Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Emosi Arkan yang semakin menjadi


__ADS_3

Sesampainya di kampus, Nessa langsung bergabung dengan teman teman yang lain nya, mereka mulai mencari informasi sekolah yang akan mereka pilih untuk program PPL minggu depan..


Nessa bersama teman nya yang bernama Aulia ditunjuk oleh dosen pembimbing untuk ditempatkan di sekolah SMA Negeri Jakarta Timur,


Sedangkan Monic, di tempatkan di sekolahSMA Elit yang ada dijakarta barat,,


Monic memeluk tubuh Nessa dengan erat kali ini mereka akan berpisah untuk mencari pengalaman masing-masing...


"Nessa..., jangan lupa setiap weekand kita ketemuan ya? "


Ucap Monic melerai pelukkan nya


"Iya Monic, kamu ini kayak jauh aja tugas PPL nya, kita kan masih di satu wilayah, jadi jangan sedih gitu dong"


"Iya.., kita kan selama ini sama sama terus, makan nya sedikit tidak rela aku nya"


"Haha..., yasudah nanti kamu boleh kok main kerumah aku bareng kak Rendy, ajak itu pacar kamu, udah lama juga kita gak pernah ngumpul, "


"Okey, makasih ya Nessa"


Jawab Monic tersenyum senang, setelah itu mereka pun mulai melanjutkan kegiatan mereka...


Tidak terasa Siang sudah datang menyapa, dan saat ini Nessa dan juga Monic sedang berjalan menuju ke kursi panjang depan kampus,


Setelah duduk di kursi tersebut, tak lama kemudian, Handphone milik Nessa pun berdering , dan dia langsung melihat siapa yang memanggilnya...


"Hallo mas" Jawab Nessa,


"Hallo sayang, apa kamu sudah selesai saat ini? " tanya Arkan yang telah bersiap siap untuk keluar dari ruangan


"Udah mas, kamu jemput aku kan mas, aku udah tunggu di depan kampus ini"


"Ya sudah kamu disitu aja ya sayang, sebentar lagi aku akan tiba disana"


Jawab Arkan langsung mematikan panggilan nya, setelah itu dia pun mulai keluar dari kantor...


Sedangkan Di kampus, setelah menutup Telfon, Nessa langsung menyimpan handphone nya kembali ke dalam tas


"Gimana? kak Arkan jadi jemput kan? " tanya Monic penasaran...


"Iya, jadi kok, ya udah kamu kalau mau pulang gak apa apa kok, aku udah di jemput sama mas Arkan"


"Okey, kalau gitu aku balik duluan ya Ness"


"Iya, hati hati bawa motor nya Monic, jangan ngebut"

__ADS_1


"Siap sayang ku"


Ucap Monic tersenyum, setelah itu dia pun langsung pergi menuju ke parkiran..


Kini tinggal lah Nessa, yang duduk sendiri sambil menantikan kedatangan suami nya Arkan, tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah kursi yang Nessa duduki,


Dan dengan Replek Nessa pun menatap ke arah Depan, ..


" Kau...! "


Ucap Nessa terkejut, ternyata yang mendatangi nya adalah Riko, salah satu teman seangkatan nya yang sama sama mengambil jurusan pendidikan...


"Nessa, kok kamu belum pulang? apakah kamu sedang menunggu seseorang? " tanya Riko berbasa basi


"Iya, aku lagi menunggu suami ku, bentar lagi juga jemput kok"


"Oh iya, aku lupa kalau kamu udah menikah sekarang, " ucap nya bercanda sambil mencoba duduk di samping Nessa,


Dengan Replek Nessa pun langsung bangkit dari duduk nya, jangan sampai sang suami melihat diri nya Sedang duduk bersama pria lain..


"Kamu kenapa? kok malah berdiri sih? " tanya Riko heran


"Eh..., aku berdiri aja, ya sudah kamu duduk aja gak papa kok" Jawab Nessa tak enak..


"Kamu takut ya kalau Suami kamu melihat kita sedang duduk bersama"


Jawab Nessa bingung,


Tak lama kemudian, pria yang bernama Riko mulai bangkit dan berdiri menatap Nessa dengan lama,


Nessa yang di tatap seperti itu pun langsung berbalik dan membuang muka,


"Maaf Riko, aku harus pergi sekarang"


Kata Nessa yang mulai risih,..


