Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Rencana Arkan


__ADS_3

Setelah berhasil meminumkan obat untuk suami nya Arkan, Nessa dengan telaten mulai menyuapi Arkan makan dengan masakan yang dia masak..


Arkan tersenyum saat merasakan masakan yang masuk kedalam mulut nya...


Rasa ini sudah pasti ciri khas dari masakan sang istri tercinta yang belum terlalu jago dalam memasak


Dan Arkan menikmati makanan yang istri nya masak untuk diri nya..


"Kenapa tersenyum senyum sendiri? apakah mas tidak menyukai masakan nya? "


Tanya Nessa yang sudah tidak dapat menahan rasa penasaran nya...


Arkan cepat cepat mengunyah dan menelan makanan yang ada di dalam mulut nya, setelah itu dia mulai menjawab pertanyaan dari istri nya tersebut...


"Tidak...., aku suka dengan masakan mu sayang, terasa sangat enak dan lezat"


"Benar kah..! kamu sedang tidak berbohong kan mas? " tanya Nessa menyelidik...


"Tentu saja tidak, oya maaf ya karena tadi mas sempat mengamuk lagi, aku benar-benar tidak bisa menahan nya Nessa"


"Iya, aku ngerti kok mas, tapi bisa gak mulai saat ini, kalau ada apa apa kamu bicarakan baik baik sama aku, aku mohon mas"


"Iya. mas akan usahakan sayang"


Jawab Arkan sambil mengelus rambut Nessa dengan sayang.. setelah itu mereka pun melanjutkan makan siang yang sedang mereka lakukan..


Setelah selesai makan,Nessa mengajak suami nya untuk duduk sebentar di ruang tamu, seperti nya masih ada waktu untuk mengatakan tentang ancaman yang di ucapkan Bella kepada diri nya sebelum Arkan kembali lagi ke kantor...


"Mas.. aku mau ngomong penting sama kamu"


"Mau ngomong apa sayang? " tanya Arkan penasaran..


"Tapi mas harus janji, jangan marah dan emosi, kita harus menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin mas... "


"Akan mas usaha kan Nessa"

__ADS_1


Jawab Arkan menatap intens, Nessa mencoba menarik nafas nya dengan dalam, semoga saja apa yang dia katakan ini tidak akan menyebabkan suami nya kembali mengamuk..


"Mas, tadi sewaktu aku keluar mengunjungi dokter Rio, aku di ikuti sebuah mobil merah, dan sampai jalan pulang pun mobil merah itu, masih ngikuti aku mas, dan terakhir aku nyuruh supir taksi itu berhenti secara tiba-tiba, dan alhasil mobil merah itu ,menabrak taksi yang aku naiki, dan aku langsung keluar buat lihat siapa orang yang ikuti aku mas dan....


"Dan apa sayang, jadi siapa yang ikutin kamu? " Tanya Arkan tidak sabar


"Bella mas, Bella temen baik kamu dulu, dia yang ikuti aku mas"


"Apa....!! bagaimana mungkin dia ngikutin kamu Nessa, bukankah dia sudah pergi entah kemana bersama keluarga nya? "


"Tapi itu memang Bella mas, dia sudah kembali setelah berhasil menjadi kaya kembali, dia datang buat balas dendam sama kita mas"


"Apa...!!!! kamu tahu dari mana sayang? "


"Bella sendiri yang mengatakan nya kepada ku mas...! dia bahkan sengaja ingin membuat kita terus bertengkar dan berpisah mas"


"Tidak, itu tidak akan terjadi Nessa, mana mungkin aku bakal tinggalin kamu hanya karena dia. "


"Iya, tapi mas selalu marah dan emosi di saat ada seorang pria yang tiba-tiba mendekati ku, apa mas tahu jika itu semua adalah ulah dari Bella? ".


" Bagaimana kamu tahu Nessa? apakah dia juga yang mengatakan nya? "


"Brengsek... apa dia belum jera juga dengan apa yang aku lakukan dua tahun yang lalu"


"Mas... jadi benar jika mas yang sudah membuat keluarga Bella dan juga kak Albert bangkrut mas? " tanya Nessa menatap lama...


"Iya... dan aku melakukan itu semua karena mereka sudah berani ingin menodai kamu sayang"


Jawab Arkan memegang kedua pundak Nessa...


"Tapi mas....


" Nessa, saat ini kehidupan kita sedang tidak aman, aku juga merasa jika aku sedang memiliki musuh yang mulai mengancam ku di perusahaan, jadi mulai saat ini kau akan aku beri satu bodyguard untuk menjaga mu Nessa"


" Baiklah Mas., tapi aku ingin bodyguard wanita, apakah boleh? "

__ADS_1


"Tentu saja sayang, aku juga ingin nya seperti itu, sekarang aku akan kembali ke kantor, kau harus berada dirumah, jangan keluar tanpa aku"


"Baiklah mas... hati hati dijalan"


Ucap Nessa sambil menyalami tangan Arkan, setelah itu Arkan pun langsung keluar dari rumah mereka...


Arkan mengendarai mobil nya dengan kecepatan kencang, seperti nya dia sudah bisa menerka siapa musuh nya yang sudah berani memanfaatkan mental nya agar selalu bertengkar kepada Nessa...


"Kau tidak akan aku lepas kan begitu saja, jika kau ingin aku melakukan hal yang lebih keji, maka dengan senang hati aku akan melakukan nya"


Gumam Arkan sambil terus menyetir mobil milik nya...


Setengah jam perjalanan akhirnya Arkan sudah tiba di perusahaan milik nya, dia langsung melangkah masuk kedalam ruangan nya dan akan mengumpulkan kedua teman nya untuk menemukan Bella dan rahasia yang bisa membuat wanita itu bisa kembali kaya,


"Dimas, keruangan ku sekarang, ajak Reza sekalian"


"Okey bro"


Jawab Dimas diseberang sana, tadi saat di mobil Arkan sudah terlebih dahulu menghubungi mereka berdua, jadi tidak akan menunggu lama untuk mereka datang keruangan kerja milik Arkan


"Ada apa bro? " tanya Reza yang sudah duduk di kursi tamu di ikuti juga oleh Dimas...


"Bella telah kembali, dan dia mengancam keselamatan istri ku dan juga hubungan ku dengannya"


"Apa....!! bagaimana bisa? bukan kah kau sudah membuang dia dan juga keluarga nya? " tanya Dimas terkejut...


"Sudah , bahkan mereka sempat menjadi gembel di kota itu, aku rasa Bella telah berubah menjadi kaya kembali, dan ini akan menjadi tugas mu Reza, kau selidiki dari mana dia mendapatkan kekayaan kembali.. "


"Sip bro.. secepatnya aku akan mencari rahasia itu, oya aku juga mendengar jika Albert juga telah kembali kenegara kita, dia sudah menjadi orang sukses saat ini" ujar Reza menggoda Arkan..


"Biarkan saja, sebelum dia mengganggu ku, maka aku tidak akan menganggu diri nya"


"wah... kau benar benar pria sejati teman, aku salut kepada mu"


Ucap Reza memeluk Arkan dengan tiba-tiba.. membuat Arkan langsung bangkit guna menghindari pelukan tersebut...

__ADS_1


"Dasar gila"


Ucap Dimas tertawa....


__ADS_2