
Tidak terasa 2 bulan telah berlalu dengan begitu cepat, dan aktivitas ku sebagai mahasiswi pun mulai semakin padat, tetapi aku sangat menikmati nya, begitu pun dengan hubungan ku dengan kak Arkan, kami semakin dekat dan romantis karena sudah saling mengenal satu sama lain,
Aku pun mulai memahami sifat kak Arkan yang keras dan tak bisa di bantah, ternyata penilaian ku pada saat pertama bertemu dengan nya dulu, itu benar ada nya, jika dia sangat keras kepala dan suka mengatur, dan aku selalu mengikuti apa katanya.
Benar kata orang jika cinta itu buta, aku selalu menuruti kata kata nya, walau terkadang aku merasa keberatan dengan ucapan nya yang selalu melarang ku tidak boleh ini dan itu, tapi kembali lagi, cinta adalah pemenang nya, ya mungkin karena dia ingin menjaga ku dan takut kehilangan ku, itu lah fikir ku dan aku tidak ingin membuat nya kecewa pada ku, karena aku yakin setiap yang dia ucapkan adalah yang terbaik untuk ku.
Sedangkan soal kak Albert, dia benar benar menepati janji nya kepadaku, jika dia tidak akan mengganggu ku dan selalu menatap ku dari kejauhan, aku sering sekali memergoki nya sedang menatap ku dengan lama, tapi begitu aku membalas menatap nya, dia pun langsung membuang muka,
Aku ingin sekali bertanya kepada nya, kenapa dia selalu menatap ku, sedangkan aku merasa tidak ada masalah apa apa lagi dengan dia, tapi lagi lagi rasa trauma ku kepada nya ternyata belum hilang, aku masih takut jika harus bertemu dan berbicara padanya dan kak Arkan pasti nya tidak akan mengizinkan ku melakukan itu, karena dia melarang keras aku berbicara dengan laki laki, apa lagi kalau itu kak Albert, aku yakin dia akan langsung memukul nya sampai babak belur seperti dulu, dan aku tidak mau itu terjadi.
Dan soal orang tua ku, aku selalu menghubungi mereka setiap hari, pasti nya setelah aku pulang ke kost an untuk beristirahat, dan yang membuat ku tambah pusing adalah peringatan ayah ku yang selalu melarang ku dekat dengan pria di sini,bahkan dia tidak pernah lupa untuk mengucap kan nya jika sedang menelfon ku,
Terkadang aku sangat penasaran kenapa ayah ku selalu melarang ku, dan jika aku bertanya alasan nya, dia selalu menjawab, "Ayah akan memberitahu mu saat kau pulang nanti" ya 4 bulan lagi aku akan pulang karena liburan 1 semester, dan aku tidak sabar ingin mengetahui nya dan memberi tahu ayah jika aku mempunyai pacar.
Tak lama kemudian aku pun dikejut kan oleh seseorang yang memukul bahu kanan ku
"Woy.. ngelamun aza dari tadi, emank mikirin apa an sich? " tanya Monic yang tiba-tiba datang menyadarkan ku dari lamunan ku
"Lagi mikirin masa depan" jawab ku asal dengan wajah sedih
"Emank kenapa sama masa depan, kan masih lama, masih juga kuliah" tanya nya bingung
Dan aku langsung menggeser duduk ku ke arah samping, agar dapat menghadap ke arah nya, ya saat ini kami sedang berada di dalam kelas, setelah jam belajar selesai, aku masih betah duduk sendiri di sini tampa Monic, karena dia keluar sebentar untuk membeli snak di kantin kampus.
