Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 37


__ADS_3

Tepat pukul 13.00 siang, kak Arkan keluar dari kamar mandi dengan memakai celana bokser dan baju kaos putih polos, dan dia langsung menghampiri ku yang saat ini masih tertidur dengan nyenyak,


tadi setelah meletakkan ku di atas ranjang nya yang empuk, dia pun langsung bergegas membersihkan diri karena sudah sangat gerah,


dan saat ini dia masih betah menatap wajah ku yang tertidur pulas, sambil menyentuh pipi ku dengan jari telunjuk nya


"kamu benar benar buat aku gila Nessa, se andai nya saja terjadi apa apa sama kamu, aku yakin saat ini aku pasti sudah masuk rumah sakit jiwa" ucap nya menatap wajah damai ku


"aku janji, mulai sekarang akan lebih menjaga mu lagi, jika perlu aku akan menikahi mu agar kamu bisa ada di dekat ku 24 jam, hem pasti sangat menyenangkan" ucap nya tersenyum sendiri


tak lama kemudian terdengar suara handphone yang bergetar tanda panggilan masuk


"hallo, assalamualaikum ma" ucap arkan


"Walaikumsalam sayang, gimana, kamu udah berhasil menyelamatkan Nessa kan nak" tanya mama khawatir


" udah ma, dan dia baik baik aza, Albert sialan itu tidak ada menyentuh nya ma"


"alhamdulillah kalau gitu nak, jujur mama sangat khawatir dengan keadaan nya saat ini"


"ya udah mama tenang aza ya, Arkan janji akan lebih menjaga nya mulai saat ini ma"


"iya mama percaya sama kamu sayang, ini sekarang kamu ada dimana nak"

__ADS_1


"aku bawa Nessa ke apartemen aku ma"


"apa..... kamu jangan apa apain dia ya nak, di halalin dulu baru boleh di apa apain" ucap mama mengingat kan


"pasti ma, paling cuma cium doank ma" jawab arkan menggoda


"ih kamu ya, dibilangin juga, ya udah asal jangan ke bablasan, kalau gitu mama tutup ya telfon nya, besok mama mampir ke apartemen kamu"


"siap ma, okey Arkan tunggu ma, assalamualaikum"


"Walaikumsalam nak"


dan arkan pun mematikan panggilan nya sambil tersenyum senang, dia sangat bahagia karena mama nya selalu mendukung hubungannya dengan ku, dan tak lama kemudian dia pun langsung naik ke atas ranjang dan ikut tidur di samping tubuh ku, memelukku dengan erat, dan mulai memejamkan mata nya


****


aku pun mulai menoleh kesamping kanan, dan betapa terkejut nya aku saat melihat wajah kak arkan yang tepat berada sedikit di atas kepala ku, sedang tertidur dengan lelap, dan aku kembali melihat ke arah badan ku yang tak bisa digerakkan ternyata, kak arkan telah memelukku dengan tangan nya yang melingkar di atas perutku,


degg......, jantung ku mulai berdetak dengan sangat kencang, ini gila, aku tidur dengan di peluk oleh pria yang berstatus kekasih ku, apa yang aku lakukan, dan aku mulai meneliti baju ku dengan menggerakkan leher ku kesana kemari, sampai orang yang memelukku itu pun mulai terusik dengan gerakkan ku


"sayang,,,, jangan gerak terus, apa kamu mau membangunkan nya" ucap kak arkan tiba tiba dengan masih memejam kan mata nya


aku pun terkejut dengan yang di ucap kan oleh kak arkan barusan, "membangunkan nya" apa maksud nya,

__ADS_1


"kak, kenapa kakak tidur disamping ku dan memelukku begini" tanya ku gugup


dan dia pun langsung bangun dari tidur nya, tapi bukan bangkit,melainkan dia langsung menimpa tubuhku dengan masih berjarak, karena dia menyangga tubuh nya dengan sebelah tangan nya


"kenapa? apa kau tidak menyukai nya"


dia bertanya tepat di depan wajah ku, lumayan dekat, bahkan aku bisa merasakan aroma mint yang keluar dari mulut nya,


aku sangat gugup dan tak bisa menjawab, aku pun mulai membalas menatap matanya, menyelami dalam dalam perasaan yang mulai menggebu


"kak, seperti nya posisi kita saat ini terlalu dekat, membuat ku menjadi gugup" ucap ku dengan pipi memerah


"aku juga gugup, tapi aku sangat menyukai posisi ini"


dan tidak ku sangka, kak arkan semakin mendekat kan wajah nya ke wajah ku, dan tak lama kemudian aku merasakan sentuhan hangat yang mendarat di bibir mungil ku, ya kak arkan mencium ku dengan lama, setelah itu dia kembali menatap wajahku dan tersenyum manis, aku pun membalas senyuman nya, setelah itu dia kembali menempelkan bibir nya ke bibir ku, tapi kali ini dia mulai memangutnya dan mencium nya dengan menuntut, aku pun membalas nya dengan senang hati, walau masih kaku, tapi lama lama kami pun saling *******, bertukar saliva, dengan rasa cinta di hati yang mulai berkobar bagai api yang sangat membara, seperti dua hati yang disatukan, kami pun mulai merasakan kenikmatan cinta yang sebenarnya..


, setelah lima menit saling membalas, kak arkan pun menghentikan ciuman nya dan mulai memegang kepala belakang ku dengan tangan nya, menyatukan kening kami sambil bersama sama menghirup udara, lalu dia tersenyum ke padaku sambil membersihkan cairan basah yang ada di bibir ku dengan jari tanganya


"sangat manis, ternyata aku benar benar kecanduan" ucap nya menggoda


"kakak apa an sich, kan aku jadi malu" ucap ku sambil menutup wajahku dengan kedua telapak tangan ku


"kenapa malu, kamu pintar walau masih kaku, tapi tenang, kita akan belajar bersama agar lebih hot lagi"

__ADS_1


"ih resek dech"


dan aku mulai memukul nya menggunakan bantal yang aku pegang, dan kami pun mulai tertawa bersama, tampa ada adegan selanjutnya nya, karena aku dan kak arkan sama sama punya komitmen bahwa harus menahan diri sampai menjadi halal,,........


__ADS_2