
"Lalu sampai kapan kau akan membiarkan nya tetap bertunangan dengan pria bernama Leo itu? " tanya Dimas serius
"Apa kau kira aku akan diam saja..?, besok aku akan mengajak nya bertemu, dan aku akan berbicara 4 mata dengan nya..? "
"Bagaimana jika dia menolak semua tawaran mu? "
"Mana mungkin,.. aku yakin dia akan mau menerima tawaran ku..?"
"Jangan terlalu percaya diri Arkan..?, fikirkan lah hal buruk nya terlebih dahulu, jadi jika dia menolak kesepakatan itu, kau tidak akan merasa hancur kembali? "
"Aku sangat yakin Dimas, karena ibu nya itu licik dan matre, lebih mementingkan ke untungan dari pada ke jujuran, aku yakin anak nya juga sama seperti ibu nya..? " jawab Arkan serius
"Baiklah jika itu keputusan mu..?, aku sebagai teman hanya bisa mendoakan mu saja dan membantu jika di perlukan? "
"Ya... kau adalah sahabat terbaik ku Dimas..?, oya apa aku boleh bertanya sesuatu pada mu..?
" Apa...? "
"Sebenarnya ada masalah apa kau dengan Rendy..?, aku melihat jika kalian seperti saling marah..?, apa ini karena teman nya Nessa? " tanya Arkan penasaran
"Kau benar...?, ini semua karena Monic..?, kau tahu kan jika aku menyukai nya, dan Rendy juga mengetahui itu?, tapi ternyata dia tega menusuk ku dari belakang..? " ucap nya marah
"Bro..., tapi bukan kah Monic itu memang tidak menyukai mu, aku melihat dia sangat menyukai Rendy..?, sudah ikhlas kan sajalah..?, mari kita kompak seperti dulu lagi..?
" Iya sebenarnya aku sudah merelakan Monic bersama nya, tapi Rendy saja yang sangat sulit untuk di hubungi? jawab Dimas ngeles
"Bagus lah jika begitu..?, sekarang ayo kita pergi, aku akan kembali ke kantor...? ' ajak Arkan
" Ayo.., aku juga mempunyai banyak pekerjaan di kantor papa ku..? "
Dan mereka pun bangkit beriringan keluar dari ruang kerja Arkan yang ada di cafe...
__ADS_1
****
Saat ini Arkan sudah tiba di kantor papa nya, dia dengan semangat memasuki ruangan nya itu, sangat banyak yang harus dia kerjakan, memegang kendali tentang ke uangan benar-benar membuat otak nya selalu berfikir keras, di tambah lagi dengan masalah pribadi nya yang ikut menambah beban fikiran nya, membuat Arkan sering meluap kan emosi nya dengan mengamuk secara tiba tiba, Arkan memang mempunyai kepribadian yang sangat aneh, yang di sebabkan oleh rasa trauma yang berlebihan,membuat dia menjadi sosok pria yang posesif, pemaksa, dan emosian,..
Saat dia sedang fokus dengan buku yang dia tulis itu, Tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu dan di susul dengan masuk nya seorang pria paruh baya yang terlihat masih tampan itu dengan wajah yang sangat serius...
Arkan pun yang mendengar suara ketukan pintu langsung menatap ke arah asal suara, dia melihat sang papa yang masuk dan berjalan ke arah meja nya...
"Arkan....? " panggil papa Marko
"Ada apa pa..., kenapa wajah papa terlihat sangat serius..? ' tanya Arkan penasaran
"Duduk lah nak.., papa ingin berbicara penting sama kamu..?
" Baik pa..? " ucap Arkan menduduki kursi tamu
"Nak... maaf jika papa sudah menyusahkan kamu..?, papa sangat mengerti dengan keadaan hati kamu yang masih merasa hancur, tapi ini juga sangat penting untuk masa depan kamu nak...,? "
"Pah...., jangan berbelit-belit, cepat lah katakan dengan jelas pa.., apa yang ingin papa katakan? "
"Bagaimana bisa terjadi pa..? " tanya Arkan terkejut
"Iya..., itu karena paman mu yang sudah berbuat licik nak..?, dia melakukan korupsi besar besaran tampa di ketahui oleh para pekerja lain nya..? "
"Apa....?????, bagaimana bisa pa..?, bukan nya paman Boby itu sangat baik dalam menjalan kan perusahaan, bahkan dia sudah lama papa percayakan untuk memegang kendali disana..?, dan kenapa sekarang dia melakukan korupsi pa.. ? " tanya Arkan heran
"Sebenarnya ini menyangkut masalah pribadi nak..?, paman mu itu telah berselingkuh dari bibi mu.. ?, dan dia sudah menjalin kasih dengan wanita bar yang terkenal matre dan licik.., dan karena itu lah paman mu tega menghianati papa...?, dia mengambil banyak uang atas nama papa nak..., dia telah memalsukan tanda tangan papa..?, dan saat dia berhasil melakukan rencana nya, dia langsung kabur bersama wanita baru itu..,?
