
Tidak terasa, pagi pun telah datang menyapa, dan aku terpaksa membuka mata ku, karena bunyi jam beker yang terus mengganggu tidur ku,saat ini aku masih sangat mengantuk , karena tadi malam aku menghabiskan waktu ku sampai tengah malam untuk belajar dan mengerjakan tugas, kini aku bangun dengan keadaan tubuh yang sangat pegal, rasa nya aku ingin libur hari ini, tapi aku pun mengurungkan niat ku, dengan semangat aku mulai bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih,
Tepat pukul 07.30 pagi, aku telah siap berpakaian rapi, hari ini aku memilih memakai baju gaun berwarna pink dusty , dengan rambut yang aku kepang ke arah samping, dan memoles wajah ku dengan make up tipis.
setelah semua selesai aku pun langsung menuju ke dapur mini ku untuk membuat sarapan pagi, aku memilih menu sederhana dan cepat, dan aku memilih membuat omlet saat ini,
Tidak butuh waktu lama, omlet pun sudah selesai aku buat, dan aku langsung menaruh nya di piring dan memakan nya dengan nasi,
setelah sarapan pagi ku selesai, aku menyisihkan waktu ku untuk membereskan kamar ku, tapi tak lama kemudian, handphone ku pun berbunyi, dan yang memanggil adalah nomor ayah ku, aku tersenyum senang dan langsung mengangkat telfon nya.
"Assalamu'alaikum ayah" kata ku tersenyum
"Walaikumsalam nak, apa ayah menganggu mu pagi pagi seperti ini nak? " tanya ayah di sebrang sana
"Enggak kok yah, Nessa hari ini jam kuliah nya agak siang, jadi ayah gak ganggu Nessa kok"
"Bagus lah kalau begitu, kamu sehat kan nak disana?
" Alhamdulillah sehat yah, ayah sendiri gimana, hari ini ayah libur y" tanya ku panjang lebar
"Alhamdulillah sehat juga nak, ayah jam mengajar nya siang, jadi ini bisa telfon kamu dulu, ada yang mau ayah sampai kan sama kamu sayang" ucap ayah lembut
"Apa yah" tanyaku penasaran
"Kamu masih ingat sama Leo gak, anak nya bunda Rita dan paman Anton?
" Oh, yang dulu pernah main kerumah kita ya yah, kalau gak salah 5 tahun yang lalu, sewaktu aku masih SMP? " ucap ku ke ayah
"Iya bener sayang, ternyata kamu masih ingat dengan baik ya" jawab ayah senang
"Gimana mau lupa yah, kan cuma kak Leo pria yang pernah aku kenal, setelah itu aku gak pernah kenal sama laki laki lagi, karena gak ayah izinin" jawab ku sedih
"Iya ini juga ayah lakuin demi kebaikan kamu, oya dia sudah dibandung sekarang nak!, kata nya dia ingin menghubungi mu nak, nanti jika dia menelfon kamu angkat ya? "
"Iya yah" jawab ku bingung
__ADS_1
"Ya udah ayah mau siap siap pergi ngajar ya, kamu jaga diri disana?, Assalamu'alaikum anak ayah"
"Walaikumsalam ayah"
Dan setelah panggilan nya mati, aku pun mulai mendudukkan bokong ku di tepi ranjang, aku mulai merasa aneh dengan sikap ayah yang mengizinkan kak Leo untuk menghubungi ku lewat handphone, karena biasa nya dia selalu melarang ku untuk dekat dengan pria mana pun ,
Saat aku sedang melamun dengan pemikiran ku sendiri, aku pun dikejutkan oleh notif pesan WA dari pacar ku kak Arkan, dan aku langsung membaca nya
"Sayang, maaf ya hari ini kakak tidak sempat menjemput mu,karena aku harus segera sampai ke kantor, tidak apa apa kan jika supir yang mengantar mu kekampus yank? " tanya kak Arkan di dalam pesan nya
"Iya gak apa kok yank, semangat ya yank, untuk hari pertama nya di kantor? " balas ku sambil tersenyum
Dan aku pun langsung bangkit keluar kost an, karena supir kak Arkan telah datang menjemput ku,
****
Tidak terasa, jam kuliah ku pun telah usai, dan saat ini aku sedang berjalan di depan koridor kampus sendiri,karena Monic sudah pamit untuk pulang duluan di antar oleh Rendy, aku melihat mereka semakin dekat dan akrab, tapi aku belum sempat menanyakan nya kepada Monic, aku ingin dia sendiri yang bercerita tentang kedekatan nya dengan Rendy.
