Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 54 (Mengunjungi mama Iren)


__ADS_3

"Nessa..........??? "


Monic memanggil ku dari kejauhan, aku pun yang sudah tiba di Koridor kampus langsung menoleh ke arah belakang


"Monic,,, aku kira kamu gak ke kampus hari ini? " tanya ku dengan wajah tak semangat


"Ke kampus donk, ini kan hari terakhir kita kuliah, sebelum libur panjang di mulai, lagian aku juga pengen ketemu kamu di kampus" jawab nya tersenyum senang


" iya aku juga sama, oya Kamu naik apa ke kampus..? entar aku nebeng ya pulang nya...? " ucap ku ke Monic


Tak lama kemudian Monic pun mulai menggeleng kan kepala nya


"Enggak boleh, soal nya aku hari ini gak bawak motor" jawab nya tertawa sambil menggoda ku


"Terus kamu naik apa...? jangan bilang kamu di anter kak Rendy barusan? " tanya ku penasaran


"Iya".... jawab Monic senang


" kamu ya, sekarang udah main rahasia rahasiaan sama aku ,gak asik banget, gitu kata nya sahabat....." ucap ku cemberut


"he.. he.. he..., ya kemarin itu aku masih PDKT sama kak Rendy, maka nya aku gak mau kasi tau kamu dulu, tapi kalau sekarang, aku udah resmi pacaran sama kak Rendy..... aku seneng banget Nessa.....!!! " ucap nya bahagia sambil memelukku.


Aku pun ikut tersenyum melihat tingkah nya yang persis seperti aku dulu, saat pertama jadian dengan kak Arkan, dan aku langsung membalas pelukan nya


"Selamat ya,, akhir nya sahabat aku udah gak jomblo lagi sekarang? "


"Iya, makasih ya Ness, aku baru tau ternyata pacaran itu sangat membahagiakan, kak Rendy selalu memperlakukan ku dengan istimewa, aku berasa sangat di cintai oleh nya" kata Monic senang sambil melerai pelukkan kami

__ADS_1


"Bagus donk kalau kayak gitu, itu arti nya dia akan menjaga kamu dan gak akan pernah nyakitin hati kamu Mon, oya..... terus kabar kak Dimas gimana ? kasian donk kalau dia tau, pasti bakal patah hati...? tanya ku ke Monic


" Tau ah, aku gak mau urusin dia, udah yuk kita liat pengumuman di mading" Ajak Monic menghindari pertanyaan ku


Aku merasa, jika Monic belum sepenuh nya jujur dengan ku, dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang tak ingin aku ketahui, tak mau ambil pusing akhir nya aku pun mengikuti ajakan nya...


****


Tepat pukul 12.00 siang, kami pun sudah keluar dari kampus, saat ini aku dan Monic sedang berjalan menuju ke bangku tunggu yang ada di halaman depan kampus,kami akan menunggu kak Rendy yang akan menjemput Monic, dan sekalian mengantar ku kerumah mama Iren, ya itu adalah salah satu perintah dari pacar ku yang sangat posesif, dia menelfon dan menyuruh ku untuk menumpang ke mobil kak Rendy, alasan nya agar aku tidak susah susah untuk memesan dan menunggu taksi lagi. dan aku menuruti apa katanya,..


"Ness,,, aku perhatikan dari tadi wajah kamu kelihatan murung, kayak orang yang lagi gak ada semangat hidup, emank kamu lagi bertengkar ya sama kak Arkan..? tanya Monic curiga


" Enggak kok, aku baik baik aja sama dia, aku juga gak tau Mon, beberapa hari ini perasaan aku gak enak, kayak ada sesuatu yang mau terjadi, tapi aku gak tau apa.... " jawab ku dengan mata berkaca kaca


"Mungkin karena kamu mau pulang kali, hati kamu gak rela buat tinggalin kak Arkan, maka nya jadi gak enak gini"


