
Tak lama kemudian Nessa dan juga Monic yang baru saja selesai membersihkan meja makan langsung menyusul para lelaki yang sedang duduk di kursi ruang tamu...
Nessa dan Monic saling duduk berdekatan sambil mendengar kan ocehan dari Reza dan juga Dimas...
Nessa tersenyum bahagia, melihat suami nya yang beberapa hari ini sudah tidak terlalu sering mengamuk lagi..
Sepertinya cara yang dia terapkan untuk mengendalikan emosi Arkan telah berjalan dengan baik,
Dan Nessa akan terus berusaha agar Arkan tidak kembali mengamuk karena ulah dari orang orang yang ingin menghancurkan hubungan mereka berdua....
Tak lama kemudian, Arkan mulai menatap wajah Nessa dengan intens, dia baru ingat jika besok istri kecil nya itu akan melakukan kegiatan program PPL,
Arkan tersenyum bahagia, akhirnya apa yang di cita cita kan oleh sang istri bisa menjadi kenyataan...
"Besok pergi pukul berapa? "
Tanya Arkan kepada Nessa, Membuat Nessa langsung menatap suami nya tersebut...
"pukul 06.00 pagi ya mas, soal nya kan sekolah nya lumayan jauh, oya kalau mas gak bisa anter, aku bisa kok pergi sama pengawal yang besok mulai masuk kerja"
"Jangan dong sayang, untuk hari pertama, aku yang antar kamu, soal bodyguard, biar dia memakai mobil yang lain nya, untuk mengikuti kita dari belakang"
"Oh.., ya sudah, aku mau kok mas"
Jawab Nessa tersenyum, Dimas yang melihat kekompakan suami istri itu pun mulai merasa iri, andai saja wanita yang dia sukai juga menyukai diri nya pasti dia juga akan memperlakukan pasangan nya itu dengan sangat istimewa...
Tanpa sadar, kini tatapan Dimas sudah tertuju kepada Monic, dan Monic yang sedang bermain handphone pun tidak menyadari jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang memperhatikan ke arah diri nya...
"Woy... jangan di lihatin terus, kata nya udah move on"
Ejek Reza kepada Dimas, membuat Dimas langsung tersenyum dengan miring...
"Ya kenapa memang nya, orang aku cuma lihat doang, tenang aja, aku juga sudah Tidak menyukai nya lagi"
"Benarkah...! bagus lah jika begitu,sudah cukup kau mendiamkan Rendy hanya karena masalah seorang wanita, lagian mereka saat ini juga sudah tampak bahagia"
Ujar Reza kepada Dimas, membuat Dimas hanya tersenyum tipis...
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang mulai memasuki perkarangan rumah Aditama, Nessa yang mengetahui siapa yang baru saja tiba pun langsung mendekati Arkan...
__ADS_1
Dia duduk di samping tubuh Arkan, sambil membisikkan sesuatu yang membuat Arkan merasa terkejut...
"Kenapa tidak bilang dari tadi"
Kata Arkan kepada Nessa,
"Aku juga baru tahu kok mas, Monic yang memberitahu ku barusan saja"
"Huh... semoga saja mereka berdua bisa bersikap lebih dewasa"
Ucap Arkan menatap ke arah Dimas, tak lama kemudian, Monic mulai bangkit dari duduk nya, dia melangkah kan kaki nya menuju ke arah Keluar pintu rumah..
Dari dalam, mereka semua masih bisa mendengar suara teriakan suara Monic yang sedang menyambut baik ke datangan kekasih nya tersebut...
Dimas yang ikut mendengar nya pun langsung membuang muka, seperti nya dia mulai tidak suka dengan ke adaan seperti ini...
Arkan yang mengetahui perubahan wajah dari teman nya itu pun mulai mengejek Dimas...
"Kau kenapa? wajah mu berubah menjadi sangat kecut"
Ucap Arkan kepada Dimas..
Bisik Nessa yang mulai merasa tidak enak...
"Biarkan saja, dia itu bukan lah pria sejati, sudah dua tahun berlalu, tapi tetap saja masih belum bisa move on"
"Siapa bilang aku tidak bisa move on"
Sarkas Dimas dengan kesal, dia mulai berdiri menatap ke arah Arkan...
"Jangan selalu menggoda ku, asal kalian semua tahu, aku sudah tidak mempunyai perasaan apa pun lagi kepada Monic, dan soal hubungan ku dengan Rendy, kami memang sudah tidak bisa kembali berteman seperti dulu,toh aku juga masih memiliki kalian berdua, untuk apa juga aku mencari Rendy, "
Jelas Dimas dengan suara lantang, Arkan yang melihat teman nya tersebut pun langsung berdiri melangkah mendekati Dimas, begitu juga dengan Reza, mereka berdua memeluk tubuh Dimas dengan erat...
"Bagus teman, kau adalah pria sejati, maaf jika kami sudah menggoda mu"
"Tidak apa apa, aku juga sudah terbiasa kalian goda seperti itu"
Jawab Dimas tersenyum, setelah itu. mereka. mulai tertawa bersama, begitu pun dengan. Nessa, dia sangat senang melihat kekompakan dari sahabat suami nya tersebut...
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian, mereka ber empat di kejutkan dengan suara Monic yang menjerit dengan histeris....
Membuat mereka mulai bangkit dari duduknya masing masing,... dan melangkahkan kaki nya menuju ke arah pintu luar...
"Enggak, aku gak mau kak, bukan kah kakak sudah ingin mengajak aku serius, tapi kenapa sekarang kakak malah putusin aku begitu saja, dimana hati kakak sebenarnya"
Ucap. Monic yang mengamuk dan marah, dia benar benar tidak Terima dengan perlakuan Rendy yang telah memutuskan ya secara tiba-tiba..
"Monic... maaf jika aku sudah menyakiti hati kamu, tapi aku juga tidak bisa menolak perintah dari orang tua ku, aku sudah bertunangan dengan nya secara keluarga... "
Plakkk......
Sebuah tamparan langsung melesat di pipi mulus Rendy, kali ini Monic sudah tidak dapat menahan rasa sakit nya lagi, bagaimana mungkin pacar nya bertunangan dengan wanita lain baru setelah itu dia berkata jujur dan memutuskan dirinya secara sepihak...
"Dimana hati kamu kak..! kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku! " teriak Monic kembali histeris..
Nessa langsung menutup mulutnya, setelah mengetahui apa yang terjadi kepada sahabat nya tersebut, dia ingin mendatangi Monic, tapi Arkan melarang diri nya karena Ini adalah masalah pribadi Monic bersama dengan Rendy...
"Kak..., aku gak tega lihat Monic" ucap Nessa menangis pilu..
"Biarkan dia menyelesaikan nya sayang, aku tahu Rendy adalah pria yang bijak"
Saat mereka berdua sedang berbincang berdua tiba-tiba saja Dimas sudah keluar dari pintu rumah, dia langsung menerjang tubuh Rendy dengan kuat membuat Rendy terjatuh dan tersungkur ke belakang...
"Aaaa........ "
Bukkk..bukk...
Dimas langsung memberikan tinjuan nya ke wajah Rendy, membuat Monic menjerit dengan histeris,...
"Kak Dimas.... jangan kak"
"Jangan halangi aku Monic, biarkan aku menghajar pria bajingan ini"
ucap Dimas sangat marah, sedangkan Rendy hanya diam tanpa perlawanan, dia sudah pasrah dengan bogem mentah yang di berikan oleh sahabat nya Dimas....
"Pukul aku Dimas, aku pantas menerima nya"
Jawab Rendy sedih...
__ADS_1