
Ke esokan hari nya, Aku dan kak Arkan pun mulai menjalankan rencana yang sudah kami rancang tadi malam,
dan saat ini aku sudah berada di cafe milik kak Arkan, kami sedang duduk di bangku yang berada di ruangan VIP, kak Arkan sengaja memilih tempat tertutup agar lebih aman saat kami membicarakan tentang rencana yang kami buat, dan 15 menit yang lalu, aku sudah menelfon kak Leo untuk bertemu disini saat jam makan siang, agar lebih leluasa saat berbicara nanti.
"sayang, nanti jangan terlalu dekat dengan nya, aku akan mengawasi kalian dari kejauhan" ucap nya memperingati ku
"Iya kak, siapa juga yang mau didekati sama tu orang" jawab ku kesal
"Waktu nya cuma 10 menit, setelah itu kamu langsung pergi meninggalkan nya"
"Kok cepet banget kak, ini itu kan negosiasi, kalau alot gimana, pasti lama nego nya kak?" kata ku kesal
"Kalau masih alot ya dimasak lagi, gitu aja kok repot" ucap nya mengejek
"Ih, sebel dech sama kakak" jawab ku cemberut,
"Pacar aku kalau cemberut gitu makin cantik dech" ucap nya menggoda
Aku pun langsung tersenyum setelah mendengar gombalan receh nya itu, entah kenapa, aku memang tidak bisa marah kepada kak Arkan,aku pun mulai menatap wajah nya yang ikut tertawa, aku berdoa di dalam hati, semoga saja tidak ada masalah dalam hubungan kami ini.
Tak lama kemudian, handphone ku pun berbunyi, dan saat aku melihat siapa yang memanggil, aku pun langsung mengangkat panggilan nya
"Hallo kak"
"Hallo Nessa, kamu dimana, kakak sudah sampai ni dicafe Grentee, ini kakak sudah mengambil meja di luar cafe" ucap nya di telfon
"Oh, Nessa lagi di toilet kak, tapi udah selesai kok, ya sudah tunggu aku ya kak, ini mau jalan ke meja kakak" jawab ku berbohong
"Iya, kakak tunggu ya? " jawab nya lagi
Setelah itu aku pun langsung keluar bersama kak Arkan, setelah sampai di depan meja kasir, aku pun menarik tangan kak Arkan agar berhenti.
"Kak, udah sampai di sini aja nganter nya, entar ketahuan lagi? " ucap ku ke kak Arkan
__ADS_1
"Mana pria yang bernama Leo? " tanya nya penasaran
"Itu yang duduk di bangku luar, yang memakai baju kaos biru dongker" jawab ku menunjuk ke arah kak Leo yang sedang duduk menunggu kedatangan ku
"Apa....? jadi itu yang bernama Leo? tanya nya terkejut
" Iya, emank kenapa kak?" aku balik bertanya
Dan dia pun malah menatap wajah ku dengan tajam,
"Kamu beneran gak sukak kan sama dia? " tanya kak Arkan dengan wajah serius
"Iya kak, aku gak sukak sama dia, emank kenapa sich kak, kok jadi serem gini? "
"Tampang dia itu 11 12 sama aku Nessa, ya ku akui dia itu lumayan tampan, tapi masih menang aku banyak, aku hanya memastikan saja, karena aku tidak akan Terima kalau sampai kau terpesona oleh dokter sialan itu" jawab nya jengkel
"Gak akan kok kak, ya udah Nessa kesana dulu ya kak, nanti kelamaan dia pergi lagi, percaya sama aku ya sayang? " ucap ku menenangkan nya
"Ehm....... maaf ya kak agak lama" ucap ku tersenyum
"Iya gak apa apa kok, aku udah biasa menunggu kamu lama,bahkan sangat lama" jawab nya ngelantur
Dan dia pun langsung berdiri dari duduk nya menuju ke arah ku, aku sempat terkejut saat dia menggeser bangku ku kebelakang dan mempersilah kan ku untuk duduk, tampa banyak bertanya aku pun mengikuti kemauan nya, dan saat aku mendudukkan bokong ku di bangku,mata ku tak sengaja terarah ke arah belakang punggung kak Leo, aku melihat seorang pria yang memakai topi dan masker menutupi wajah nya sedang menatap ke arah ku dengan tajam. dan aku yakin itu pasti kak Arkan....
