Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 56 (Menghabiskan malam terakhir)


__ADS_3

"Kak, kenapa kita kesini ?" tanyaku menatap kak Arkan yang sedang menutup pintu apartemen nya


"Emang nya kenapa? , apa kamu sudah tidak mau lagi menghabiskan waktu berdua sama aku? " jawab nya sambil berjalan ke arah ku


"Ya mau, tapi kan besok aku mau pulang kak, terus aku belum beresi koper buat besok pulang"


"Besok aku bantu, sekarang biarkan kita menghabiskan waktu kita berdua, tampa gangguan apa pun" ucap nya sambil menyelipkan rambut ke telingaku


"Apa kamu sudah siap untuk jauh dari ku, apa kamu tidak akan merindukan ku? " tanya kak Arkan, menatap mata ku


"Pasti nya aku akan sangat merindukan kakak, tapi kakak kan udah janji bakal nyusul Nessa ke Bandung? " jawab ku cemberut


"Iya sayang,.... kakak akan susul kamu, tapi sepulang kakak dari luar negeri, papa menyuruh kakak untuk ke Singapura mengurus bisnis di sana selama seminggu, kamu tunggu kakak ya ? bilang juga ke orang tua kamu, setelah semua selesai aku akan langsung ke Bandung sayang" ucap nya menangkup wajah ku


"Iya,,, semoga pekerjaan kakak cepat selesai ya, aku akan menunggu kedatangan kakak" jawab ku tersenyum


"Makasih pacar ku yang cantik,,, jujur aku sangat mencintaimu sayang" ucap nya sambil memeluk tubuh ku..


Aku pun membalas pelukan kak Arkan yang terasa sangat nyaman itu


"Aku juga, cinta banget sama kakak" ucap ku tersenyum


"Kamu di sana jangan macem-macem ya sayang, jangan dekat sama pria lain, apa lagi Leo, jika dia bertamu ke rumah mu, kakak tegas kan kamu jangan keluar kamar, jangan sampai kamu menemui nya, aku tidak akan mengizinkan jika itu terjadi, " ucap nya serius


"Iya kak, aku ingat kok semua pesan kakak, ternyata memang benar semua yang mama Iren bilang, kalau kakak itu sangat posesif" ucap ku melerai pelukan dan menatap wajah kak Arkan sambil tersenyum


"Apa saja yang mama katakan, apa tadi siang kalian telah menggibahi aku, pantas saja waktu aku makan siang tadi aku selalu bersin bersin"

__ADS_1


"ha.... ha.... ha... tebakan kakak emank bener, mama sudah membongkar semua kejelekan kakak ke pada ku, tapi tenang aja, walaupun kakak itu posesif dan menyebal kan, aku akan tetap cinta kok sama kakak" jawab ku menggoda nya


"Oh,,, sekarang kamu sudah pintar menggoda ya?? " ucap nya sambil menggelitiki badan ku


Kami pun mulai tertawa bersama tampa beban, menghabiskan waktu dengan bersenda gurau berdua, ini adalah momen yang tak akan pernah terlupakan untuk ku, walau sederhana, tapi terasa sangat maniss.......


***


Saat ini waktu sudah menunjuk kan tepat pukul 22.00 malam, aku dan Kak Arkan pun mulai berjalan menuju ke arah kamar yang ada di apartemen, setelah melakukan perdebatan panjang, akhir nya kak Arkan yang menang, dia menyuruh ku untuk menginap di apartemen nya, tidur berdua dalam satu kamar dan satu ranjang, aku sempat tidak setuju dengan permintaan nya itu, tapi setelah dia meyakin kan ku jika dia tidak akan melakukan hal di luar batas, akhirnya aku pun menuruti nya, bukan karena aku menginginkan nya juga tapi karena aku terpaksa untuk menuruti ke inginan nya, rasa nya sudah sangat lelah berdebat dengan nya dan aku memilih untuk mengalah


"kak..... apa kita akan tidur dalam satu ranjang? tanya ku mulai deg degan sambil berdiri di samping ranjang


