Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Monic yang malang


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari Rendy, Dimas langsung menambah tenaga nya untuk memukul Rendy , membuat Arkan dan juga Nessa yang melihat kejadian tersebut mulai tak terkendali pun langsung berlari keluar dari rumah...


Arkan menarik tubuh Dimas dengan kuat, menghentikan pukulan yang terus dia layangkan ke arah Rendy


"Hentikan Dimas, jangan memukul nya terus menerus, kau sudah melebihi batasan mu"


Teriak Arkan dengan marah, Dimas terus bergerak tak Terima, dia mencoba untuk melepaskan diri nya dari pegangan Arkan...


"Tidak... aku belum puas memukul nya, dia benar benar sudah keterlaluan, bukan kah dia sudah berjanji kepada ku, Untuk mempertahankan Monic, dan sekarang dia malah lebih memilih wanita yang di jodohkan oleh orang tua nya, benar benar pembohongan dia Arkan.... "


Teriak Dimas dengan sangat marah, membuat Arkan, Nessa dan juga Monic langsung diam dan terkejut...


Apakah yang di katakan Dimas benar, jika dia sudah mengetahui sejak lama tentang perjodohan Rendy bersama tunangan nya saat ini,


Monic yang mulai merasa curiga pun langsung mendekati Dimas, dia menatap mata Dimas dengan sangat tajam...


"Apa maksud dari perkataan mu kak? apakah kau sudah tahu sejak lama tentang perjodohan kak Rendy? jawab aku kak? "


Tanya Monic dengan penuh emosi sambil. meneteskan air mata nya,..


Jika memang benar Dimas tahu soal perjodohan tersebut, lalu kenapa selama ini dia hanya diam saja, lalu untuk apa juga hubungan selama 2 tahun lama nya yang di jalani Monic bersama Rendy, apakah itu semua hanya lah hubungan biasa...


"Jawab aku kak..! aku mohon"


Kata Monic dengan memasang wajah sangat menyedihkan, Dimas yang melihat hal itu pun langsung memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat...


"Maaf.... maaf karena sudah membiarkan kamu menjadi terluka, "


"Jangan mengasihani aku kak! kenapa kakak tidak memberitahu ku, apa kakak sengaja ingin melihat ku hancur"


Ucap Monic mencoba melepaskan pelukkan Dimas


Dengan cepat Dimas langsung melerai pelukkan nya dan dia mulai memegang kedua bahu Monic dengan kuat...


"Apa maksud perkataan mu Monic..., aku bahkan tidak tahu jika. ini semua akan terjadi, karena dia sudah berjanji kepada ku jika dia akan mempertahankan mu Monic"

__ADS_1


Sarkas Dimas, sambil menunjuk ke arah Rendy,


Sedangkan Rendy, dia hanya diam membisu, menundukkan kepala nya, karena merasa sangat bersalah...


"Aku.... bahkan langsung meminta nya untuk melepaskan diri mu saat itu, karena aku mendengar pembicaraan mama nya bersama dengan Rendy, saat itu aku menyuruh dia untuk tidak memberikan mu harapan palsu, tapi apa yang dia katakan kepada ku, dia malah mengusir ku dan memutuskan hubungan persahabatan kami, dia tidak mau melepaskan mu karena dia akan menolak perjodohan tersebut "


"Apa......!!!, kapan itu terjadi Dimas, kenapa aku tidak mengetahui nya? "


tanya Arkan yang ikut menimpali..


"Dua tahun yang lalu, saat acara wisuda, aku benar-benar marah dengan dia Arkan, dan aku memegang janji nya untuk tidak menyakiti Monic..., dan sekarang dia malah menyakiti wanita yang aku cintai, Bajingan kau Rendy"


Teriak Dimas kembali dan langsung mencengkram kerah baju Rendy .


Arkan yang ingin membantu pun langsung di hadang oleh Rendy, dia mengangkat sebelah tangan nya, sebagai tanda jika dia tidak mau di bantu..


