
****
apa kalian masih ingat kapan kalian pertama kali menyukai seseorang dan memulai hubungan dengan orang itu? pasti rasanya sangat membahagiakan, bahkan sangking bahagia nya, sampai tidak bisa di ungkap kan oleh kata kata, itu lah yang aku rasakan saat ini, seperti mimpi tapi nyata,
ya bilang lah aku ini terlalu ketinggalan zaman, karena biasa nya gadis se umuran seperti ku sudah sangat pengalaman dengan yang nama nya pacaran, bahkan bukan hanya sekali, tapi berkali kali sudah gonta ganti pasangan, dan yang lebih modern lagi, gadis sebaya aku sudah keluar masuk club malam,, untuk menghabis kan waktu nya di hingar bingar lampu disco yang berkelipan,,
tapi tidak dengan ku, mungkin karena orang tua ku sangat menjaga dan mengekang ku, sehingga aku sudah terbiasa dengan perjalanan masa remaja ku yang biasa biasa saja, tapi kini semua nya pasti akan berubah, tepat nya beberapa jam yang lalu,
status ku berubah, perasaan ku berubah, kehidupan ku pun berubah, aku sangat bahagia rasanya, akhirnya ke ingininan ku terwujud juga, orang yang aku sukai membalas perasaan nya kepada ku, tapi apa aku berani mengatakan pada ayah ku, jika aku saat ini telah menemukan orang yang sangat mencintai aku, ntah lah, aku rasa aku belum berani, biar lah waktu yang menjawab nya,,,,,,,,,
******
saat ini aku dan monic sudah duduk bersila di atas karpet manja ku yang ada di kost an, setelah tiba tadi, kami langsung bergantian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri masing masing,
dan tak lupa juga saat di perjalanan pulang tadi kami mampir ke mang bakso yang ada didepan gang kost ku untuk membeli dua bungkus bakso, sudah lama rasa nya aku dan monic tidak memakan makanan yang bulat ini lagi,
"ness kayak nya enak ne bakso nya" ucap monic kepadaku sambil menuang plastik bakso ke dalam mangkok
"iya, bakso nya juga besar besar, udah lama rasa nya kita gak makan bakso y kan mon"
"iya terakhir kita makan dikantin sekolah kalau gak salah"
__ADS_1
"bener tu"
dan kami pun menyelesaikan huu acara makan siank kami, agak telat sich karena sekarang sudah menunjukkan pukul 02.00 siank
setelah selesai dan berberes, kami pun mulai bersantai duduk di atas tempat tidur, karena aku akan menceritakan kejadian tadi pagi ke monic,
"udah cepetan cerita, kok malah senyum senyum sich, aku kan penasaran"
"ha.... ha.... iya, gak sabar banget sich temen aku ini, aku.... udah gak jomblo lagi sekarang" ucap ku agak teriak ke monic
"serius, beneran kamu gak jomblo lagi, itu arti nya kamu udah punya pacar dong ness, siapa yang nembak kamu, kok aku gak tau" ucap monic penasaran
"kak arkan yang nembak aku" jawab ku malu malu
" iya aku aza sampai gak percaya, kayak mimpi rasanya" ucap ku sambil membalas pelukan nya
"tunggu tunggu, itu kapan kejadian nya,kok aku bisa ketinggalan momen dia nembak kamu sich" katanya sambil melerai pelukan dan menatap ku sedih
"emank gak ada yang tau, orang dia nembak nya di dalam gudang"
"apa,,,, kenapa bisa di dalem gudang, kenapa gak di cafe romantis atau di pinggir pantai"
__ADS_1
" sebener nya kejadian nya itu tiba tiba aza, mungkin tampa direncanakan kak arkan"
"maksud nya gimana sich, aku gak ngerti dech"
dan akhir nya aku pun menceritakan awal mula kak arkan bisa menembak ku, mulai dari pertengkaran nya dengan kak albert yang sampai membawa aku ke gudang, lalu meluap kan emosi nya disana sampai akhir nya dia memelukku dan menyatakan isi hati dan perasaan nya kepaku,
"oh jadi gitu ceritanya, ness tapi kok aku serem ya sama sifat kak arkan yang tiba tiba sukak marah marah, terus bantingin barang gitu" ucap monic
"ya mungkin karena dia lagi emosi aja kali mon, aku yakin kak arkan itu sebenernya mempunyai pribadi yang sangat baik, karena dia perhatian dan baik banget sama aku"
" ya semoga aja ya, terus kamu ada rencana mau kasih tau ayah kamu apa enggak" tanya monic ke aku
"gak tau, aku gak berani, kemaren malem aja waktu aku ditelfon ibuk, ibuk ingetin aku agar gak deket sama pria disini" ucap ku sedih
"berarti belum di ijinin ya ness"
"mungkin, ya udalah kita jalani aja dulu mon"
"sabar ya ness, aku yakin akan indah pada waktu nya"
kami pun akhirnya saling berpelukkan,
__ADS_1
betapa beruntung nya aku memiliki sahabat seperti monic, dia selalu ada di saat aku senang ataupun sedih,