" Iya sayang,... kenapa kok tegang gitu wajah nya, aku kan udah janji tidak akan melewati batas, paling cuma peluk doang" jawab nya menggoda ku


"Ih.... kakak apaan sich, aku gak bisa kak, ini pertama kali nya aku tidur sama pria dewasa, coba kakak pegang dada aku, berdebar dengan kencang kan.... deg.. deg... deg... " ucap ku sambil meletakkan telapak tangan kak Arkan tepat di dada ku


"Maksud nya menggoda apa sich kak ? udah mending kakak rasakan debaran jantung aku ini, aku beneran nervous kak" ucap ku panik


"Iya aku merasakan nya sayang.... sedikit lembek, dan lumayan besar, pasti sangat pas di tangan ku" jawab nya ngelantur sambil tersenyum


"Kok kakak ngomong nya mulai aneh..... ? "


Aaaaa............... jerit ku karena terkejut, aku pun mulai menyadari dengan apa yang telah aku lakukan dan langsung menghempas kan tangan kak Arkan yang ada di dada ku


"Ih... kakak mesum, pantes aja ngomong nya aneh banget, udah ah aku mau ke kamar mandi dulu" ucap ku langsung berlari masuk ke dalam toilet.


"Ha.... ha.... ha.... lucu,,, kamu lugu banget sich sayang,, pengen banget aku remes remes" ucap kak Arkan tertawa melihat tingkah ku

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, aku pun sudah keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ke ranjang dimana kak Arkan sudah berbaring mengambil posisi nya


Dengan malu malu, aku pun ikut berbaring di samping kak Arkan, sumpah ini adalah pengalaman ke dua ku tidur berdua bersama kak Arkan, rasanya jantung ku ingin copot karena berdetak terus menerus,, setelah merasa nyaman aku pun mulai memejamkan mata ku,


Tapi, tiba tiba aku merasakan tangan seseorang yang telah melingkar di perut ku, dia memelukku dari belakang, dan terus merapat kan tubuh nya menyentuh tubuh belakang ku


"Kak? " ucap ku yang mulai terganggu


"Biarkan seperti ini sayang, aku berjanji tidak akan melewati batas ku" ucap kak Arkan sedih


"Kakak kenapa? "


"Entah lah, aku juga tidak tau aku kenapa, tapi jujur sejak dirumah mama tadi, aku merasakan takut kehilangan mu, seakan kau akan pergi meninggalkan ku, hati ku merasa sakit tampa sebab, sebenar nya aku sangat berat mengizinkan mu untuk pulang ke Bandung, tapi aku tidak punya hak untuk melarang mu sayang, " ucap kak Arkan


"Kenapa kakak bicara seperti itu, Nessa janji gak akan lupa sama pesan kakak, lagian Nessa di sana cuma sebulan, abis itu balik lagi kesini, kan kakak juga bakal susul Nessa..? " ucap ku menenangkan kak Arkan


"Ya kau benar sayang, mungkin karena ini pertama kali nya untuk kita akan berbeda jarak, jadi hati ku merasa tidak siap, ya sudah ayo kita tidur, besok pagi kakak akan mengantar kan mu ke kost an" ucap kak Arkan


Tampa menjawab ucapan nya ,Aku pun mulai membalikkan tubuh ku menghadap ke arah kak Arkan, dan saat ini kami saling menatap satu sama lain.


dan tampa aku sadar, tangan ku sudah terarah ke wajah kak Arkan menyentuh nya dan membelai nya dengan sayang


"Tampan banget pacar aku ini,,, jangan macem-macem ya kalau aku gak ada, kerja yang bener biar bisa cepet nyusul aku ke Bandung" ucap ku tersenyum menggoda


"Sayang izinkan aku memeluk mu? " ucap kak Arkan tersenyum dan langsung memeluk tubuh ku dengan erat,


Aku pun mulai membalas nya,karena kehangatan cinta yang kami ciptakan akhir nya kami pun tertidur sambil berpelukkan......

__ADS_1


__ADS_2