"Tega sekali manusia itu pa...?, bukan nya karena bibi lah dia menjadi terangkat derajat nya.., dan sekarang dia menusuk keluarga kita dari belakang..?, aku tidak Terima pa dengan perbuatan nya itu...,aku harus membalas nya dengan sangat menyakitkan pa, begitupun dengan wanita pelacur itu..? ucap Arkan marah
"ya... kau benar nak...?, maka dari itu, kau pergilah ke Jerman.., usut tuntas kasus ini ke polisi dan bangkitkan kembali perusahaan turun temurun dari kakek mu nak....?, maaf jika ini akan terasa sangat berat untuk mu nak..? "
__ADS_1
"Pah..., aku akan melakukan apa pun untuk keluarga kita..., aku yakin bibi Jasmin pun sangat merasa bersalah atas semua yang telah terjadi ini, karena dia lah yang dulu meminta agar suami nya bisa pegang kendali di perusahaan kakek..., aku janji akan menyelesaikan semua nya dengan baik pa..., aku akan membangkitkan lagi bank Internasional yang ada di Jerman, dan aku akan menangkap Paman sialan itu bersama selingkuhan nya dengan hidup atau pun mati.., aku berjanji pada papa...? " ucap Arkan serius
"Terimakasih nak..., terimakasih karena kau mau membantu papa..., pergilah besok nak.., lebih cepat lebih baik..? "
"Pah..., lusa aku akan pergi..., karena aku mempunyai urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu pa..? "
"Baiklah... tidak apa apa nak.., jika begitu, papa. akan mengurus semua dokumen yang kau perlukan disana..., papa berangkat dulu ya..? " ucap papa marko memeluk Arkan dan berlalu pergi
Arkan yang melihat kepergian papa nya itu pun, mulai terduduk kembali di kursi tamu itu..
"Apa ini jawaban dari Tuhan....?, apa aku memang tidak berjodoh dengan Nessa..? jika aku pergi ke Jerman.., bagaimana cara ku untuk mendapatkan Nessa kembali..?, aku tidak rela jika melepas nya, tapi aku juga harus menyelamatkan keluarga ku...?, Leo kau lah satu satu nya harapan ku..? " ucap Arkan frustasi
****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di rumah sakit ternama yang ada di jakarta, saat ini Leo sedang duduk beristirahat di dalam ruangan nya..
Dia merasa. sangat lelah karena baru selesai melakukan operasi yang sangat dramatis.. semua itu terjadi karena pasien yang sedang dia tangani, Tiba-tiba mengalami drop, dan itu membuat panik seluruh dokter dan perawat,, untung Leo bisa melalui nya dan menyelamatkan pasian tersebut...,
Tak lama kemudian, terdengar suara handphone yang bergetar di atas meja, Leo pun langsung melihat siapa yang memanggil, nomor tak di kenal, karena penasaran dia pun langsung mengangkat panggilan itu... sambil berjalan, berdiri mengahadap jendela kaca
"Hallo...? " ucap Leo
"Hallo...., ini aku Arkan? "
"Oh...., cepat juga kau bisa menemukan nomor telfon ku..? 'ejek nya di telfon
" Itu hal mudah untuk ku..,? besok temui aku di cafe Greentea,, aku ingin berbicara 4 mata dengan mu..? " ucap nya tampa basa basi
" Baiklah..., kirim jadwal nya, aku pasti akan datang..? "
"Baik, aku tunggu kedatangan mu besok..? "
__ADS_1
"Hemm"
Setelah panggilan berakhir, Leo pun kembali duduk di bangku nya... dengan sejuta pemikiran yang ada di kepala nya...