.
__ADS_1
" Tapi kau menikmati permainanku dan terus mendesah memanggil namaku sayang, Bahkan banyak tanda cinta yang aku tinggalkan di sana." Sahut Keenan menyeringai sambil menunjuk dada Khanna.
" Cih... Menjijikkan, Aku akan membalas semua penghinaan ini Keenan, Tunggu saatnya aku akan membalasmu bajing*n tengik." Umpat Khanna meninggalkan kamar laknat itu setelah memakai bajunya kembali.
Di dalam perjalanan pulang Nervan dan Khanna sama sama diam dengan pemikiran masing masing. Khanna berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengannya kenapa tiba tiba Ia berakhir di dalam kamar hotel dengan Keenan tapi Ia tidak bisa mengingat apa apa.
Sedangkan Nervan berpikir jika pesan yang selama ini Ia terima adalah kebenaran. Jika Khanna benar benar bermain di belakangnya. Setiap hari Ia menerima pesan tentang pertemuan Khanna dan Keenan beserta foto fotonya. Hingga tadi Ia mendapat kiriman foto mesra Khanna dan Keenan dari awal memasuki kamar hotel sampai foto Khanna dan Keenan di balik selimut hingga membuat amarahnya memuncak. Apalagi di tambah chat mesra yang Khanna terima dari Keenan benar benar membuat Nervan tidak percaya jika Khanna bisa melakukan hal serendah ini.
Lalu bisakah dia menerima pembelaan Khanna? Yang jelas jelas semua bukti telah memberatkannya? Bahkan Nervan sudah menyuruh orang untuk membuka rekaman cctv di sekitar kamar itu tapi nihil karena cctv yang mengarah pada kamar itu saat ini tengah rusak.
Sesampainya di rumah keduanya segera berjalan menuju kamarnya.
" Bersihkan dirimu dari jejak selingkuhanmu itu aku jijik melihatnya." Ucap Nervan yang masih di liputi emosi.
" Aku tidak akan menghilangkannya karena ini jejak suamiku bukan pria lain." Sahut Khanna.
Brakk
Khanna menutup pintu kamar mandi dengan kasar. Ia menyalakan air kran lalu menangis tersedu di dalam sana. Sedangkan Nervan mengacak rambutnya frustasi menghadapi permasalahannya saat ini.
Lima belas menit kemudian Khanna keluar kamar mandi, Ia sudah rapi dengan piyama tidurnya. Ia naik ke atas ranjang sambil menyelimuti tubuhnya sebatas dada.
Nervan mengambil bantal lalu Ia keluar kamar meninggalkan Khanna yang diam diam sedang menatapnya. Khanna kembali menangis saat Nervan menutup pintu kamarnya.
" Segitu jijikkah dirimu padaku Mas hingga kamu tidak sudi tidur denganku lagi? Hiksss.. Kenapa aku begitu ceroboh hingga membiarkan semua ini terjadi padaku hiks... Papa... Mama... Tolong aku.... " Isak Khanna.
" Kenapa Keenan tega melakukan semua ini padaku? Revi..... Dimana Revi saat kejadian itu? Bukankah sebelumnya dia minta ijin untuk bergabung bersama teman teman? Lalu dimana dia saat Keenan membawaku ke kamar itu? Ya aku harus menemui Revi besok pagi untuk meminta penjelasan darinya, Semoga dia bisa membantuku menyakinkan Mas Nervan jika aku tidak bersalah." Ujar Khanna dalam kesendiriannya.
TBC....
*SABAR YA JANGAN MARAH MARAH NANTI LEKAS TUA..
Miss U All*
__ADS_1