
Brakkk.............. suara pintu yang di dobrak paksa oleh arkan dan teman teman nya, setelah pintu terbuka dengan lebar, mereka pun langsung masuk ke vila itu,
tetapi baru beberapa langkah mereka berjalan, ternyata mereka telah dihadang kembali, oleh enam orang anak buah Albert yang bertugas berjaga di dalam vila,
"siapa kalian, berani sekali kalian masuk ke vila ini tampa ijin tuan kami" ucap salah satu anak buah Albert yang berbadan besar dengan marah
"panggil tuan kalian kemari, katakan pada nya kalau aku Arkan Aditama telah datang untuk mencabut nyawa nya" ucap Arkan dengan wajah yang sangat menyeramkan kan, dan langsung maju paling di depan
"heh..berani sekali kau mengatakan itu, sebelum kau menyentuh tuan kami, aku dahulu yang akan membunuh mu" ucap anak buah Albert yang berbadan sedang dan langsung menyerang arkan dengan tiba tiba
arkan pun dengan sigap langsung menangkis pukulan nya yang di arahkan tepat di wajah nya, tidak butuh waktu lama, arkan sudah menguasai tubuh pengawal itu, dengan mengunci tangan nya dan memutar leher nya sampai terdengar suara tulang yang retak
kretak..... "aaaaaaaaaaaa................. ampun, ampun, ini sangat sakit aku mohon lepas kan aku" ucap pengawal itu dengan suara yang sangat memilukan
dan arkan pun langsung melepaskan cengkraman nya dan menendang perut pengawal itu dengan sangat kuat, sampai dia terjatuh kebawah,
"apa kalian mau seperti dia juga" tanya arkan kepada ke lima pengawal Albert
hiiaa............. dan mereka langsung menyerang arkan dan teman teman nya, pertarungan sengit pun kembali terjadi,
mereka sangat beruntung karena dahulu sewaktu mereka masih kuliah semester satu, mereka sama sama mengikuti belajar ilmu bela diri, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk melumpuhkan pengawal Albert, sedang kan anak buah arkan saat ini masih di berada diluar vila, membereskan pengawal Albert yang masih ingin melawan,
prok...... prok.... prok...... tiba tiba tedengar suara tepuk tangan dari seseorang yang ber arah menuruni anak tangga
dan mereka pun langsung menatap tajam ke arah orang tersebut, orang yang telah mencari masalah dengan nya,
__ADS_1
"hebat juga kau ya, dapat menemukan lokasi ini dengan cepat" ucap Albert menyeringai
"bajingan kau, dasar manusia pengecut, cuihh....... " ucap arkan emosi
"ha.... ha.... ha... kenapa ? kau merasa kalah sekarang, kan sudah aku bilang, aku itu lebih berpengalaman dari mu, sedangkan kau, heh, masih bau kencur, kau tidak tau apa apa soal memuaskan wanita" ucap Albert mengejek
"bangsat kau"
bukk.... bukk arkan langsung memberi bogem mentah ke wajah Albert, dan Albert pun yang tidak waspada langsung terjatuh ke lantai, dengan darah yang sudah mengalir di sudut bibir nya,
"heh, pukul saja aku sampai kau puas, karena semua yang ku ingin kan telah aku dapat kan, tubuh pacar mu yang cantik itu, aku orang pertama yang menikmati nya" ucap nya lagi masih bisa tersenyum mengejek
"bedebah kau, manusia laknat"
arkan pun langsung berjongkok dan mencengkaram kerah baju Albert, dan dia langsung memukul Albert dengan membabi buta,
dan tampa mereka duga, arkan telah mengeluarkan senjata nya dan menodongkan nya tepat di kening Albert
"arkan, apa yang kau lakukan, buang senjata mu, apa kau mau menjadi pembunuh" ucap Rendy terkejut dan langsung berteriak
"arkan jangan gegabah, aku mohon, Nessa tidak akan suka dengan kelakuan mu ini" ucap dimas menimpali
"aku memang harus membunuh bajingan ini, dia tidak pantas dibiarkan hidup, apa kau kira setelah kau menyentuh gadis ku aku akan melepaskan nya, kau salah brengsek, sampai mati pun aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut nya dari ku, termasuk kamu manusia biadab" ucap nya berteriak sambil menggerakkan kan jari nya untuk menekan tombol pistol itu
"kak arkan,...... " jerit Nessa yang sudah berada di bawah tangga, dia pun langsung berlari menghampiri arkan dan berjongkok memeluk arkan dari belakang
__ADS_1
"kak pliss, Nessa mohon, buang pistol itu kak, Nessa gak mau kakak jadi pembunuh, Nessa mohon kak" ucap nya sambil menangis di punggung belakang arkan
"dia harus mati Nessa, dia sudah berani menodai mu" ucap arkan frustasi
"enggak, dia bohong kok, dia gak ada nyentuh Nessa, Nessa masih suci kak, Nessa masih milik kakak se utuh nya, aku Mohon percaya lah, jangan bunuh dia kak, Nessa takut " ucapan nya sambil terisak
"apa itu benar"
dan Nessa pun langsung mengangguk dan arkan bisa merasakan nya, karena tubuh Nessa yang sangat menempel pada punggung belakang nya
"kali ini kau selamat, tapi jika kau berani mengganggu nya lagi, aku berjanji akan membunuh mu saat itu juga" ucap arkan melepaskan cengkraman nya pada Albert dan langsung membuang pistol yang di pegang oleh nya
dan arkan pun langsung berbalik dan memeluk Nessa dengan sangat erat,
"maaf, maaf karena tidak bisa menjaga mu" ucap nya terisak sambil menciumi pucuk kepala Nessa
"kakak gak salah, mungkin ini cobaan untuk awal hubungan kita kak" ucap ku sedih menenggelam kan kepala ku lebih dalam lagi dipelukan kak arkan
dan dia pun membalas nya dengan erat, aku bisa merasakan kenyamanan saat dia memelukku,
"aku janji ini yang terakhir kali nya terjadi, aku akan lebih extra lagi menjaga mu mulai dari sekarang" ucap kak arkan sambil melepaskan pelukkan nya dan menegakkan wajah ku dengan kedua tangan nya di pipi ku
"iya, aku percaya sama kakak" jawab ku tersenyum
dan dia mulai mengusap air mataku, dan mendekatkan nya ke wajah ku, dia mengecup bibir ku sekilas, ya hanya kecupan dan ini yang ke dua kali nya dia melakukan nya, bahkan didepan teman teman nya, aduch malu nya,
__ADS_1
aku sangat beruntung, karena bisa keluar diwaktu yang tepat,jika tidak, entah apa yang akan terjadi, tadi saat aku ingin kabur, aku sempat bingung mau memilih jalan yang mana, karena ternyata Albert menempatkan ku dikamar yang paling ujung, sedang kan vila itu sangat lebar dan megah, banyak ruangan disetiap sudut nya,
tapi setelah aku mengikuti arah kaki ku melangkah, aku pun dapat mendengar suara keributan, dan aku langsung mencari sumber suara itu, sampai aku menemukan tangga yang membawa ku turun, tetapi begitu sampai dibawah, aku terkejut karena melihat kak arkan yang sedang menodongkan pistol tepat di kening kak Albert, jujur aku sangat syok melihat nya, rasa nya aku langsung tidak bisa berjalan, tapi aku mencoba menguatkan pikiran ku sehingga aku dapat menghentikan kak arkan dengan tepat waktu....