
Setelah mendengar penjelasan dari ayah Nessa, papa Marko pun mulai berfikir, alasan apalagi yang akan dia katakan agar ayah Nessa mau menerima anak nya Arkan.
"Tapi pak..., bukan nya pernikahan yang di lakukan secara paksa itu tidak akan baik hasil nya? saya sangat yakin jika anak bapak benar-benar mencintai anak saya Arkan, dan dia pasti sangat tersiksa jika harus menjalankan pernikahan secara paksa ini?, setidak nya fikirkan juga perasaan anak bapak, sebelum semua nya terlanjur terjadi? " ucap papa Marko menjelaskan
"Tidak ada yang perlu di fikirkan lagi pak Toni?, karena semua nya sudah tepat di jalur nya? "
Ucap seorang wanita yang tiba tiba menimpali, di ikuti oleh suami nya yang berada tepat di samping nya.
Setelah masuk ke dalam ruang tamu, pasangan itu pun langsung duduk tampa menunggu di persilahkan, dia duduk dengan gaya yang tegas dan berwajah tidak ramah, mungkin dia merasa sedikit emosi, atas kedatangan tamu yang tak di undang, dan berani menyinggung tentang pertunangan anak nya.
"Buk Rita dan pak Anton, maaf jika pembicaraan saya tadi sempat menyinggung ibu dan bapak, tapi saya tidak ada maksud apa apa, saya hanya menjelaskan saja kepada orang tua nak Arkan ini, mereka adalah orang tua dari teman putri saya pak buk." jelas ayah Nessa tak enak
"Ya saya tahu itu, tapi saya minta sama bapak Toni,untuk tidak membicarakan apa pun tentang masalah pertunangan anak kita kepada orang lain, jika memang ada masalah, bicarakan saja terus sama saya dan suami saya? " ucap bunda Rita tegas
"Baik buk" jawab ayah Nessa masih tak enak
Lain hal nya dengan kedua orang tua Arkan, saat ini mereka sedang menatap serius ke arah bunda Rita, ada rasa emosi setelah mengetahui jika saingan menjadi calon mertua Nessa adalah orang yang termasuk sangat tidak mereka sukai.
Papa Marko yang memperhatikan raut wajah istri nya yang mulai berubah pun, mulai menggenggam tangan istri nya, dengan niat agar istri nya itu bisa mengontrol emosi dan tidak terbawa dengan suasana.
"Oh.., ternyata disini ada tamu tidak di undang ya, sudah lama kita tidak bertemu ya nyonya Iren dan tuan Marko..? " ucap bunda Rita tersenyum sinis
__ADS_1
"Heh.., ternyata kau masih mengenal ku, tidak usah sok ramah dokter Rita..? " jawab mama Iren tidak kalah cetus
Orang tua Nessa pun yang mendengar pembicaraan mereka yang terlihat sangat tidak bersahabat itu mulai terkejut dan bertanya tanya..
"Ya kau benar nyonya Iren yang terhormat, seharus nya aku tidak perlu terlalu ramah dengan mu, untuk apa ramah tamah dengan orang yang ingin berniat jahat membatalkan pertunangan anak ku..? " ucap nya menyindir
"Ya... kau juga benar dokter Rina?, aku datang kesini memang ingin berniat menggagalkan pertunangan anak mu itu, yang terkesan sangat memaksa, dan tega memisahkan kedua orang yang saling mencintai, apa anak mu itu tidak laku, sehingga memaksa gadis yang tidak menyukai nya..? " jawab mama Iren emosi
"Jaga ucapan mu itu nyonya Iren..?, asal kau tahu, anak mu lah yang menjadi pengganggu di dalam hubungan anak ku dan Nessa, jangan suka membalikkan fakta ya..? " ucap nya marah
"Heh..., Pede sekali kau berbicara seperti itu?, berfikirlah dengan cermat, jika memang anak mu dan Nessa sudah lama menjalin hubungan, untuk apa juga Nessa menerima anak ku dengan senang hati,, bahkan mereka sudah menjalin hubungan selama 6 bulan lama nya, tanpa ada parasit yang menganggu, tapi kenapa sekarang kau berbicara seperti itu, aku yakin..?, pasti kau telah melakukan sesuatu sehingga Nessa mau menerima pertunangan paksa ini...? " ucap mama Iren kesal
" Benar benar licik kau dokter Rina? " ucap mama Iren marah
"Heh.., apa kau tidak Terima?, seharus nya kau itu berkaca dulu sebelum bermimpi terlalu tinggi, mungkin mereka semua tidak mengetahui siapa anak mu sebenar nya, dan Nessa, dia pasti tahu nya jika anak mu itu adalah orang yang tampan dan baik, tapi dia tidak tahu sisi gelap yang ada di diri anak mu yang sebenar nya..?
