
Sedang kan dibelahan wilayah lain, tepat nya di vila mewah yang hanya mempunyai satu penghuni, saat ini pria itu sedang menikmati wine yang ada di gelas nya, sambil melamun duduk ber sila di atas lantai kamar dekat jendela, dengan perasaan yang mulai bingung karena tiba tiba merasa asing setelah kepergian gadis yang di culik nya
"ha.... ha.... ha.... mana mungkin aku merasa kehilangan nya hanya karena bersama dalam satu malam" ucap nya tertawa pilu sambil memukul mukul dada nya yang sesak
"brengsek, kenapa aku jadi begini, apa benar aku menyukai gadis itu? bodoh kau Albert, kenapa aku menculiknya, pasti saat ini gadis itu akan takut kepada ku" kata nya frustasi sambil membuang gelas yang ada di tangan nya
dan dia pun mulai bangkit dari duduk nya dengan sempoyongan
"okey, akan aku buktikan, jika aku masih lah seorang player penakhluk wanita ha... ha... ha.. "
dan dia pun langsung beranjak keluar dan pergi dari vila itu, dengan penampilan yang sangat berantakan, wajah penuh lebam dan pakaian yang tak berbentuk, dia menaiki kembali helikopter nya untuk menuju pulang ke kediaman keluarga nya yang tampa dia tahu, sudah menunggu kedatangan nya dengan emosi yang ingin meledak,
*****
tidak butuh waktu lama, Albert pun telah sampai di depan halaman rumah nya yang sangat luas, setelah itu dia langsung turun menuju ke dalam
dengan gaya cool walau masih terasa sakit dipipi nya tapi masih bisa ber siul gembira
"dari mana saja kau anak tidak tau diri" teriak orang yang berdiri dari duduk nya dengan wajah marah
dan Albert pun langsung menghentikan langkah nya, dan menoleh ke arah papa dan mama nya yang sedang menunggu nya di ruang tamu
"kenapa papa bertanya, biasa nya juga tidak pernah mau tau aku dimana dan kemana" jawab nya menyindir
"anak kurang ajar kau ya" plakk.........
ini memang pantas kau dapat kan, apa kau mau membuat keluarga mu hancur dan jadi miskin karena nafsu mu yang tidak bermoral itu" teriak papa geram
"puas papa setelah menamparku, ternyata anak kelainan itu sudah mengadu kepada kalian"
__ADS_1
"diam kau Albert, apa kau lupa berurusan dengan siapa, mereka adalah orang yang berkuasa dan kita mempunyai hutang dengan mereka, apa kau mau jika mereka menarik saham nya karena ulah mu yang bodoh itu" ucap nya teriak
" papa tenang aza, jika mereka melakukan itu, maka aku sendiri yang akan menanam saham di perusahaan papa, dan untuk gadis itu, aku tidak akan menyerah, karena aku benar benar menyukai nya" jawab nya santai
"apa....? apa kau kira ini seperti main main, dasar anak tidak tau diri, kau memang pantas untuk ku hajar" ucap papa dengan mengangkat tangan nya kembali
"cukup pa, mama mohon, kasian Albert, lihat lah wajah nya sudah penuh dengan lebam, Albert cepat kau masuk ke kamar nak" ucap mama menangis
dan dia pun langsung menuju ke kamar nya yang ada di lantai dua, setelah masuk dan mengunci pintu, dia pun meluapkan emosi nya
"aaaaaaaaaa........ brengsek, brengsek, (sambil menumbuk tempat tidur nya), kenapa semua orang merendah kan ku, bahkan papa ku sendiri, akan ku buktikan pada kalian, bahwa aku bisa melebihi keluarga aditama, dan jika itu terjadi, akan aku rebut gadis itu dari tangan anak sialan itu" ucap nya frustasi
****
Saat ini aku dan kak Arkan sedang menyantap hidangan makan siank kami yang terlambat, dia menyuapi ku dengan sangat sabar, sebenarnya aku sudah menolak nya, tapi dia terus memaksa, dan aku pun menuruti nya
"makan yang banyak, biar makin sehat" ucap nya tersenyum
"iya gak apa apa, pasti tambah gemesin"
"ih, aku gx mau ah, entar kakak tinggalin aku kerana malu" jawab ku cemberut
"enggak dong sayang, sampai kapan pun kakak gak akan tinggalin kamu, apa pun yang terjadi" sambil menatap wajah ku serius
"so sweet, bahagia banget sih punya pacar kayak kakak, udah ganteng, setia lagi" sambil mencubit wajah nya
"iya donk, apa pun kakak lakukan asal kamu bahagia"
"Hi... Hi..., oya makasih y kak, karena udah nyelamati aku dari kak Albert, aku gak tau apa yang akan terjadi jika kakak gak dateng" ucap ku dengan mata berkaca kaca
__ADS_1
"heh, apa yang kamu katakan, walau bagaimana pun aku akan tetap cari kamu sampai ketemu, karena aku gak mau kehilangan kamu Nessa" dia memegang wajah ku dengan kedua telapak tangan nya
"iya aku percaya sama kakak, tapi maaf ya kak, untuk sekarang aku belum berani ngomong sama ayah jika Nessa udah punya pacar disini"
"gak apa apa, soal itu biar kakak yang ngomong sama orang tua kamu, tunggu 2 bulan lagi, sampai aku selesai wisuda ya, dan untuk saat ini kita jalani aja dulu" ucap kak arkan menenangkan ku
" okey kak"
dan dia pun memelukku dengan erat, aku pun langsung membalas pelukan nya, sangat nyaman, aku menyukai ke adaan ini
tiba tiba handphone ku yang di atas meja pun berbunyi, menyadarkan kami yang sedang berbagi kehangatan
"aku angkat telfon dulu ya kak" ucap ku malu
"ya udah" jawab nya tersenyum
"hallo mon"
"hallo, Nessa kamu baik baik aza kan ini, kamu gak kenapa kenapa kan nes, aku khawatir banget sama kamu, maaf aku gak bisa jaga kamu ya, sekarang kamu dimana? kenapa gak pulang ke kost an, aku tungguin kamu dari kemaren" ucap nya panjang lebar sambil menangis
"temen aku cerewet banget sich, aku sampai bingung mau jawab yang mana dulu" aku pun tertawa
"Nessa kok kamu malah ketawa sich, aku beneran khawatir ini lo"
" iya maaf, aku bentar lagi pulang kok, makasih y kamu udah khawatirin aku, aku makin sayang samu kamu" ucap ku menggoda
" ya udah pulang, aku tunggu, oya bilang sama kak arkan, suru temen nya pulang, aku gak mau di tungguin sama dia"
"maksudnya kak dimas, ha... ha... ha... ya udah entar aku sampai kan, bay"
__ADS_1
dan aku langsung mematikan panggil an nya dan meletakkan handphone ku di meja makan, setelah itu kami melanjutkan perbincangan kami yang tertunda,