Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 36


__ADS_3

Setelah kak Arkan mengecup bibir ku dengan tiba tiba, aku pun langsung memalingkan wajah ku ke arah kanan, aku yakin, jika tadi teman teman kak Arkan pasti telah menonton kami secara live begitu pun dengan kak Albert, yang masih betah berada tepat di samping punggung kak Arkan,


rasa nya aku sangat malu atas apa yang barusan terjadi, jika bisa aku ingin sekali kabur dari tempat ini secepat nya,


"cihh....... sok pamer, aku masih tidak percaya jika ternyata kau bisa menyukai seorang wanita juga" ucap Albert mengejek, sambil memegang sudut bibir nya yang sudah membiru


dan kak Arkan pun tidak memperdulikan ucapan nya itu, dia masih betah menatap wajah ku dan mengelus pipi ku yang saat ini sudah berubah merah seperti udang goreng,


"brengsek lo bro, sekali nya sukak sama cewek eh, langsung nyosor aja, gak liat liat tempat lagi" ucap reza menimpali


"nama nya juga orang lagi kasmaran, terasa dunia milik berdua" lanjut dimas sambil tertawa


"ayo kita cabut, berisik tau gak" ucap kak arkan bangkit, dan langsung membantu ku untuk berdiri, setelah itu dia pun menggandeng tangan ku dengan erat,


dan saat kami sudah berjalan menuju keluar dari vila itu, Albert kembali memanggil kak Arkan


"tunggu" ucap Albert sambil berdiri tegak


"asal kau tau, Arkan Aditama, aku sengaja tidak membalas pukulan mu, bukan karena aku takut pada mu, tapi karena aku merasa bersalah kepada Nessa,pukulan itu aku anggap adalah balasan karena aku telah menculik Nessa,


dan aku tegas kan lagi kepada mu, jika aku tidak akan berhenti untuk menunggu Nessa, sekali saja kau menyia nyiakan nya, aku lah orang pertama yang akan merebut nya dari mu, kau ingat ucapan ku" kata Albert lantang


degg..... setelah mendengar perkataan Albert, kak arkan pun langsung berhenti dan berbalik badan ke arah nya


"dan kau ingat juga Albert bajingan, sampai mati pun, aku tidak akan menyia nyiakan wanita yang aku cintai, kau tunggu saja sampai kau menua dan mati" jawab nya tersenyum mengejek

__ADS_1


***


dan kami pun melanjutkan perjalanan kami meninggal kan vila itu, begitu sampai di taman vila, aku melihat anak buah kak Albert yang berjumlah 4 orang sedang terduduk dengan wajah babak belur, aku yakin pasti telah terjadi perkelahian saat akan menyelamatkan ku,


ada rasa bersalah dihati ku, karena telah menyebabkan orang lain terluka karena ku, tapi aku juga merasa sangat terharu dengan kepedulian kak Arkan terhadap ku, dan kali ini aku benar-benar yakin jika dia memang sangat mencintaiku,


dan kami pun berhenti di depan helikopter yang sedang terparkir di taman vila, aku sampai terkejut, ternyata tadi aku tidak salah menerka, jika yang aku dengar suara berisik tadi memang lah helikopter, dan baru kali ini aku melihat nya dengan jarak di depan mata, apa aku akan menaiki ini, aku tidak sabar ingin merasakan nya,


"kak, apa kita akan pulang menggunakan ini" tanyaku menatap wajah kak arkan


"iya, kamu gak takut kan"


"gak tau, kan belum pernah, kak kenapa kita naik heli, kenapa gak naik mobil aja, nantik kalau sampai di kost an aku, mau parkir dimana kak, belum lagi suara nya yang berisik, pasti satu komplek bakal keluar semua kak"


"kamu kok gemes banget sich, hoby banget ngomong, kita ini lagi di anyer, bukan di jakarta, aku bawa heli biar bisa cepet nyampek kemari" jawab kak arkan sambil mencubit pipi ku


" emank kenapa kalau bilang" tanya arkan penasaran


" ya aku mau ajak dia buat main dulu ke pantai ini, pasti seru"


"Nessa, kamu mau buat kakak marah ya" ucap nya menatap ku tajam


"he.. he... he.. becanda kok, gitu aja langsung panas, ayo kita pulang kak, pasti monic udah tungguin aku kak" ucap ku merayu


"okey"

__ADS_1


dan kami pun mulai menaiki helikopter itu, setelah dijalankan dan mulai terbang tinggi ke udara, aku pun merasa panas dingin dan takut,


dan aku memegang lengan kak arkan dengan erat, sambil memejam kan mata agar ketakutan ku sedikit berkurang,


menyadari aku yang mulai tegang, kak arkan pun mencoba menenangkan ku dengan menuntun tubuh ku agar bersandar di dada bidang nya, aku pun menuruti nya, sambil melingkarkan tangan kecilku di belakang pinggang nya, dan dia mulai mengelus kepala ku sampai aku akhirnya tertidur karena merasakan kenyamanan yang tidak pernah aku dapat kan sebelum nya, selain dari orang tua ku pasti nya,,


******


tidak terasa helikopter kak arkan pun kini telah mendarat di lapangan yang sangat luas, begitu sampai dia langsung menggendong tubuh ku untuk keluar, tampa membangun kan ku yang masih tertidur sangat lelap, lalu dia mulai membawa ku masuk kedalam mobil yang sudah menunggu diri nya sedari tadi, sebelum menutup pintu, dia pun berbicara kepada ketiga teman nya terlebih dahulu


"dimas, kau habis ini langsung menuju ke kost an Nessa, dan beri tahu monic jika Nessa baik baik saja sekarang dan dia sedang bersama ku" ucap arkan


"dan kau Rendy, reza, tetap awasi pergerakkan Albert, kita telah menaruh mata mata di vila nya, terus ikuti pergerakan nya, aku sangat mengharap kan bantuan kalian" ucap nya memohon


"santi bro, kayak sama siapa aza, tampa kau suruh pun, kita pasti bantu kau, ya sudah, bawalah dia, kasian dia pasti sangat lelah" ucap Rendy


"iya kalau ada apa apa, kita pasti hubungi kau langsung" ucap dimas menimpali


"oya satu lagi yang harus aku ingat kan, kau jangan sampai mengambil kesempatan dengan orang yang sedang tidur, karena wanita yang belum berpengalaman sangat tidak menyukai itu" ucap reza menggoda


"brengsek, apa kau menyamakan aku dengan mu, y sudah aku pergi" ucap arkan


dan langsung melesat meniggalkan tempat itu dan teman teman nya, saat ini kak Arkan masih betah memangku ku di pangkuan nya, sambil memperhatikan wajah ku yang sangat cantik jika sedang tidur, aku bedoa semoga saja tidak ada aliran sungai yang mengalir, jika itu terjadi pasti aku akan sangat malu


dan tak lama kemudian mobil kak Arkan pun berhenti di depan apartemen yang mewah, dan dia mulai membawaku keluar dari mobil dan menaiki lif, setelah itu kami keluar dari lif dan menuju ke unit ber nomor 104

__ADS_1


dan setelah membuka kunci pintu dengan susah payah karena sedang menggendong ku, akhir nya dia pun memasukkan kan ku kedalam apartemen mewah itu, dan membawa ku menuju kedalam kamar yang sangat elegan, aku masih tidur saat itu, ya aku memang seperti kerbau bila tidur, tidak terusik oleh apa pun yang terjadi, mungkin jika ada kebakaran pun, aku akan tetap nyenyak didalam mimpi ku


bersambung......


__ADS_2