
"Kau....!! "
Teriak Dimas terkejut, bagaimana mungkin akai jahil nya saat ini malah di pergoki oleh seorang wanita yang dia sukai.
Sungguh rasa nya Dimas benar-benar merasa sangat malu, andai saja ada kesempatan untuk bersembunyi, maka Dimas akan memilih bersembunyi dari wanita tersebut...
"Apa yang kau lakukan? "
Tanya Monic yang sudah melipat kedua tangan nya di atas dada..
Dimas diam seribu bahasa, dia tidak tahu harus menjawab apa...
"Emmmm.... aku, aku sedang..
" Mengintip, aku tahu kau sedang mengintip mereka berdua kan? "
Tanya Monic mulai menghakimi Dimas,
"Iya, aku memang mengintip mereka berdua, karena aku penasaran dengan keadaan teman mu itu, tapi.. ketika aku melihat ke dalam, ternyata bertepatan dengan mereka yang sedang bercumbu dengan mesra... "
"Apa....!!! mana mungkin, kan Nessa sedang sakit"
" kenapa kau tidak percaya, lagian Nessa kan sudah tidak sakit lagi, sekarang kau duduk saja disini, jangan masuk ke dalam sekarang "
"Baiklah.., aku kan menunggu disini, bersama dengan kak Dimas"
Jawab Monic sambil menatap ke arah lain, Dimas yang mendengar sebutan kakak pun benar-benar merasa terkejut, akhirnya setelah hampir dua tahun lama nya Monic tidak memanggil nya lagi,
Kini wanita yang dia sukai itu kembali memanggilnya dengan sebutan kakak,
"Apakah kau memanggil ku kakak? "
__ADS_1
"Iya, aku memanggil mu kak Dimas, bukan kah seharusnya memang seperti itu! "
Ucap Monic dengan malu malu, Dimas yang mendengar nya tanpa sadar langsung memeluk tubuh Monic dengan sangat erat...
"Terimakasih Monic, akhirnya kau mau memanggil ku lagi dengan sebutan kakak, aku sangat bahagia mendengar nya"
"Iya, Monic juga bahagia kak, oya apakah Monic Boleh meminta sesuatu kepada kakak? "
Tanya Monic dengan dada yang berdetak kencang, seperti nya ini adalah saat yang tepat untuk diri nya, bisa move on dan kembali membuka lembaran yang baru kepada seorang pria yang benar-benar mencintai nya..
Monic sangat kecewa dan sakit hati, dengan apa yang Rendy lakukan kepada, dan sekarang Monic akan membuktikan kepada pria pengecut itu, jika dia masih bisa bahagia walaupun tanpa diri nya...
Masih teringat di dalam benak Monic, ketika beberapa hari yang lalu, saat dia sedang berada di sebuah Cafe,
Tanpa sengaja dia malah bertemu dengan Rendy yang habis melakukan pertemuan penting dengan klien nya..
Saat itu, Monic mencoba mengabaikan pria yang sudah menatap nya dari kejauhan, hingga akhirnya Rendy dengan gagah berani mulai mendekati Monic dan duduk di meja yang Monic pesan...
Monic yang melihat sikap berani Dari Rendy pun mulai bangkit untuk pergi dari tempat tersebut..
"Tunggu Monic, aku ingin membicarakan hal penting kepada mu"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Rendy, aku sudah tidak memiliki hubungan apa pun kepada mu"
"Tidak, kau masih kekasih ku hingga saat ini, dan aku tidak akan pernah memutuskan hubungan kita"
"Cih... apa kau sudah gila mengatakan hal seperti itu, kau benar benar pria yang sangat egois dan tidak mempunyai perasaan"
"Monic, aku melakukan ini semua juga demi kita, apakah kau mau jika ketika kita menikah nanti kau hidup dalam kemiskinan, aku hanya berusaha ingin membuat mu bahagia Monic"
Plakkk...
__ADS_1
"Jaga ucapan mu Rendy, kau benar benar sudah salah menilai ku, "
"Monic, aku Terima jika kau mau menampar ku berapa kali pun itu, asalkan kau tetap jadi kekasih ku sampai selama nya, kita bisa berhubungan diam diam di belakang tunangan ku dan juga keluarga ku, aku yakin mereka tidak akan pernah curiga"
Plakk..
Sebuah tamparan lagi lagi mendarat di pipi tampan Rendy, dan kali ini benar benar terasa panas dan juga perih..
"Kenapa kau menampar ku lagi Monic! "
Teriak Rendy tidak terima,
"Itu pantas untuk pria bajingan seperti mu Rendy, asal kau tahu saja, aku saat ini sudah mempunyai pria yang lebih mencintai ku dengan tulus, dan aku akan segera menikah dengan dirinya"
"Tidak.. mana mungkin kau bisa menggantikan aku dengan begitu cepat... "
"Kenapa tidak bisa, aku dan kak Dimas kami sudah bertunangan, dan sebentar lagi kami. akan segera menikah, jadi kau jangan pernah menganggu kehidupan ku lagi"
Teriak Monic langsung pergi meninggalkan Rendy...
Setelah menceritakan semua yang dia alami tadi siang, Dimas langsung memegang tangan Monic dengan sangat erat...
Dia menghapus air mata Monic yang terus mengalir di pipi mulus nya...
"Ayo kita segera menikah, aku akan mengikuti permintaan mu itu"
Ucap Dimas dengan tegas, membuat Monic langsung terkejut dan menatap Dimas dengan sangat intens....
"Kak Dimas serius kan? " tanya Monic sekali lagi...
"Tentu saja, aku bersedia menikahi mu Monic"
__ADS_1
ucap Dimas sekali lagi, membuat Monic langsung memeluk tubuh pria itu kembali...
"Terimakasih kak"