Aku pun mulai menatap wajah Monic


" Eh, tapi kan kak Arkan bakal nyusul kamu ke Bandung, kata nya mau minta restu, jadi yang semangat dong....?. " ucap Monic menggoda ku


"Hi... Hi... Hi.... iya aku lupa. semangat......!!!!! " ucap ku menyemangati diriku sendiri


"Itu baru sahabat aku" jawab Monic memelukku


Tak lama kemudian mobil kak Rendy pun telah tiba untuk menjemput kami, tidak mau membuat nya menunggu lama, kami pun mulai masuk ke dalam mobil nya, aku memilih duduk di belakang, sedang kan Monic duduk di depan di samping kak Rendy..


Saat dalam perjalanan, aku bisa melihat tingkah mereka berdua yang sangat romantis, mereka sangat serasi menurut ku, dan aku berdoa semoga saja perjalanan cinta sahabat ku ini akan berakhir dengan bahagia, begitu juga dengan ku, semoga....

__ADS_1


****


Saat ini aku sudah tiba di depan rumah mama Iren, dan aku sedang berdiri menatap kepergian mobil kak Rendy yang mulai menjauh,


setelah itu, aku langsung menaiki teras rumah dan akan mengetuk pintu rumah kak Arkan yang sangat mewah, aku tidak pernah bermimpi sebelum nya, jika akan mempunyai pacar yang tajir melintir, mungkin ini bonus untuk ku dari Tuhan, karena selalu menuruti ucapan ayah ku dahulu, jika saja aku tidak menuruti nya, mungkin aku tidak akan bertemu dengan kak Arkan... haha.... halu ku mulai berkelana..


Setelah itu, aku mulai berinisiatif untuk mengetuk pintu, tapi belum juga pintu itu ku ketuk, ternyata sudah ada orang yang membuka nya dari dalam, dan ternyata yang membuka nya adalah mama Iren, seorang ibu yang termasuk sangat aku rindu kan


"Mama....? "


"Nessa...? "


Ucap kami secara bersamaan, setelah itu kami pun mulai tertawa bersama, dan mama Iren langsung memelukku dengan erat, seperti sangat merindukan anak perempuan nya yang sudah lama tak pulang


"Ma.... Nessa gak bisa nafas ma" ucap ku menyadarkan mama Iren yang memelukku terlalu erat dan lama


"Eh,, maaf ya sayang, mama sampai kelepasan, jujur mama kangen banget sama kamu, kamu sich udah lama gak pernah main kesini, kalau mama gak nyuruh, pasti kamu gak bakal ke rumah mama kan..? tanya mama panjang lebar


" Iya maaf ma.., kan Nessa lagi fokus ujian ma, maka nya Nessa gak ke main ke rumah mama" jawab ku tak enak


" Ya udah, kali ini mama maafin, tapi tuk lain kali, mama gak mau ya, kalau kamu gak main ketempat mama, sekalian aja mama suruh tu si Arkan buat nikahi kamu secepat nya, biar kamu bisa tinggal sama mama terus... " jawab nya mengancam


"He.... he... he.. mama bisa aja sich"


"Mama serius lo Nessa, ya udah yuk kita masuk, mama mau bicara banyak sama kamu, oya kebetulan juga mama lagi buat brownies, kamu cicipi buatan kue mama ya ? "


"Siap ma" jawab ku hormat

__ADS_1


"Ih.... gemes banget sich" jawab nya mencubit kedua pipi ku


Dan aku pun hanya tersenyum lucu atas sikap mama Iren kepada ku, aku merasa sangat senang sekarang, jarang jarang orang kaya seperti keluarga papa Marko yang tajir bisa menerima gadis seperti ku yang hanya kalangan biasa, aku sangat bersyukur rasa nya, semoga mama Iren bisa menjadi ibu mertua ku,... doa ku dalam hati sambil mengikuti nya menuju ke arah dapur....


__ADS_2