Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 18


__ADS_3

makasih banyak buat yang udah baca novel aku ya,,,, πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


semoga bertambah banyak lagi pembacanya, semangat,,,,, πŸ₯°πŸ₯°β˜Ίβ˜Ί


**********


beberapa jam kemudian kami sudah keluar dari ruangan aula, dan saat ini aku sedang duduk di bangku yang ada di Koridor kampus bersama monic.


karena saat aku sedang bejalan keluar tadi, ternyata kak arkan mengirim ku pesan, bahwa aku harus menunggu dia selesai rapat bersama panita BEN,


saat membaca pesan nya, aku sempat terkejut bukan karena isi nya, melainkan karena nama yang mengirim pesan tersebut, disitu tertulis" my honey" aku sampai membulatkan mata ku dan berhenti dari jalan ku, " apa aku salah membaca", ternyata aku tidak salah setelah aku berulang kali membaca tulisan nya tetap tidak berubah " my honey"


dan saat ini aku dan monic sedang tertawa bersama, kami menceritakan tentang masa masa SMA kami dulu,


"gak nyangka ya ness, kita udah kuliah sekarang"


"iya aku juga, rasa nya baru kemarin kita di SMA, eh sekarang udah kuliah aza" jawab ku tertawa


"oya sekarang kan kamu udah kuliah, berarti udah boleh punya pacar dong sekarang" ucap monic mengodaku


"ih apaan sich, kamu dulu yang punya pacar, baru aku nyusul"


"kayak nya aku lama dech ness, soal nya gak ada yang sukak sama aku, tapi kalau kamu aku yakin, pasti bentar lagi ada yang nembak kamu, Hi Hi Hi,,,, "


"sok tau dech temen aku ini" kata ku mengejek


"gak percaya kita liat aza nantik, ucap monic sambil tersenyum


" kalau pun ada aku gak akan Terima lah, sama kayak dulu, aku gak berani sebelum ayah kasi izin" jawab ku sedih


"tapi kan kamu udah kuliah sekarang, pasti ayah kamu udah ijinin kalau kamu pacaran"


" ya semoga aza, ih kita ngomong apa an sich, kayak ada yang mau aza sama kita ha... ha.. ha"


aku dan monic pun saling tertawa, karena ke konyolan kami


saat kami sedang tertawa bahagia, ternyata ada empat orang cowok tampan yang datang ke arah kami, membuat monic yang melihat nya langsung berhenti tertawa,

__ADS_1


"ness mereka ber empat kok ganteng semua sich, aku sampai bingung mau pilih yang mana" kata monic sambil menaruh kedua tangan nya dibawah dagu,


dan aku pun langsung menoleh mengikuti arah yang monic lihat


"deg....... kok aku berdebar gini sih, biasa juga gak pernah kayak gini" tanyaku dalam hati sambil memegang dada ku


dan aku bisa melihat kak arkan sedang tersenyum manis padaku, aku hanya diam menatap nya tampa membalas senyuman nya


" oh my god, bisa gak sih gak usah senyum senyum "ucap ku dalam hati


" maaf ya lama" ucap kak arkan yang sudah berdiri tepat didepan ku


sedang kan aku masih diam menatap nya dengan rasa yang masih berdebar kencang


"kamu kenapa, kamu sakit( sambil memeriksa kening ku dengan telapak tangan nya) wajah kamu merah Nessa, apa kamu baik baik aza" tanya kak arkan cemas


dan aku pun langsung tersadar dari kekaguman ku,


" eh iya, aku baik baik aja kok kak" jawab ku malu dan membuang muka


"pliss dech ness jangan nervous" kata ku dalam hati


dan mereka ber empat pun mulai menatap monic, tidak menatap ku lagi, aku benar benar malu tadi, karena kak arkan bilang wajah ku memerah, pasti sudah seperti kepiting rebus, rasanya aku ingin melarikan diri😭😭


" hay juga kak dimas"jawab monic ramah


"kalau boleh tau, yang disebelah kak dimas siapa namanya" tanya monic dengan gaya ganjen


" oh ini Rendy, dan yg ini reza, (menunjuk teman nya) " woy bro cepet kenalin diri kalian sama junior dua ini" kata kak dimas lagi


" hay, kenalin, saya Rendy, reza"


"monic, Nessa" jawab kami ramah sambil salaman bergantian


" kak Rendy, monic mau ngomong sesuatu boleh gak"


"boleh, mu ngomong apa" tanya Rendy penasaran

__ADS_1


"kak Rendy kok bisa ganteng banget sich, monik jadi klepek klepek liat nya" ucap monic malu malu


"hah......... " aku sampai terkejut mendengar nya


"kok monic jadi ganjen gitu, apa efek gak pernah pacaran" ucap ku dalam hati


"ha.... ha... ha... adx monic bisa aza, kaka jadi baper ne" jawab Rendy tak kalah menggoda


"stop,,!!!! kok jadi Rendy yang dipuji dedek monic, kan aku yang lagi usaha deketin monic" ucap dimas tak mau kalah


" iya kak dimas ganteng juga kok"( dan dimas langsung tersenyum senang mendengar nya)


" tapi lebih ganteng kak Rendy lagi ha... ha.. ha.."


jlebb....... " tega banget sich dedek monic" ucap dimas sedih


dan mereka pun akhir nya tertawa bersama


sedang kan aku hanya diam, melihat kelakuan sahabat ku yang berubah jadi gesrek gara gara liat cowok tampan


" udah lah, kasian kan dimas jadi patah hati" ucap kak arkan tiba tiba


" yaudah kita makan siank dulu yok, monic kamu ikut sama kaka y, nantik motor nya biar orang suruhan kaka yang anter ke kost an kamu" kata kak arkan lagi


" iya kak" jawab monic senang


dan kami pun mulai berjalan menuju tempat parkiran mobil


" kak Rendy tunggu" monic pun langsung mengejar ke tiga teman kak arkan, aku pun hanya geleng geleng kepala melihat nya


"ayo",


deg......... kak arkan memegang tangan ku dengan erat, sambil berjalan menuju parkiran


"pliss dech kak jangan kayak gini, gak tau apa kalau se umur hidup aku belum pernah dipegang oleh laki laki selain ayah dan adik ku,


rasa nya bener bener aneh, seperti ada aliran listrik nya" ucap ku dalam hati sambil melihat tangan ku yang dipegang kak arkan

__ADS_1


tapi tak lama kemudian aku mulai merasa nyaman dan tidak tegang lagi, karena kak arkan menggenggam tangan ku dengan sangat lembut dan erat,,, dan kami berjalan beriringan seperti sepasang kekasih tapi bo' onk...... 🀣🀣


next,,,,,->


__ADS_2