Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Berita bahagia


__ADS_3

"Tangkap mereka berdua pak polisi, mereka telah menculik istri ku dan ingin menodai nya"


Teriak Arkan menggema di dalam kamar tersebut, Bella benar benar marah karena rencana nya ternyata sudah ketahuan oleh para polisi...


"Bajingan kau Arkan, apa kau kira aku sudah kalah dengan cepat, lihat lah aku akan datang untuk membalas mu lagi, aku tidak akan bisa di tangkap oleh siapa pun, termasuk para polisi ini"


Ucap Bella tak mau kalah, para polisi langsung memegang kedua tangan nya, mereka menyeret tubuh Bella hingga keluar dari kamar tersebut..


Begitu juga dengan Bastian, dengan cepat Arkan memberi bogem mentah di sudut bibir nya sebagai pembalasan karena sudah berani menyentuh Nessa...


Bukkk....


"Cukup tuan Arkan,anda jangan gegabah! "


Ucap pak polisi yang mencoba menghentikan Arkan..


"Biarkan aku memberi dia sedikit pelajaran pak, dia patut di siksa karena telah berani menyentuh istri ku"


"Baik, saya tahu maksud anda tuan, tapi sudah cukup anda memberikan nya pelajaran, selebihnya biarkan kami yang bertugas"


"Oke, sekarang juga bawa bajingan tengik ini ke dalam penjara, aku ingin melihat bagaimana dia membusuk di dalam sana"


Ujar Arkan membiarkan para polisi membawa para penjahat itu untuk pergi dari tempat tersebut...


Reza juga ikut bersama mereka ke kantor polisi, sedangkan Dimas dia menemani Arkan untuk membantu Nessa yang masih dalam keadaan pingsan...


"Bagaimana, apakah Nessa sudah sadar? "

__ADS_1


Tanya Dimas kepada Arkan


"Belum bro, sekarang ayo kita bawa istri ku rumah sakit secepatnya, aku takut dia sampai kenapa kenapa"


"Oke, ayo jalan sekarang"


Ajak Dimas keluar dari kamar itu, Begitu pun dengan Arkan, kini dia sudah menggendong tubuh Nessa dengan kedua tangan nya..


"Sayang..., semoga kau tidak apa apa, karena obat yang mereka berikan bukan lah obat berbahaya"


Ucap Arkan mencoba untuk tetap tenang, setiba nya di luar hotel, mereka langsung naik ke dalam mobil, Dimas mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, dia takut jika Nessa sampai terlambat sadar kembali...


Beberapa menit kemudian, mereka sudah turun dari mobil, Arkan berlari dengan tergesa-gesa menuju ke arah brankar rumah sakit yang sudah di sediakan oleh perawat,


"Tenanglah kawan, jangan panik seperti itu, bukan kah kau yang mengatakan jika obat itu hanya obat yang tidak berbahaya"


"Iya... tapi entah mengapa aku merasa sangat panik Dim, karena sampai saat ini Nessa belum juga sadar dari pingsan nya"


Tak lama kemudian pintu ruang UGD itu mulai terbuka, dan dokter yang menangani Nessa mulai keluar dari ruangan tersebut...


Arkan dan Dimas yang melihat dokter itu pun langsung bangkit dengan cepat, rasa khawatir bentar benar mulia menyeruak di dalam hati Arkan...


"Bagaimana keadaan istri saya dokter ? " tanya Arkan..


"Apakah anda suami nya? "


"Iya dokter saya suami nya, "

__ADS_1


"Begini, sebenarnya istri anda tidak apa apa, dia hanya pingsan karena telah meminum obat yang ada diminum tersebut, tapi untuk janin nya, sebaiknya anda membawa istri anda ke dokter obgyn, agar bisa dilihat keadaan janin di dalam perut istri anda"


"Apa...!! janin! apakah istri saya hamil dokter? "


Tanya Arkan dengan terkejut,


"Iya, menurut analisa saya seperti nya batu menginjak usia satu bulan lebih... "


"Ya Tuhan.... benar kah dokter.., kenapa kami tidak menyadari nya"


Ucap Akan meneteskan air mata, sungguh dia tidak pernah menyangka jika saat ini istri nya itu sudah berbadan dua...


"Dokter, apakah istri saya sudah sadar sekarang? "


"Sebentar lagi akan sadar tuan, tunggu saja beberapa saat lagi"


"Baiklah, boleh kah saya masuk kedalam untuk menjenguk nya? "


"Tentu, perawat akan memantau istri anda"


Jawab dokter itu, setelah itu dia langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, ..


Akan langsung memeluk tubuh Dimas dengan erat, rasa nya seperti ada ribuan kupu kupu yang menggelitik di relung hati nya...


"Dim, apakah kau mendengar perkataan dokter tadi, dia.. dia mengatakan jika ada janin di dalam perut istri ku, itu artinya aku akan menjadi seorang ayah Dimas, hahhaa.. aku akan jadi ayah sebentar lagi. "


Ucap Arkan dengan bahagia, begitu pun dengan Dimas, dia merasa sangat bahagia melihat sahabat nya kini bisa mempunyai seorang anak...

__ADS_1


"Selamat bro.... aku juga ikut bahagia mendengar nya... " jawab Dimas tersenyum sambil membalas pelukkan Arkan...


__ADS_2