Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
ketabahan Nessa


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, saat ini Nessa sudah tiba di kediaman rumah mewah milik keluarga Aditama..


Dia langsung masuk ke dalam gerbang dan menyuruh para satpam untuk menjaga dengan ketat gerbang tersebut...


Nessa sudah berencana akan menghalau niat jahat yang akan Bella lakukan, dan dia juga akan memberi tahu kan masalah ini kepada Arkan suami nya...


"Huh..., kenapa hidup ku tidak pernah tenang , belum selesai masalah tentang mental mas Arkan, sekarang di tambah lagi dengan wanita ular seperti Bella, seperti nya aku harus menyiapkan beberapa penjaga untuk ku sendiri"


.


Ujar Nessa yang kini sudah masuk kedalam kamar nya, setelah membersihkan diri dari kamar Mandi, Nessa langsung duduk di atas ranjang kamar, seperti nya niat untuk memberitahu sang suami akan segera dia lakukan karena Nessa takut jika Bella akan berindak lebih mengerikan lagi..


Arkan mungkin saja tidak akan tergoda dengan rayuan seorang Bella, tapi Arkan pasti akan percaya jika Bella berhasil memfitnah diri nya dengan pria lain,


Jangan sampai itu terjadi ......


Setelah puas berfikir Nessa langsung menghubungi nomor handphone milik Arkan


Tut.... tut... tut...


"Hallo"


Sapa Arkan dengan suara dingin...


"Hallo mas, apakah mas sedang sibuk saat ini? " tanya Nessa dengan lembut


"Tidak, aku akan segera pulang, kau tunggu aku"


jawab Arkan membuat Nessa langsung terdiam membisu...


Dia merasakan ke anehan dengan jawaban dari suami nya tersebut, dari perkataan nya menyematkan nada dingin dan juga marah...


"Baiklah, aku akan menunggu kamu mas"


Jawab Nessa mencoba untuk tersenyum...


Setelah panggilan berakhir, Nessa langsung turun kebawah untuk menyiapkan makan siang mereka,


Nessa berniat akan membuatkan makanan kesukaan suami nya tersebut...


"Okey, sekarang saat nya untuk ber eksperimen"

__ADS_1


Ucap Nessa semangat, dengan di bantu oleh bik sumi, Nessa bisa menyelesaikan masakan dalam waktu setengah jam lama nya, dan setelah selesai menghidangkan makanan tersebut, Nessa mulai kembali ke atas untuk berganti baju..


Siang ini, dia harus tampil dengan cantik dan juga enak di pandang, dengan begitu akan mengurangi rasa Emosi Arkan yang belum dia ketahui pemyebab nya...


Satu jam menunggu Akhirnya Suami nya Arkan sudah tiba di halaman rumah tersebut,


Nessa yang di panggil oleh bik sumi pun langsung turun dari anak tangga dengan memasang senyum di bibir nya...


Sedangkan Arkan saat ini pria tampan itu sudah turun dari mobil, dia langsung masuk kedalam dengan membawa jas di tangan sebelah kiri...


Arkan berjalan memasuki rumah dengan tatapan tajam dan wajah dingin, bahkan bik sumi yang ingin menyapa nya pun langsung mengurungkan niat nya tersebut dan berlalu pergi ke arah dapur


Setiba nya di bawah tangga, ternyata bertepatan dengan tiba nya Arkan yang juga sudah berdiri di depan tangga tersebut...


Dengan berlari kecil Nessa mulai mendatangi suami nya dan memeluk tubuh itu dengan erat...


"Selamat siang suami ku"


Sapa Nessa dengan manja, sambil menelusup kan wajahnya di dada bidang milik Arkan...


5 menit sudah Nessa memeluk Tubuh suami nya, tapi tetap saja tidak ada balasan ataupun pergerakan dari suami nya tersebut...


Nessa yang mulai merasa aneh pun langsung melerai pelukan itu dan mendongakkan wajah nya menatap Arkan...


Tanya Nessa penasaran...


Arkan tampak berwajah tidak bersahabat, seperti nya sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang membuat Nessa harus kembali mengelus dada nya dengan kasar...


