Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Ketakutan Nessa


__ADS_3

Tidak terasa malam telah tiba, dan saat ini Arkan sudah tertidur lelap di atas pangkuan Nessa,


Nessa masih betah duduk menemani suami nya agar bisa tidur dengan nyenyak, sedangkan diri nya sendiri, dia benar benar merasa pusing dan stress...


Kedua mertua nya sedang pergi keluar negeri untuk mengecek bisnis yang ada di sana, sangat ingin rasa nya bisa mencurahkan isi hati kepada mama mertua nya,


Tapi Nessa terlalu takut jika harus membuat kedua orang paruh baya tersebut merasa panik dan juga khawatir...


Begitupun dengan kedua orang tua Nessa, dia benar benar tidak berani untuk mengeluh apa pun kepada mereka,


Karena Nessa berfikir ini lah pilihan nya sendiri, pilihan yang dengan susah payah dia perjuangkan dan pertahankan... walaupun dia harus menentang perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua nya...


Tanpa terasa air mata nya sudah mengalir di atas pipi, Nessa sekarang benar benar sendiri, dia harus berjuang sendiri agar bisa kembali menyembuhkan sang suami dari penyakit buruk nya yang kembali kambuh....


Karena Arkan tidak mau mengakui jika diri nya sakit, bahkan pria tampan itu, memang lah terlihat normal seperti pria pada umumnya..


"Kenapa kamu jadi seperti ini mas....! aku berdoa agar kamu mau menuruti ku untuk kembali berobat seperti dulu"


Ucap Nessa sambil terus mengelus rambut tipis pria tampan tersebut..


Setelah memastikan suami nya tidur dengan pulas, Nessa pun memindahkan kepala Arkan ke atas bantal, dan dia mulai bangkit dari ranjang tersebut..


Saat ini fikiran nya benar benar sedang kalut, di tambah lagi minggu depan dia akan mengikuti program yang di berikan oleh pihak kampus..


Jika Nessa menjadi guru sementara di sebuah sekolah, sudah pasti dia akan bertemu dengan banyak guru pria yang juga mengajar di sekolah tersebut,


Entah bagaimana cara nya agar Arkan tidak berfikir secara berlebihan jika saja dia harus terpaksa berinteraksi dengan guru pria yang ada di sekolah itu...


"Aku harus membawa kak Arkan untuk kembali berobat, aku tidak mungkin membiarkan kebiasaan buruk nya ini terus terjadi setiap hari nya, "


Gumam Nessa sambil menatap ke arah suami nya yang tertidur lelap...


Setelah itu, Nessa langsung mengambil handphone nya yang ada di atas nakas, dan mulai keluar dari kamar dengan melangkah pelan...

__ADS_1


Sesampainya di ruang tamu, Nessa mulai menghubungi nomor seseorang yang tak lain adalah dokter yang pernah menangani penyakit suami nya tesebut...


"Hallo..." sapa seorang pria di sebrang sana..


Dengan terbata bata Nessa mulai menjawab sapaan Tersebut, ini adalah pertama kali nya untuk diri nya kembali menghubungi dokter Rio, karena selama satu tahun ini, dia berusaha untuk percaya jika suami nya memang lah sudah sembuh...


"Hallo Dokter! , "


"Hallo juga nyonya Nessa, ada apa ya malam malam begini menghubungi saya? apakah tejadi sesuatu kepada tuan Arkan? "


Tanya dokter tersebut yang mulai penasaran..