Saat aku akan mendudukkan bokong ku dikursi yang ada didepan kampus, ternyata handphone ku pun berdering, aku melihat nomor baru yang memanggil ku, tampa banyak berfikir aku pun langsung mengangkat nya
"Walaikumsalam salam Nessa" jawab orang itu dengan suara yang sangat lembut
"Ini siapa ya? "
" Ini aku Leo, yang dulu kamu anggap kakak mu" jawab nya senang
"Oh kak Leo, apa kabar kak, lama gak ketemu, Nessa udah gak tanda sama suara kakak"
"Iya, jangan sampai lupa ya sama kakak?
" Iya kak" jawab ku bingung,
"Besok kakak mau mengunjungi kamu ke Jakarta, kebetulan kaka ada tugas disana jadi sekalian, boleh kan? "tanya nya pada ku
" Iya boleh kok kak"
" Ya udah kaka tutup ya telfon nya, nanti malam kaka telfon lagi, bay Nessa " ucap nya ramah
__ADS_1
"Bay kak" jawab ku bingung
Dan aku mulai mengingat perkataan nya tadi,
"Untuk apa dia mau menemui ku, apa ini juga ayah yang izin kan, kenapa tiba tiba kak Leo seperti ingin mendekati ku?" ucap ku sendiri
Tak mau ambil pusing, aku pun langsung beranjak pergi ke mobil kak Arkan yang sudah datang menjemputku.
****
Sekarang aku sudah berdiri tegak tepat di depan gedung tinggi milik Bank Internasional, dan aku pun melangkah kan kaki ku untuk masuk kedalam, jujur aku merasa sangat gugup saat ini, karena ini pertama kali nya aku pergi ketempat seperti ini,
setelah sampai di dalam, aku langsung disambut oleh seorang laki-laki yang berpakaian jas lengkap
"Mari nona, saya antar ke ruangan pak Arkan"
Aku pun terkejut saat orang itu langsung bisa mengenali ku, dan aku langsung mengangguk dan mengikuti nya dari belakang, setelah itu dia mengajak ku menaiki lif, tak lama kemudian lif pun berhenti dan terbuka, aku kembali mengikuti nya sampai berhenti di depan ruangan yang sangat elegan dari desain luar nya, dan aku yakin itu adalah ruang kerja kak Arkan.
Setelah itu, kami pun langsung masuk keruangan tersebut, sesampai di dalam, aku melihat kak Arkan yang sedang serius dimeja kerja nya,
aku pun langsung berjalan ke arah nya
"Kak" sapa ku kepadanya, dan dia langsung melihat ke arah ku
"Sayang, kamu udah datang, kok aku gak denger kamu masuk" tanya nya bingung
"kakak kan lagi fokus sama kertas kertas itu, makan nya gak sadar kalau aku udah di sini" jawabku manja
"Iya, mungkin karena baru pertama masuk kantor, jadi kakak merasa pusing melihat laporan laporan ini, ayo sini sayang dekat sama aku" panggil nya
Aku pun langsung mendekat ke arah nya, begitu sampai di samping bangku nya, dia pun menarik ku agar duduk di atas pangkuan nya, aku sampai terkejut dengan apa yang dia lakukakan
"Kak" ucap ku kaget
"Sebentar sayang, biarkan aku seperti ini, kamu adalah obat ku di saat aku penat" ucap nya sambil memelukku dengan erat
Mungkin karena rasa sayang ku juga yang terlalu besar, aku pun mengerti dengan ke adaan nya dan langsung membalas pelukkan nya, memberi kenyamanan agar dia merasa lebih baik...
__ADS_1