
Degg........
"Kak Albert" ucap ku terkejut saat melihat siapa yang memanggil ku
Aku pun langsung berdiri dan menoleh ke arah kak Arkan yang saat ini telah menatap tajam Albert dengan wajah yang menyeramkan, dia mengepal kan kedua tangan nya karena emosi yang sudah membuncah, tak ingin ada keributan akhir nya aku berinisiatif untuk menolak ajakan nya
"Maaf kak, seperti nya tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, karena aku dan kamu tidak mempunyai urusan apa pun" ucap ku bergetar karena takut jika kak Arkan akan mengamuk
Dan aku langsung memegang tangan kak Arkan dan memeberi kode kepada Monic dan Rendy agar segera pergi dari taman ini
tetapi, baru satu langkah kami berjalan, kak Albert pun kembali memanggil ku
"Nessa....? urusan kita belum selesai, karena kau telah mengobrak abrik hati dan dunia ku" teriak nya dengan lantang
Aku pun tidak memperdulikan ucapan nya, dan tetap menarik tangan kak Arkan yang sudah mengeras karena menahan emosi
"Aku tau kau takut dengan pria kelainan itu kan, pasti hidup mu saat ini merasa tidak bebas karena dia selalu mengekang mu, iya kan? jika kau mau aku bisa membantu mu untuk terlepas dari pria posesif itu" teriak nya kembali dengan keras
Dan kali ini, aku pun tidak bisa menahan tangan kak Arkan yang sudah terlepas, dia berlari menuju ketempat Albert berdiri dengan wajah yang memerah, dan aku ikut mengejar nya begitupun Monic dan Rendy
"Brengsek kau Albert, Buukk.............. "
Aku kalah cepat, karena kak Arkan telah menumbuk wajah Albert dan kembali mencengkram kerah baju nya
__ADS_1
"Apa mau mu sebenar nya sialan? apa kau belum jera juga setelah aku membuat keluarga mu miskin, apa kau mau aku melaporkan mu ke polisi dan membuat keluarga mu menjadi gembel? "teriak nya kencang dengan sangat marah
"Heh, apa kau kira aku takut? kau dengar baik baik, aku tidak pernah takut dengan ancaman mu itu" jawab Albert mengejek
"Bedebah kau manusia laknat" teriak nya sambil mengangkat tangan nya yang mengepal
"Kak cukup kak, kakak jangan gegabah, ayo kita selesaikan dengan baik baik, aku mohon kak, aku tidak mau kita menjadi tontonan dan merusak nama baik kakak" ucap ku menenangkan kak Arkan
"Lepasin dia kak, Nessa mohon, biarkan dia bicara kak, setelah itu kita bisa pergi" aku berkata dengan lembut
Dan kak Arkan pun langsung melepaskan cengkraman nya, karena melihat wajah ku dan melihat sekeliling kami yang mulai jadi bahan perhatian anak kampus,
"Cepat kau bicara, waktu kami tidak banyak" ucap nya kesal
" Cukup kak Albert, jangan memancing mancing emosi kak Arkan, apa yang ingin kakak bicarakan, cepat katakan" aku pun ikut kesal
"Apa tidak bisa berdua saja? "
"Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, jika kau tidak mau aku akan membawa Nessa pergi" jawab kak Arkan marah
"Okey, disini saja, ehm.... Nessa sebenarnya aku mau meminta maaf ke kamu atas kejadian 2 bulan yang lalu, jujur aku sangat menyesal telah melakukan hal itu pada mu, karena itu telah membuat mu takut jika melihat ku, tapi aku juga merasa senang, karena atas kejadian itu, aku telah menyadari jika sebenarnya aku mempunyai perasaan lebih kepada mu, (menatap wajahku yang terkejut) kamu tenang aza, aku tidak akan memaksa dirimu untuk membalas perasaan ku ini, biarlah aku memendam nya sendiri,
Dan aku ingin pamit kepada mu, karena aku akan pergi ke Belanda untuk memulai bisnis disana, mungkin 3 atau 4 tahun lagi aku akan kembali ke sini lagi, dengan membawa keberhasilan pasti nya dan saat aku kembali nanti aku berharap kau tetap bahagia bersama dia ( menunjuk ke Arkan) karena jika aku melihat sebalik nya, aku akan datang untuk mengambil kau dari nya, itu adalah janji ku Nessa, dan kau harus ingat itu" ucap nya menatap ku
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi, milik ku adalah milik ku, sampai kapan pun akan tetap seperti itu (sambil menarik tubuh ku mendekat dengan nya) jadi kau jangan bermimpi?, lebih baik kau serius saja di Belanda sana untuk membangun bisnis ayah mu yang saat ini di ambang kehancuran" ucap kak Arkan mengejek
"Ya kau memang benar, dan aku akan berhasil melebihi dirimu dan keluarga mu, dan jika itu benar-benar terjadi, kau jaga gadis mu ini, sekali saja kau membuat nya meneteskan air mata, aku akan merebut nya dari mu" jawab Albert mengancam
"Nessa, aku pamit ya, semoga kau selalu bahagia, oya kau sangat cantik mengenakan pakaian ini, aku akan selalu mengingat mu dan menjadikan mu semangat ku, sampai jumpa Nessa" ucap nya pamit dan berlalu pergi meninggalkan taman
Aku masih bengong atas perkataan nya barusan, aku tidak menyangka jika dia telah banyak berubah, tidak seperti saat menculik ku dulu,
"Ayo sayang kita pulang" ucap kak Arkan menyadarkan lamunan ku
Dan aku hanya mengangguk dan tersenyum, setelah itu kami pun berjalan menuju parkiran mobil,
"Mon, kamu pulang bareng kak Rendy ya? tanyaku ke Monic
" Iya, kalau gitu sampai ketemu besok ya Ness " ucap nya memelukku
"Okey, hati hati ya, kak langsung pulang ya" ucap ku ke kak Rendy, dan di acungi jempol oleh nya
Setelah aku dan kak Arkan masuk ke dalam mobil, kak Arkan menggenggam tangan ku lalu mencium nya,
"Omongan Albert tadi jangan kamu masuki ke hati ya sayang, percaya sama aku, jika aku tidak akan menyakiti kamu" ucap nya memandang ku serius
" Iya aku percaya kok kak, kakak yang terbaik untuk ku" jawabku tersenyum manis
__ADS_1
Dan kan Arkan pun langsung menjalan kan mobil nya, meninggal kan pelataran kampus untuk mengantarku ke kost an yang sudah semalaman aku tinggal kan......