
Hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk seluruh mahasiswa angakatan akhir S2, begitu pun dengan kak Arkan, aku dapat melihat kebahagiaan yang terpancar di raut wajah nya ketika tadi malam aku menemani nya pergi ke butik mama Iren untuk mengambil baju batik yang akan dia kenakan hari ini, serta baju kebayak yang akan aku pakai untuk menghadiri acara wisuda kak Arkan,
Kami memakai pakaian couple berwarna biru dongker, ini ada lah baju yang mama Iren buat kan khusus untuk kami ber dua, tadi malam aku ikut memilih baju yang ada di katalog,dan aku memutus kan memakai baju couple yang ada di foto paling bawah,
Dan saat ini, tepat pukul 07.00 pagi, aku sedang di rias oleh MUA yang di panggil khusus oleh mama Iren, kata mama, aku harus tampil cantik hari ini, karena mereka akan mengenal kan ku kepada semua jajaran di kampus jika aku adalah calon istri kak Arkan
Rasa nya seperti mimpi, bisa di cintai dan menjadi calon menantu keluarga terpandang di ibu kota jakarta, bahkan aku tidak pernah berkhayal sebelum nya, setelah semua selesai, aku pun mulai meneliti penampilan ku di depan cermin
"Sudah siap nona, yey sangat cantik dan memukau, eike yakin 💯 % pasti itu si tuan muda Arkan akan terpesona melihat penampilan yey ini,! " ucap MUA yang bergaya gemulai
"Kak mince' bisa aja sich muji nya, Nessa jadi salting ini kan" jawab ku malu
"Ha.... ha.... ha... yey gemes banget sich, kayak eike dulu waktu masih ABG, malu malu tapi mau" kata nya sambil mentoel pipi ku
Dan saat kami sedang tertawa karena kerecehan nya itu, yang selalu memuji ku, ternyata pintu kamar pun terbuka dan kami tidak menyadari nya
"Hey pria jadi jadian, singkirkan tangan mu itu dari wajah calon istri ku" jerit kak Arkan tiba tiba
Dan aku sampai terlonjak kaget karena teriakan nya itu, ya saat ini aku memang sudah berada dirumah kak Arkan, karena tadi malam mama Iren memaksa ku untuk menginap dirumah nya, takut telat kata nya, akhirnya aku pun menuruti permintaan nya, dan aku di tempat kan di kamar tamu untuk beristirahat,
"Kak, kok pagi pagi udah marah gitu, lagian kak Mince' cuma menoel pipi ku aja kok" kata ku menjelaskan
"Apa kamu lupa, walau bagaimana pun dia ini tetap lah laki-laki, kenapa mama tidak membawa wanita saja untuk merias mu, kenapa harus pria jadi jadian ini" tanya nya mendekati ku dan menatap sinis kak Mince'
__ADS_1
"Oiy cowok tampan yang tak berperasaan, seharus nya yey itu berterimakasih ya sama eike, yey lihat donk ini pacar yey udah eike permak menjadi gadis tercantik di kota jakarta ini, heh... " ucap nya kesal
Degg..... dan kak Arkan pun mulai menatap ku dari atas sampai bawah, lalu kembali menatap wajah ku lagi sambil tersenyum smirk, entah apa yang sedang dia fikir kan
"Benar kata nya, ternyata kau sangat cantik gadis kecil ku, kalau begitu nanti saat di kampus, aku harus mengumumkan kepada semua orang jika kau adalah milik ku, agar tidak ada yang berani mengganggu mu, saat nanti aku sudah tidak kuliah lagi, ucap Arkan di dalam hati sambil tersenyum
"Ya kau benar, ternyata pacar ku benar-benar sangat, sangat, sangat cantiik," jawab kak Arkan menatap ku
"Kirim nomor rekening mu ke nomor handphone ku, minta pada asisten mama, aku akan memberi bayaran lebih untuk mu" kata kak Arkan menatap kak Mince'
"Wah terimakasih tuan boss, yey memang sangat baik, aike doakan kalian berjodoh" ucap mince' senang
"Pasti!!!, sekarang kau boleh keluar" usir kak Arkan
***
"Apa lipstik ini waterproof, aku ingin sekali mencium mu sayang" tanya nya menggoda ku
"Jangan sekarang yank, nanti aja abis acara wisuda, baru kakak boleh mencium ku" jawabku sambil menaruh telunjuk ku di bibir nya
"Beneran ya, aku akan menagih janji mu itu sayang"
Dan dia langsung menundukkan kepalanya, menelusup kan wajah nya ke dalam ceruk leher ku, tubuh ku langsung meremang, karena sentuhan asing yang diberikan oleh kak Arkan
"Ahh........
__ADS_1
Suara aneh itu, lolos begitu saja dari bibir ku, saat kak Arkan menyesap leher ku dengan begitu kuat,tepat disebelah kiri leher ku, dan di akhiri dengan dia mulai mencium nya
" kak....?
"Apa sayang, aku hanya membuat stempel kepemilikan" ucap nya santai dan berdiri tegak kembali
"Ayo kita keluar, mama dan papa sudah menunggu kita sedari tadi
" Apa...???? kenapa kakak baru ngomong sekarang, kan aku gak enak sama orang tua kakak, masak iya mereka yang menunggu Nessa, kan kebalik" ucap ku khawatir
"Mereka ngerti kok sayang, kenapa kita lama, mereka kan juga pernah muda"
"Ih kak Arkan nyebelin dech" aku memeluknya dengan erat,
"Sebel kok di peluk" ucap nya menyindir
Dan kami pun tertawa bersama sambil keluar dari kamar menuju kebawah, setelah sampai di bawah, mama Iren langsung menyambut kedatangan ku dengan tersenyum senang
"Ini beneran calon mantu mama, kok jadi cantik banget gini,beneran cantik kan pa" tanya mama ke papa marko
"Iya ma, memang anak papa yang satu ini, sangat pintar mencari calon istri" ucap nya sambil memukul ringan bahu kak Arkan
"Iya donk pa,santai tapi tepat sasaran, itu yang papa ajarkan sama Arkan"
dan papa pun menanggapi nya dengan tertawa, dia merasa bangga dan senang karena anak nya telah menemukan kebahagiaan nya lagi,
__ADS_1
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi kami pun mulai menuju ke kampus, di perjalanan mama Iren selalu memegang tangan ku dan mengajak ku berbicara, dia sangat supel orang nya, aku merasa seperti sedang dekat dengan ibu ku,
Dan dari kaca kecil yang ada didepan, aku melihat kak Arkan yang selalu tersenyum menatap ke arah kami berdua, aku yakin dia pasti sangat bahagia melihat ke akraban ku dengan mama nya, aku berdoa semoga kesenangan ini akan selalu terjadi dan tak pernah berakhir........