Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 27


__ADS_3

Sedang kan ditempat lain, tepat nya di kampus, saat ini arkan baru saja keluar dari ruang rapat bersama ketiga teman nya, Rendy, dimas, dan reza, dan mereka pun langsung menuju ke ruangan arkan, untuk membahas kembali tentang perayaan siswa dan siswi baru yang akan di adakan di salah satu hotel ternama milik orang tua dimas,


orang tua dimas termasuk donatur di kampus itu, begitu juga orang tua arkan dan Rendy, mereka berteman sudah sangat lama, awal pertemuan nya ketika mereka memasuki kampus yang sama, saat itu lah mereka menjadi akrab dan dekat dan mereka juga sama sama memutuskan untuk menyelesaikan study S2, sebelum mereka memegang kendali perusahaan masing masing di keluarga mereka,


dan saat ini mereka sudah sampai di dalam ruangan dan duduk di kursi tamu,


"bro, aku perhatikan dari tadi kamu senyum terus, kayak orang kesambet" ucap dimas tiba tiba sambil menatap arkan


"kok kamu tau aku senyum terus, berarti dari tadi kau memeperhatikan aku ya" ejek arkan


"iya lah, aneh aja gitu, biasa nya kau kan selalu memasang wajah dingin dan seram"


" kayak nya dia abis menang tender tu, makan nya bawaan nya bahagia terus" ucap Rendy menimpali


"yang bener tu bro, bagi bagi dong kalau gitu, pas banget aku lagi seret ne" ucap reza semangat,


"jangan dong, yang ini gak bisa dibagi, cuma aku aja yang boleh menikmati nya" ucap arkan bangga


"maksud nya" ucap mereka bertiga kompak


"oh aku tau, apa kau sudah doyan main perempuan sekarang" tebak reza asal


dan dia pun langsung dapat pukulan dikepala nya oleh arkan,

__ADS_1


"otak kau itu ya, gak jauh jauh dari perempuan, sejak kapan aku doyan main kayak gitu, aku tu mau nya cuma main sama satu perempuan yang aku cintai dan mencintai ku juga" kata arkan menjelaskan


"ya maaf, aku kan cuma ambil inti dari kata kata mu aza, "menikmati nya",pasti lah pemikiran ku kesitu"jawab reza sambil menggaruk kepala nya


" uh, dasar otak ************, udah candu ya kayak begini ni jadi nya" ucap Rendy menimpali, sambil melempar bantal ke wajah reza,


ya memang di antara mereka bertiga, reza lah yang sudah pernah melakukan "cinta setiap malam" bersama pacar dan mantan pacar nya, benar kata orang tua dulu, "jangan bilang hanya sekali, karena kamu akan menginginkan nya berkali kali", dan itu lah yang dilakukan reza saat ini, dia selalu mengajak kencan wanita yang sudah tidak virgin, agar tidak ada masalah di kedepan hari nya,


" trus gimana ne soal perayaan nya,kita mengundang seluruh angkatan akhir lo, dan juga angkatan baru" ucap dimas


"y udah gak apa apa, yang penting kalian harus memantau pergerakan albert nantik, aku takut dia punya niat jahat sama aku, dan menghancurkan kan acara yang kita adakan, bisa malu orang tua kita sama pemilik kampus kalau sampai itu terjadi" ucap arkan mengingat kan,


arkan memang telah menceritakan tentang masalah nya dan albert yang sempat bersitegang, tapi dia tidak mengatakan kalau itu di sebab kan karena seorang gadis,


"iya kita sama sama tau sifat albert yang licik itu, dia pantang di ajak ngomong, kalau merasa kalah dia langsung anggap kita musuh nya" ucap dimas menimpali


"kok bisa, kan mereka baru masuk" ucap dimas terkejut


"kau ingat waktu Nessa ku suruh keruangan ku, ternyata albert yang mengantar mereka, aku melihat di CCTV kemarin, saat aku mengecek nya" kata arkan dengan wajah memerah


" gak bisa dibiarin, aku gak rela kalau sampai dedek monic kecantol sama tu buaya darat" ucap dimas emosi


"aku juga gak rela kalau dia sampai mengganggu Nessa, apa lagi menyentuh nya" ucap arkan tiba tiba

__ADS_1


dan mereka pun mulai menatap arkan dengan wajah terkejut, karena bagi mereka, ini adalah pertama kali nya arkan menghawatirkan seorang wanita,


"oh aku ngerti sekarang, rupanya ada udang dibalik bakwan" ucap dimas tertawa mengejek


"jadi kau suka sama junior itu" tanya Rendy penasaran


"menurut kalian" jawab arkan santai


"ah, payah kalian berdua, gitu aza gak tau, aku tu udah lama ya curiga sama ne anak, dari dia tiba tiba jadikan junior itu asisten nya, apa cobak maksud nya kalau bukan cuma modus" kata reza mengejek arkan


"dasar buaya darat, tau aja kau apa yang aku rencana kan" kata arkan sambil melempar bantal ke reza,


" tapi apa mau tu anak sama mu, kau saja orang nya sangat pengatur dan posesif, kita aza abis berteman sama kau, tidak kau perboleh kan lagi temenan sama anak lain" ucap Rendy mengejek


"ya itu kan memang prinsip ku, aku tidak suka teman yang suka gonta ganti, soal gadis itu, aku yakin dia akan mau sama aku, karena dia sudah menerima ku menjadi pacar nya" ucap arkan santai


"whatt............ jadi kalian udah jadian" tanya mereka berbarengan


dan arkan pun hanya mengangguk sambil tersenyum senang


"bangsat kau ya" ucap rendy


"kalah cepet aku sama kau, kan aku yang mau tembak dedek monic" dasar temen sialan" ucap dimas

__ADS_1


"wah, aku bangga padamu bos" ucap reza


dan akhir nya mereka bertiga pun dengan kompak memukul arkan dengan bantal yang ada di kursi, sambil tertawa terbahak bahak


__ADS_2