"Nessa, kita makan siang dulu ya? " tanya kak Leo membuat ku melihat ke arah nya
"Eh, gak usah kak, kebetulan Nessa udah makan tadi, kak sebenarnya ada yang ingin Nessa sampaikan sama kakak" ucap ku tampa basa basi
"Apa...? kok kayak nya serius banget? " tanya kak Leo
"Iya, ini soal ke inginkan ayah aku yang sudah memaksa kakak untuk mendekati ku, aku tahu bahwa ini juga bukan ke inginan kakak kan, karena sebenarnya aku juga begitu kak, aku terpaksa mau nuruti ke inginan ayah, jadi bagai mana kalau kita sepakat untuk meng akhiri pendekatan ini aja kak, karena jujur aku gak ada ketertarikkan sama kakak" ucap ku tampa basa basi
Degg..........
__ADS_1
"Apa maksud perkataan mu Nessa? " tanya nya terkejut
"Iya aku ingin meng akhiri pendekatan ini kak" jawab ku menatap mata nya
"Kamu ingin meng akhiri sesuatu, bahkan di saat aku belum memulai nya? " tanya nya dengan mata berkaca kaca
"Iya kak, kenapa kakak terlihat sangat sedih, bukan nya ini hal mudah, dari awal kita tidak pernah dekat kak, pasti akan mudah untuk kita meng akhiri nya" ucap ku yakin
" Apa alasan kamu ingin meng akhiri nya? "
"Itu karena aku sudah mempunyai pilihan ku sendiri kak,kakak tenang aja, aku janji gak akan melibatkan kakak di depan ayah, aku sendiri yang akan mengatakan kepada ayah, lagian sebentar lagi aku akan mengikuti ujian semester, jadi aku ingin fokus untuk belajar kak"
"Apa tidak ada rasa ketertarikan sedikit pun dari hati mu itu untukku Nessa? tanya nya tidak nyambung
" Gak ada kak, aku beneran cuma anggap kakak teman biasa, maaf ya kalau omongan ku ini sudah menyakiti kakak?
"Kapan kamu akan pulang ke Bandung? "
"3 bulan lagi kak, habis ujian semester aku langsung pulang" jawab ku menatap nya
"Okey, aku akan memberikan kamu waktu selama 3 bulan, dan kita akan membicarakan nya lagi di depan ayah mu" jawab nya membuat ku tak mengerti
"Maksud nya gimana kak, aku gak ngerti?" tanya ku penasaran
"Kamu akan mengerti saat kita bertemu lagi di bandung, tepat nya dirumah ayah kamu,
besok aku akan balik ke Bandung, kamu fokus lah dengan ujian mu itu, aku berjanji tidak akan mengganggu mu" ucap nya dengan wajah penuh mistery
"Iya kak, kalau gitu hati hati ya kak, salam buat bunda Santi" ucap ku mulai tak enak
"Kamu juga, jaga diri disini, jangan mudah terbuai dengan laki laki yang suka mengumbar janji, aku akan menunggu kepulangan mu, sampai ketemu 3 bulan lagi" ucap nya sambil mengelus atas kepala ku
Dan aku pun hanya mengangguk, setelah itu dia langsung pergi meninggalkan ku dengan wajah yang masih tersenyum, aku bingung melihat ekspresi nya yang sangat santai, tapi menakutkan menurut ku, semoga saja kak Leo menerima kesepakatan ku dengan suka rela....
__ADS_1