__ADS_1
"Mon, menurut kamu, aku dosa apa enggak ya sama orang tua ku" aku mulai menunduk sedih
"Ini pasti soal kamu yang pacaran diam diam ya"
Dan aku hanya mengangguk, rasa nya dada ku mulai sesak, aku pun mulai menangis mengeluarkan air mata yang tidak bisa terbendung lagi
"Hiks.... hiks.... aku takut dosa sama ayah, aku udah ingkar janji sama dia, aku selalu bilang iya kalau dia melarang ku, padalhan aku telah membohongi nya, aku pembohong Monic, tapi aku takut untuk jujur, karena ayah melarang ku dengan keras tampa harus ada bantahan"
Kali ini aku meluapkan ketakutan ku yang terpendam selama 2 bulan lama nya, aku benar benar merasa bersalah dengan orang tua ku, tapi aku juga sangat menikmati hubungan yang aku jalani dengan kak Arkan, jujur, 2 bulan menjalin hubungan aku merasa semakin mencintai sosok pria itu, dia pun begitu mencintai ku, menjadi kan ku ratu dan wanita spesial di hidup nya, walau posesif, tapi aku bisa memakluminya.
"Sabar ya Nessa, aku ngerti banget sama perasaan kamu ini, tapi aku juga gak tau harus ngapain, aku juga takut sama ayah kamu" Monic pun langsung memelukku dan menenangkan ku
"Jalan satu satu nya, kak Arkan sendiri yang harus izin ke ayah kamu, bukan nya kamu bilang dia mau membawa hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius, ini kesempatan kamu dan kak Arkan untuk minta izin sama paman Toni" ucap Monic menyemangati ku
"Iya kamu bener, aku memang harus secepat nya jujur sama ayah dan ibu, biar hubungan ku dengan kak Arkan tenang dan bahagia" ucap ku tersenyum sambil melerai pelukkan ku
"Yea, gak apa apa kamu gak sukak, yang penting kan kak Arkan sukak " ucap ku mengejek
"Iya dech yang udah bucin, aku ini apa lah, cuma remahan kacang"
"He... he... he.., becanda, kamu itu sahabat aku yang tebaik "
Dan kami pun tertawa bersama, setelah menghabiskan cemilan yang di bawa Monic, kami pun mulai berberes untuk keluar dari kelas, dan saat tiba di depan pintu kelas, kami pun berpapasan dengan kak Arkan dan teman teman nya, seperti nya dia memang ingin menuju ke kelas ku
__ADS_1
"Kak, kok kesini, emank nya jam kakak udah selesai ya" tanya ku ke kak Arkan
"Udah, kakak sengaja mau jemput kamu sayang, ayo kita pulang" ajak kak Arkan menarik tangan ku
"Monic gimana kak? dia gak bawak motor hari ini"
"Dimas, kau antar Monic pulang ya" ucap kak Arkan menoleh ke Dimas
Tetapi sebelum Dimas menjawab ternyata Monic sudah menolak duluan
"Gak kak, Monic gak mau di anter kak Dimas, aku mau nya di anter kak Rendy kak" tolak Monic
"Kau bisa kan Ren antar Monic pulang" tanya Arkan
"Bisa, ya udah yuk kakak antar pulang, bay Dimas" ucap Rendy mengejek Dimas dan berjalan pergi bersama Monic
Dan setelah mereka berjalan sedikit jauh, Dimas pun mulai kesal dengan kak Arkan
"Brengsek, apa dia mau menusuk ku dari depan" ucap nya marah
"Sate kali di tusuk, udah pulang sono ? aku duluan" pamit kak Arkan meninggal kan Dimas sendiri, dan langsung menggandeng tangan ku berjalan keluar koridor kampus, menuju ke parkiran.
Setelah sampai disamping mobil, kak Arkan langsung membuka kan pintu untuk ku masuk, sweet banget kak Arkan, mulai dari perlakuan kecil nya padaku,dia telah membuat hati ku jadi meleleh, setelah kami masuk ke dalam mobil, kak Arkan langsung memasangkan seatbelt milikku, aku masih deg degan bila sedekat ini dengan nya,
__ADS_1
"Kak aku boleh minta sesuatu sama kakak" tanyaku menatap mata kak Arkan
Dan dia mulai mendekatkan wajah nya.........