Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 29


__ADS_3

Tidak terasa malam pun telah tiba, ditemani dengan muncul nya bulan dan bintang yang bersinar, membuat malam ini semakin indah jika kita memandang langit yang gelap tapi ada gemerlapan cahaya yang menghiasinya,


dan saat ini aku dan monic sedang berdiri di depan cermin, kami sedang menyusuri penampilan kami yang baru selesai beberapa menit yang lalu, layak nya remaja yang akan di apeli oleh pacar nya, kami pun saat ini sedang mencoba berdandan dan berpenampilan menarik, agar si cowok tidak minder jika melihat kami, ya tepat nya aku, kalau monic dia hanya mengikuti ku saja,..


"gimana penampilan aku" tanyaku ke monic


"perfect sayang, gx terlalu berlebihan dan gak terlalu mencolok, lebih ke feminim" jawab monic memuji ku


"ternyata begini rasanya mau di apeli pacar, aku ngerasa deg deg an dech mon" ucap ku sambil menyentuh dada ku


"ha.... ha..... aku juga gak tau sich gimana rasanya, tapi aku yakin walaupun mendebar kan,pasti juga sangat membahagiakan"


"iya pasti donk, aku yakin kak arkan pasti ganteng banget malam ini" kata ku sambil membayang kan wajah kak arkan,


"cie, yang lagi kasmaran, sampai ngayal gitu, iri dech aku nya" kata monic berwajah sedih


"he,,, he,,, aku yakin bentar lagi kamu nyusul kayak aku kok, oya kak dimas seperti nya naksir kamu dech"


"aku gak sukak kak dimas Nessa, aku sukak nya sama kak Rendy"


"iya aku sich sebenarnya dukung kamu sama siapa aza, yang penting kalian saling mencintai"


"itu lah masalah nya, aku gak tau kak Rendy ada rasa tertarik sama aku apa enggak, eh gimana kalau nantik kamu tanyak ke kak arkan, kira kira saat ini kak Rendy sedang punya pacar atau jomblo"


"okey ntar aku tanyak in ya"


"makasih sobat aku" dan monic pun langsung memelukku,


tak lama kemudian kami mendengar suara mobil yang berhenti tepat di depan pagar kost an, dan di susul dengan suara langkah sepatu yang ber jalan menuju ke kamar kost an ku, dan aku saat ini benar benar merasa panas dingin, ditambah jantung ku yang berdebar sangat kencang, gini banget sich mau di apelin..


dan tak lama kemudian, aku mendengar suara pintu ku diketuk dan aku tau siapa orang nya,


tok.... tok... tok...


"assalamualaikum"


"Walaikumsalam" jawab ku dari dalam kamar,

__ADS_1


"cepet dibukak dong ness, gak usah malu, sama pacar sendiri juga" ucap monic tidak sabar dan langsung mendorong ku ke arah pintu


"iya bawel" jawab ku kesal, dan aku pun langsung membuka pintu kamar ku,


cekllek.........


"Walaikumsalam kak" ucap ku terbata bata sambil melihat wajah kak arkan



"oh my god, aku sampai melongo dibuat nya, sumpah ganteng banget pacar aku, ini beneran nyata apa mimpi sich" ucap ku dalam hati sambil membuka mulut ku


"heyy... kok bengong, tutup mulut nya ntar kemasukan nyamuk gimana" ucap kak arkan sambil tersenyum,


aku pun dengan refleks langsung menutup mulut ku dengan tangan


"ha.... ha.... gemes banget sich pacar aku" ucap nya lagi sambil mengusap atas kepalaku


"ih, jangan digituin kak, ntar berserak rambutku" ucap ku manja



blush...... langsung merah pipi aku jadi nya, cewe mana cobak yang di bilang gitu gak klepek klepek, aku pun tertawa malu malu, bahkan kami tidak sadar jika kami masih berada di depan pintu dan ada dua makhluk yang sedang menatap kami dengan baper tepat nya di belakang ku dan dibelakang kak arkan,


"duch panas dech aku, kayak nya dluar lebih seger udaranya"ucap monic tiba tiba


dan aku pun langsung tersadar bahwa ada orang lain disini selain kami ber dua


" kak masuk aja ya, ngobrol nya di dalem aza,soal nya monic mau ke luar" ucap monic kepada kak arkan


"okey, dimas kau temenin tu si monic,gak baik cewe sendirian di luar" ucap kak arkan menoleh ke arah dimas


"siap bro, ayo dedek monic, kak dimas temenin" ajak dimas


"ogah ah, monic sendiri aza" jawab monic sambil berlalu keluar kamar


dan kami pun melihat dimas yang langsung mengikuti monic dari belakang, mereka menuju keluar pagar kost, mungkin hanya berjalan jalan disekitar komplek kost an,

__ADS_1


dan tinggal lah kami berdua, yang mulai malu malu,


" ayo masuk kak" ajak ku ke kak arkan


dan kami pun masuk kedalam kost an ku yang terbilang kecil tapi rapi, aku mengajak kak arkan duduk dibawah lantai dengan beralaskan karpet bulu bulu manja ku, dan tak lupa tetap membuka pintu kamar, agar tidak ada fitnah nanti nya


"maaf ya kak, kost an, aku kecil dan gak punya kursi tamu juga, soal nya kalau pun ada gak tau mau ditaruh dimana" ucap ku tak enak


" kecil tapi nyaman dan bersih, itu da cukup kok, aku senang berada di sini, apa lagi sama kamu"


" ih, kak arkan apaan sich, buat aku baper dech"


dan aku langsung membuang wajah ku ke arah samping sambil tersenyum malu


"sukak liat kamu malu malu gitu, pengen dech, aku bungkus trus bawak pulang, buat temen tidur" jawab arkan asal


"ih, emank aku bantal guling, cuma buat temen tidur"


"iya guling, tapi guling yang bisa di apa apain, mau cobak, pasti seru" ucap kak arkan menggoda ku


" kak arkan mesum, aku gak mau ah ngomong sama kaka lagi"


"ha.... ha... bercanda kok, kamu tenang aza, aku janji akan selalu menjaga kamu, sampai waktu nya aku halalin kamu" ucap kak arkan serius sambil memegang kedua tangan ku


"maksud nya halalin, kaka mau nikahi aku gitu"


"iya lah, emank kamu gak mau nikah sama kakak" tanya nya serius


"aku belum ada fikiran buat kesana kak, kan kita baru jadian, terus Nessa kan juga baru mau kuliah kak, jadi Nessa belum bisa jawab sekarang kak" ucap ku takut


" iya kakak ngerti kok, mungkin ini terlalu awal aku ngomong tentang pernikahan, kita jalani dulu ya, tapi satu yang harus kamu tau, kakak gak akan pernah lepasin kamu dari hidup kakak, selama nya, aku akan tunggu kamu, dan yakinin kamu, kalau aku lah jodoh mu" ucap kak arkan menatap ku dengan serius


aku pun hanya mengangguk tampa menjawab ucapan nya, dan tiba tiba kak arkan langsung memelukku, membenamkan wajah ku tepat di dada bidang nya yang terasa kekar, dan nyaman, itu lah yang aku rasakan saat ini, dan tampa sadar aku pun mulai membalas pelukan nya, dengan memeluk tubuh nya denga tangan ku,


" ayah, ibu, maaf ya, Nessa ingkar janji, perasaan ini sangat indah buk, Nessa merasa sangat bahagia" ucap ku dalam hati sambil menangis dengan diam


antara bahagia dan takut, itulah yang aku rasakan saat ini,,,,

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2