
Kasi like nya donk kak....
Biar semangat nulis nya ☺☺☺
Selamat membaca,,,,,,,!!!!!!!!
Setelah keluar dari ruangan kak Arkan, aku langsung menarik nafas dalam dalam sambil memegang dada ku yang berdetak kencang.
aku melihat kesamping dimana temanku sedang menunggu ku dan berjalan ke arah nya
"Monic..... hiks.... hiks... "aku langsung memeluk sahabat ku yang sedang duduk di bangku tunggu
"Kamu kenapa Nessa sayang, apa senior itu kurang ajar sama kamu" tanya nya seriuss
"Enggak, dia itu gila kenapa cuma aku yang dipanggil kan yang terlambat kita berdua" tanyaku sedih
"Emank nya kamu dipanggil kesini karena kita terlambat"
"Iya Simon, dia itu parah aku di marahi sama dia terus di ancam katanya aku harus jadi asisten dia dan kalau aku gak mau bisa bisa aku gak di terima di kampus ini, tapi kalau aku mau aku bakalan di Terima di kampus ini dan gx usah ikut ospek lagi besok" kata ku sedih
"Terus kamu jawab apa" tanyanya dengan wajah tegang
"Ya aku Jawab mau, aku takut kalau sampai gx jadi kuliah"
"Haha.... pinter kamu Ness kamu memang harus mau, pasti panitia yang serem tadi ya yang ancem kamu"
Aku pun mengangguk
"Aduch kamu tau gak dia tu ganteng banget Nessa sayang, kenapa aku juga gak dipanggil sama dia hihi.... " sambil tertawa
"Monic kamu kok seneng banget sih"
"Ya iyalah lebih senang lagi kalau itu senior bisa suka sama kamu, aku yakin pasti kalian cocok banget ganteng dan cantik"
__ADS_1
"Ih apaan sih gak jelas dech, udah yuk katanya mau traktir dinsum enak"
"Oh iya, hampir aku lupa, ayok... ntar makan yang banyak ya Ness"
"Siap boss" sambil hormat
Kami pun keluar dari koridor ruang an itu, tampa sepengetahuan mereka ternyata ada sepasang mata yang dari tadi melihat dan mendengar kan mereka dari celah pintu yg sedikit terbuka
"Cantik dan imut, aku suka" katanya sambil tersenyum
Tiba di kafe yang kami tuju, namanya kafe greentea, asri banget tempatnya penuh dengan dedaunan dan tanaman hijau, kami memilih duduk dikursi deretan samping
"Kita duduk disini aja ya" tanyaku ke Monic
"Okey, kamu mu pesen apa aja"
"Aku pengen dinsum sama minuman nya jus jeruk aja biar fresh otak aku ni"
Tak lama pesanan kami pun sampai
"Ness kalau makanan nya enak nanti kafe ini harus jadi tempat favorit kita ya"
"Okey, kayak kafe yang dulu kan yang deket SMA kita ? Mon sayang banget ya kita gak bisa satu kost an, kamu sich telat banget dateng nya jadi ditempati orang deluan tu kamar disamping kost ku"kataku sedih
"Ya gak rejeki Nessa, tapi kan aku masih dekat juga sama kost kamu, cuma berjarak dua puluh menit doang"
"Iya sich, y udah ayok kita makan, emmm... ternyata enak banget Mon, aku sukak dinsum disini"
"Iya aku juga, berarti ini jadi tempat nongkrong kita y Ness" tanya Monic senang
Ya aku dan Monic sudah berteman sejak SMP sampai SMA, bagaikan saudara kami selalu berdua sampai sekarang ini
*****
__ADS_1
Lain hal nya ditempat lain, tepat nya di kampus, Arkan masih betah duduk sendiri dibangku nya, ntah apa yg sedang dia fikirkan sambil terus tersenyum
"Kayaknya aku beneran tertarik sama gadis itu, kalau memang aku menyukai nya akan aku pastikan dia gak akan lepas dari tangan ku"
Tak lama pintu pun terbuka membuyarkan lamunan Arkan
"Beb kamu kok senyum senyum sendiri sich, hayo mikirin aku ya" tanya gadis yang tak kalah cantik nya bernama Sindy, ya dia lah yang disebut oleh Nessa kaka senior judes, sebenarnya dia cantik kulit putih, tinggi, badan berisi dan montok, tapi wajahnya sangat lah sadis dan arkan sangat tidak menyukai nya
"Sindy bisa gak jangan kamu panggil aku beb, aku gak suka, mulai sekarang kamu panggil aku Arkan, kalau kamu gak mau jauh jauh kamu dari hadapan ku" emosi Arkan
"Kok kamu marah sich, biasa juga kamu diem aja aku panggil gitu" tanya Sindy memelas
"Itu dulu karena aku da capek ngomongin kamu tapi gak tuk sekarang, aku serius Sindy gak main main" dengan nada marah
"Okey aku janji gak akan panggil kamu beb lagi tapi kita tetap berteman kan"
"Terserah" jawab Arkan malas
"Makasih" sambil tersenyum, "oya aku kesini mau bilang kalau untuk besok ospek nya udah bisa kita mulai, kita akan mengadakan nya di lapangan bola belakang kampus"
"Ya udah kalian urus aja, aku juga mau mencatat nama nama murid baru dikampus kita"
"Iya klau gitu aku pulang duluan y Arkan, bay"
"Hemmmm...." jawab nya mode cuek
Dia tau kalau Sindy sudah lama menyukai nya, tapi hati tidak bisa dipaksa dia menganggap Sindy hanya teman biasa tidak lebih..
Huh sambung besok lagi....
Jangan lupa vote, like dan comen y,
Biar tambah semangat 🙏🙏😊
__ADS_1