"Dari mana kau Nessa? "


Tanya Arkan menggema dengan suara bariton yang kuat


"Maksud mas Apa? " tanya Nessa kembali


"Jawab pertanyaan ku Nessa, kau dari mana saja tadi pagi? "


"Aku..... aku keluar sebentar mas"


Jawab Nessa menunduk, kali ini dia sudah melangkah mundur menjauhi suami nya tersebut...


"Kenapa kau tidak mengatakan nya kepada ku Nessa? apakah kau sengaja ingin membohongi ku iya? " tanya Arkan memegang kedua bahu Nessa dengan kuat

__ADS_1


Nessa mencoba bertahan, seperti nya Bella sudah memulai rencana nya untuk membuat Arkan kembali marah kepada dirinya...


"Mas... siapa yang mengatakan nya kepada mu mas, coba katakan pada ku"


"Kau tidak perlu tahu Nessa, yang aku ingin tahu sekarang, kenapa kau tidak jujur kepada ku, kau menemui siapa keluar, apakah kau menemui pria yang bernama Riko, iya kan? "


Tanya Arkan dengan nada menuduh, Nessa langsung menatap wajah Arkan dengan tajam mereka kini saling menatap satu sama lain...


"Siapa yang mengatakan itu mas, apakah Bella yang mengatakan nya kepada mu? "


"Jangan membawa bawa orang lain dengan kelakuan mu itu Nessa, aku mengetahui dari orang yang bisa aku percaya, kenapa kau melakukan ini Nessa? " tanya Arkan berteriak..


"Mas, aku memang keluar dari rumah tadi pagi, tapi aku tidak bertemu dengan Riko ataupun pria yang lainnya, aku hanya menemui dokter Rio untuk meng konsultasi kan penyakit mu itu mas.. "


"Apa... !!! jadi kau menemui dokter pribadi ku, untuk apa Nessa, bukan kah sudah aku peringatkan agar kau tidak pergi menemui nya atau pun berhubungan dengan nya, aku tidak suka Nessa"


"Mas.., tolong jangan seperti ini, kamu terlalu berlebihan dalam menilai semu orang mas... dokter Rio adalah dokter pribadi mu, jadi sudah sepantas nya jika aku meminta resep obat dengan nya, aku ingin kamu bisa kembali tenang mas, kamu butuh obat , agar kamu tidak selalu terpancing emosi"


Jelas Nessa membuat Arkan menjadi semakin marah...


"Aku tidak sakit Nessa, kenapa kau tidak bisa mempercayai ku, aku ini normal dan aku bisa bekerja dengan baik, aku tidak akan marah jika tidak ada penyebab nya,"


"Baiklah.. aku mengalah mas.. aku mengaku salah, tolong maafkan aku"


Nessa langsung berlutut di depan suami nya tersebut..


Rasa nya dia tidak tahu harus menjelaskan apa lagi, karena semua penjelasan nya juga akan membuat Arkan menjadi emosi dan marah...


Sedangkan Arkan, yang melihat sikap istri nya itu pun mulai diam membeku..


Sungguh dia tidak ada niat untuk memarahi istri nya tersebut, dan dia melakukan nya tanpa sadar...


"Sayang... bangun lah.. kau tidak boleh seperti ini"


Ucap Arkan ikut berlutut di depan Nessa, kini Nessa sudah mengeluarkan air mata nya, dia menangis meluapkan rasa yang tidak dapat dia jabarkan lagi...


"Mas.., ayo kita minum obat, aku mohon"


Ajak Nessa memegang tangan Arkan, dengan cepat Arkan mengikuti kemauan istri, nya dan mereka mulai bangkit berjalan menuju ke arah meja makan..


Nessa menghapus air mata yang ada di pipi nya, seperti nya dia harus benar-benar kuat sekarang, menjadi pasangan dari seorang pria yang mengalami gangguan mental, memang lah tidak mudah, dan Nessa harus bisa menyembuhkan Arkan seperti 2 tahun yang lalu...

__ADS_1


"Semangat Nessa" gumam nya di dalam hati


__ADS_2