
happy Reading โบโบ,!!!!!!!!!
tidak terasa kehangatan matahari pun mulai sirna dan tenggelam, digantikan oleh keheningan malam,
bulan dan bintang mulai muncul menampakkan wajah nya dengan sinar nya yang teramat terang menambah ke indahan gelapnya langit di malam hari,
sedang kan aku saat ini masih betah bergulung didalam selimut tebal ku, menikmati kehangatan dan kenyamanan yang hanya akan aku dapat kan ditempat tidur ku, di atas kasur yang empuk dengan kipas angin yang menyala yang selalu memberikan angin kesejukan didalam kamar, yang membuat aku merasa enggan untuk membuka mataku
walau sebenernya ku tau, hari telah berganti menjadi malam, dan sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi aku merasa sangat malas untuk bangun, dan saat ini aku merasa cacing cacing diperut ku sudah mulai berdemo minta di isi, tapi aku tetap tidak menghiraukan nya,
dreett...... dreett......
aku merasakan ponsel ku bergetar, bertanda ada panggilan masuk.
dan aku mulai meraba raba di daerah atas kepala ku, lalu pindah kesamping kiri ku, dan aku pun menemukan nya, tampa membuka mata aku pun langsung mengangkat panggilan itu,
"hallo" ucap ku dengan nada serak khas orang lagi tidur
"Nessa kamu mau jadi anak durhaka ya, tidak ingat kamu dengan ibu serta keluarga mu, apa karena kuliah dijakarta sehingga kamu mengalami sakit amnesia sampai melupakan keluarga mu disini dan tidak memberi kabar selama empat hari" ucap orang disebrang sana dengan emosi dan suara yang sangat memecahkan gendang telinga ku
aku pun langsung menjauh kan hand phone ku,
" mampus kan, ibu suri mulai marah, kamu Nessa, kenapa gak hubungi ibuk dari kemarin kemarin " ucap ku merutuki diri ku sendiri
"hallo.... Nessa, hallo.... "
" hallo ibuk, maaf ya buk, anak ibuk yang cantik ini sangat sibuk karena lagi masuk kuliah, aku juga disini sangat merindukan ibuk, ayah dan adik" ucap ku merayu
"bohong, jika rindu kenapa gak ada menelfon, ibuk juga sedang sibuk karena sedang pembukaan restoran baru, tapi kamu kan bisa menelfon ibu dulu" jawab ibu tak mau salah
"iya Nessa salah, mulai besok aku pasti akan selalu menelfon ibuk dahulu"
"ya udah ibu maaf in, gimana kabar kamu disana sayang, ospek nya udah selesai?, orang orang disana baik baik kan sayang"
"iya ibuk, disini juga Nessa udah mulai banyak temen kok buk, oya ayah dan adik mana buk, Nessa kangen sama mereka"
__ADS_1
"mereka lagi pergi kenduri kerumah tetangga sayang, oya kamu jangan deket deket sama pria disana ya nak, tetep jaga jarak seperti SMA dulu" ucap Ibu mengingatkan ku
"kenapa buk, kan Nessa udah kuliah sekarang, emang gak boleh ya kalau Nessa punya temen cowok buk" tanya ku sedih
"gak boleh nak, soal alasan nya, nanti ayah kamu yang akan jelaskan
dan aku pun hanya diam, karena masih bingung dengan perkataan ibu ku
" sayang kamu udah makan malam apa belum"
"belum buk, Nessa baru bangun tidur ne, soal nya tadi sore abis pulang kuliah Nessa ketiduran sampai sekarang buk"
" ya udah kamu masak dulu sana, cepetan makan udah malam ini nak, kamu kan bisa goreng telor, atau buat mie goreng, ataupun buat nasi goreng, jangan males kalau untuk perut sendiri " ucap nya mulai mengomel
" iya ibu, ya udah Nessa masak dulu ya bu, salam buat ayah dan adik, besok Nessa telfon lagi"
"iya nak, kamu hati hati ya disana, jaga diri, selamat malam anak Ibu"
"iya malam juga buk, Nessa sayang ibu"
setelah panggilan telfonnya mati, aku mulai mendudukkan bokong ku di tepat tidur, sambil memikirkan perkataan ibu ku, yang melarang ku dekat dengan laki-laki disini,
tampa terasa, aku menjatuh kan bulir air mataku dipipi, aku menangis
hiks..... hikss..... sambil memegang dada ku yang terasa sesak,
ntah kenapa perkataan ibu tadi sangat membuat aku takut, aku merasa bahwa kali ini aku berat untuk menuruti nya,
jujur, sebagai seorang remaja berumur 18 tahun, aku juga menginginkan seperti remaja lain nya, merasakan cinta monyet dan perasaaan kasmaran kepada seorang pria, walaupun terbilang sangat terlambat untuk ku, tapi aku benar-benar sangat ingin mengalami nya,
tidak mau berlarut larut dalam kesedihan, aku pun mulai menarik nafas dalam dalam, untuk memenangkan kan perasaan ku agar lebih baik,
" ya mungkin ibu dan ayah sangat mengkhawatirkan ku, makan nya mereka melakukan ini" ucap ku menenangkan diri ku sendiri
seperti nya sekarang saat nya aku masak, karena perutku sudah mulai berbunyi dari tadi, aku pun langsung bangkit dari duduk ku, dan menaruh handphone ku di atas nakas, tapi belum sempat menaruh nya, handphone ku mulai bergetar kembali, aku pun langsung mengangkat nya, karena yang menelfon ku adalah kak arkan,
__ADS_1
"my honey memanggil" aku sampai geli sendiri membaca nya
"hallo kak" jawab ku
"hallo Nessa, sebentar lagi akan ada yang datang ke kostan kamu, dia mengantarkan makanan untuk mu, tolong kamu Terima dan habiskan ya, jangan sampai tidak dimakan, besok pagi saya periksa tempat sampah kamu" ucap kak arkan panjang lebar
"iya, tapi kok kak arkan bisa tau kalau aku belum makan" tanyaku heran
" ya tau dong, kan kita sehati, ya udah selamat makan ya, sampai ketemu besok bay"
"bay" dan aku masih terkejut atas sikap kak arkan kepada ku,
"kok kak arkan perhatian banget sich sama aku, gimana aku gak baper cobak, kalau selalu diperhatiin gini" ucap ku malu malu
dan tak lama kemudian, pintu kamar ku pun ada yang mengetuk
tok... tok... "permisi"
"iya bentar" jawabku sambil membuka pintu
"ada apa ya bang"
"ini ada paket makanan dari tuan arkan nona, mohon diterima"
"iya makasih ya bang"
" baik, kalau gitu saya permisi"
dan abang pengantar paket pun langsung pergi, setelah itu aku langsung masuk dan mengunci pintu,
gak sabar pengen bukak isi kotak nya, kira kira apa ya makanan yang dikirim sama kak arkan, pasti enak, ,
jadi penasaran,
aku langsung duduk dibawah, dengan beralaskan karpet bulu bulu manja, dan aku langsung menaruh kotak nya dan membukanya,
__ADS_1
wahhh................ ๐๐๐๐
lanjut besokโบโบโบ