"Dokter..., sebenarnya suami saya sudah sering mengamuk, dia... selalu marah dan tidak bisa menjaga emosi nya lagi dokter"


"Sejak kapan dia menjadi seperti itu lagi nyonya? "


"Hampir satu tahun ini Dokter, dia sempat tidak mengamuk di saat saya mengambil cuti kuliah, dan setelah saya kuliah kembali, dia mulai kembali mengamuk Karena selalu berfikir terlalu berlebihan kepada saya dokter"


"oh..., seperti nya tuan Arkan harus melakukan terapy kembali Nyonya, mungkin saja, ketakutan nya akan kehilangan secara berlebihan telah kambuh kembali,"


Ucap Nessa mulai bersedih, dokter Rio yang memang sudah mengenal mereka sejak lama pun dapat mengerti dengan perasaan Nessa dan juga Arkan


"Saya mengerti dengan perasaan nyonya, dan saya juga sangat mengerti dengan perasaan Tuan Arkan saat ini, dia sebenarnya tidak lah sakit, dan dia merasa sangat sehat, maka dari itu dia bersikeras jika dia baik baik saja, "


"Iya,. dokter benar, itulah yang dia katakan setiap hari nya kepada saya Dokter, bahkan sampai saat ini dia bisa memegang perusahaan besar milik keluarga nya, tapi.... terkadang dia juga........


" Iya, saya tahu maksud anda nyonya, jika begitu besok datang lah ketempat klinik saya, kita akan membicarakan nya lebih jelas lagi"


"Baik Dokter, jika begitu saya tutup sekarang, terimakasih dokter"


Jawab Nessa sambil mematikan panggilan tersebut...


Setelah itu dia pun berbalik arah untuk kembali ke arah kamar, tapi saat dia akan melanjutkan langkah nya, Nessa di kejutkan dengan seorang pria yang sudah berdiri sambil menatap diri nya...

__ADS_1


Degg.....


Jantung Nessa terasa sangat berdetak kencang, sejak kapan pria itu sudah ada di belakang tubuh nya, dan apakah dia mendengar semua pembicaraan nya di telfon bersama dokter Rio


Ini adalah pertama kali nya Nessa berani menghubungi dokter berumur yang masih sangat tampan tersebut, dan tentu saja sebelum nya dia tidak pernah berani karena suami nya Arkan melarang keras dirinya untuk berkomunikasi dengan seorang pria selain papa mertua dan juga ayah nya sendiri...


Bahkan Adik Nessa pun sangat jarang dia hubungi, karena Arkan tidak terlalu suka jika istri nya mendapatkan perhatian lebih dari seorang lelaki selain diri nya...


Itulah kehidupan Nessa selama satu tahun lama nya, dia sangat mencintai pria yang masih berdiri menatap nya tajam tersebut tapi juga merasa terkekang seperti hidup di dalam penjara, penuh ketakukan dan juga kewaspadaan...


"Mas Arkan.....! "


Ucap Nessa membulatkan mata nya, kini jantung nya langsung berdisko dengan sangat kencang, bahkan Nessa sampai mengeluarkan keringat dingin di tangan nya...


"Kau sedang apa? " tanya Arkan menatap tajam..


"Aku... aku sedang...... "


Nessa terbatas bata menjawab pertanyaan dari suami nya, dia sempat menunduk menetralkan rasa takut di hati nya...


Grepp.......


Tiba-tiba saja Nessa merasakan pelukan dari seorang pria yang tak lain adalah suami nya sendiri...


Arkan memeluk tubuh Nessa dengan sangat erat sambil mencium rambut panjang wanita itu yang sangat harum dan menenangkan...


"Kenapa kau meninggal kan aku sayang? aku sudah tertidur lelap tadi, tapi saat aku ingin memeluk tubuh mu, kau tidak ada disamping ku, "


Tanya Arkan yang membuat Nessa langsung merasa lega di hati nya...


"Maaf mas..., aku... aku tadi keluar sebentar untuk mengecek pintu rumah kita"


"Iya, aku tahu, mulai besok kau harus membangunkan suami mu ini, atau tidak kau tidak usah keluar kamar lagi, biarkan saja pintu nya tidak terkunci, aku yakin tidak akan ada yang berani masuk kedalam rumah kita, Karena rumah kita memiliki CCTV...

__ADS_1


Degg...


" Ya Tuhan...., aku melupakan jika ada CCTV di ruangan ini, semoga saja mas Arkan tidak mengecek nya, kenapa aku selalu hidup dalam ketakutan setiap hari nya, apakah ini normal? " tanya Nessa di dalam hati... "


__ADS_2