"Biarkan Arkan, aku Terima jika dia ingin memukul ku"


Ucap Rendy dengan tatapan sedih, Monic yang melihat itu pun langsung membalikkan tubuh nya, sungguh dia tidak sanggup jika harus menyaksikan pria yang dai cintai dengan setulus hati di pukuli habis habisan oleh orang lain...


"Menangis lah Monic, luapkan semua kesedihan mu"


Ucap Nessa kepada Monic, dengan cepat wanita itu pun langsung menangis di pelukkan Nessa...


"Sabar ya Mon, ayo kita masuk sekarang"


Ajak Nessa kepada Monic, dia akan membawa Monic untuk beristirahat di kamar tamu...


Sedangkan Dimas, saat ini masih meluapkan emosi nya kepada Rendy... hingga beberapa menit kemudian, mereka berdua mulai terkulai lemas di atas lantai perkarangan tersebut....


Brukk.....


Rendy menikmati rasa sakit di wajah nya, sedangkan Dimas mulai tertawa karena dia sudah kalah dan tidak bisa melindungi wanita yang dia cintai...


Reza dan juga Arkan mulai ikut duduk di bawah, memperhatikan mereka berdua yang hampir dua tahun lama nya tidak pernah bertegur sapa kembali...

__ADS_1


"Bagaimana? apakah kalian berdua sudah puas? "


Tanya Arkan menatap nyalang..., Arkan benar-benar merasa kecewa dengan sikap Rendy, menurut nya Rendy adalah pria yang sangat pengecut, jika memang dari awal dia sudah di jodohkan oleh kedua orang tua nya, kenapa juga dia menyukai Monic..


Yang jelas jelas sudah di sukai terlebih dahulu oleh Dimas..,


"Jadi kau benar benar sudah bertunangan saat ini? "


Tanya Arkan menatap Rendy...


Dengan pelan Rendy langsung menganggukkan kepala nya, dia juga sedang dilema saat ini, antara mempertahankan cinta nya kepada Monic, atau mempertahankan harta kekayaan keluarga nya....


"Kau adalah pria pengecut Rendy, jika dari awal kau tidak bisa serius dengan Monic, Untuk apa juga kau menjalani hubungan dengan nya, bahkan hubungan kalian sudah menginjak Dua tahun lama nya, dan aku dengar kau juga sudah berniat ingin melamar diri nya apakah kau tidak punya hati sedikit pun? "


Tanya Arkan dengan marah, Rendy langsung menatap Arkan, dia akan menjelaskan semua permasalahan apa yang sedang dia alami saat ini...


"Iya.. kau memang benar jika aku adalah pria pengecut Arkan, tapi... aku sudah berusaha selama dua tahun ini, aku mencoba meyakinkan kedua orang tua ku, jika Monic adalah pilihan untuk terakhir ku, tapi... mereka masih belum bisa menerima nya, dan kemarin aku di ancam jika aku tidak menerima pertunangan itu, maka aku akan di coret dari nama keluarga "


Jelas Rendy membuat Dimas langsung tertawa mengejek.....


"Hahah...... dasar banci.., Arkan bukan kah sudah aku bilang dari awal, jika Rendy ini adalah pria yang cengeng, dia mana bisa hidup tanpa harta dari orang tua nya".


Ejek Dimas yang mulai geram kembali, sedangkan Rendy tidak memperdulikan olokan dari Dimas...


"Arkan.., tapi jujur aku benar-benar sangat mencintai Monic, dan aku terpaksa melakukan ini semua"


"Cih.... dasar penipu, intinya kau sudah mengingkari janji mu sendiri, dan sekarang aku umum kan jika kau adalah rival ku, kau bukan teman ku lagi Rendy...


Ucap Dimas menimpali, dia menatap wajah Rendy dengan tajam, sedang kan Arkan dan juga Reza langsung terkejut setelah mendengar penuturan dari Dimas tersebut...


"Dimas.. apa yang kau ucapkan? "


Tanya Reza...


"Biarkan saja, aku juga tidak sudi memiliki teman seperti diri nya , sekarang kalian urus dia, aku akan masuk"

__ADS_1


Ucap Dimas kesal sambil meninggal kan mereka bertiga...


__ADS_2