Dan saat dia akan melangkah kan kaki nya, tanpa disangka, Riko dengan sengaja malah menarik tangan Nessa dengan paksa membuat diri nya langsung jatuh ke arah dada bidang Riko..


Brukk.....


"Apa yang kau lakukan Riko! "


Teriak Nessa terkejut, dengan cepat dia langsung menjauhkan tubuh nya dari tubuh Riko yang menatap nya dengan tersenyum menyeringai,


Hingga detik kemudian, pria tersebut langsung jatuh tersungkur ketanah akibat tinjuan keras yang di berikan oleh seseorang...

__ADS_1


Bukkk..... bukkkk....


"Bangsat kau bajingan, berani sekali kau menyentuh Istri ku hah! "


Teriak pria tersebut yang tak lain adalah Arkan, Nessa terkejut setengah mati melihat siapa yang baru saja tiba


Ini lah yang Nessa takutkan selama ini, dia selalu berusaha keras untuk menghindari teman pria karena takut jika Suaminya akan salah paham...


Tapi kejadian tadi, benar benar membuat Nessa kecewa dan marah, dia tahu jika teman nya itu memang sengaja menarik tangan nya agar Nessa terjatuh tepat di dada bidang pria tersebut...


"Mas.., hentikan Mas....! "


Jerit Nessa takut, sedangkan Arkan tidak memperdulikan ucapan Nessa tersebut, dia terus menghajar pria itu sampai mengeluarkan banyak darah di wajah nya..


"Tolong..., tolong pisahkan suami ku"


Nessa mulai berlari meminta pertolongan, hingga tak lama kemudian, Orang orang langsung berlari melerai perkelahian yang di lakukan oleh Arkan dan juga Riko...


"Lepas kan aku..., biarkan aku membunuh pria bajingan itu" kata Arkan memberontak...


Sedangkan Riko hanya diam tanpa bisa menjawab, bagi nya dia sudah berhasil melakukan tugas yang diberikan oleh seseorang untuk nya,


Soal wajah nya yang bonyok, bahkan tidak masalah, karena dia akan mendapatkan uang yang lebih dari cukup untuk hanya sekedar mempermak wajah nya kembali...


"Setelah itu, Riko langsung berlari pergi dengan kekuatan yang masih tersisa, sedangkan Arkan mulai dilepaskan pegangan tangan nya oleh orang orang yang telah membantu memisahkan...


Nessa berjongkok dengan menangis sangat pilu, sungguh rasa nya benar-benar menyiksa batin dan hati nya...,


Entah mengapa Nessa sangat marah dengan diri nya sendiri, karena lagi lagi dialah yang menjadi penyebab suami nya bisa hilang kendali...


"Hiks.... hiks....., kenapa selalu seperti ini, aku telah gagal menjaga emosi mu mas Arkan"


Teriak Nessa frustasi, ini bukan lah yang pertama kali nya Arkan lakukan, selama satu tahun menikah, sudah entah puluhan kali Arkan bersikap mengerikan seperti itu,


Nessa tidak pernah tenang, saat berinteraksi dengan orang orang diluar sana, dia sangat takut jika suami nya akan salah paham dan langsung mengamuk seperti yang barusan terjadi...


"Sayang..., apakah kau tidak apa apa? "


Tanya Arkan memegang kedua pundak Nessa,


"Kenapa seperti ini lagi mas.., apa tidak bisa sedikit saja kau memberikan kepercayaan untuk ku, aku tidak mungkin menghianati mu mas Arkan"


Ucap Nessa menangis pilu,


"Tidak... aku tidak bisa Nessa, aku juga tidak tahu kenapa aku tidak bisa melakukan nya, amarah ku langsung membuncah saat melihat pria itu memeluk mu Nessa"

__ADS_1


"Sekarang ayo kita pulang, sebelum aku mengejar kembali diri nya"


Nessa langsung menurut kepada suami nya tersebut, jangan sampai Arkan melakukan tidak kekerasan kembali di depan umum...


__ADS_2