"Jaga ucapan mu dokter Rina.., kau sudah melewati batas..? " ucap mama Iren geram
"Kenapa..?, kau tidak Terima dengan kenyataan yang aku katakan ini,? lebih baik kau pulang lah, sembuh kan dulu penyakit anak mu baru kau berniat mencari calon menantu..? ucap nya menyindir
Orang tua Nessa yang mendengar perdebatan itu berlangsung semakin panas pun, berinisiatif untuk menyudahi nya agar tidak terjadi pertengkaran.
__ADS_1
"Maaf nyonya Iren dan ibu Rita, sebaik nya kita sudahi saja perdebatan ini,?, tolong jangan di lanjutkan, sangat tidak baik jika sampai terdengar oleh orang di luar? " kata ayah Nessa menimpali
"Tidak pak Toni?, saya tidak bisa Terima begitu saja, dengan niat mereka yang ingin membatalkan pertunangan anak saya ? karena saya sudah mendengar sendiri, apa saja yang di ucapkan oleh pak Marko kepada bapak?, asal bapak tahu ya.., anak dia ini pernah menjadi pasien saya di rumah sakit, anak mereka ini sakit, sakit psikologis nya, dia mempunyai rasa trauma yang berlebihan, rasa takut, cemas, dan suka mengamuk, persis seperti orang gila, apa bapak rela jika anak bapak di nikahkan oleh anak seperti itu..? "
***
Degg.........
Aku terkejut dengan kata kata yang bunda Rita ucap kan,, Apa benar jika pria yang sangat aku cintai, mengalami sakit seperti itu..?, apa ini yang mama Iren rahasiakan dari ku, yang belum sempat dia ceritakan kepadaku?
Karena rasa penasaran yang mulai bersarang di benak ku, aku pun berinisiatif untuk menguping pembicaraan mereka dari balik dinding.
***
"Tutup mulut mu dokter Rita..?, kau sudah melewati batas antara kemanusian dan janji mu sebagai dokter?, karena kau sudah membuka rahasia pasien mu sendiri, demi kepentingan pribadi mu?,aku bisa menuntut mu dokter Rita.?, dan tega sekali kau mengatakan jika anak ku itu gila..?, asal kau tahu, anak ku tidak pernah gila, dia hanya merasa trauma atas kematian adiknya.., dia merasa bersalah, karena tidak bisa menjaga adik nya, menyebabkan adik nya terjatuh dan meninggal, dan semua bukan kesalahan nya, aku lah yang bersalah karena teledor dalam menjaga mereka,, tolong jangan kau cap anak ku gila, di adalah pria waras dan sehat.., aku tidak Terima jika kau menghina anak ku...? " ucap nya menangis pilu
"Mah..., tenangkan dirimu, ayo kita pergi dari sini, tidak ada guna nya berbicara dengan orang seperti dia? ajak papa Marko
" Pergilah,, itu lebih baik, asal kalian tahu, aku juga seorang ibu?, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan anak ku..? " jawab nya tak mau kalah
Tampa mendengar ocehan dokter Rita, orang tua Arkan pun langsung pergi menuju keluar rumah, dengan ke adaan mama Iren yang masih menangis dengan tersedu sedu,.. sungguh...ibu mana yang tidak marah dan sakit hati, jika anak yang di sayangi nya di cap gila oleh orang lain.
__ADS_1