
Monic benar-benar merasa bahagia malam ini, karena Dimas sudah mau membantu dirinya dengan bersedia menikahi nya,
Jujur jika di tanya perasaan cinta, Monic memang belum mencintai Dimas, Karena dia memang tidak pernah menyukai Dimas..
Tapi Monic berjanji kepada dirinya sendiri jika dia akan berusaha untuk belajar mencintai dan menerima Dimas untuk menjadi pendamping hidup nya...
"Kak, apakah kedua orang tua mu tidak keberatan jika kau menikah dengan ku? "
Tanya Monic yang sedikit malu dan takut..
"Kenapa kau menanyakan hal itu Monic, malahan sebalik nya, mereka akan bahagia jika aku memberi tahu kabar bahagia ini"
"Benar kah kak? tapi... aku kan bukan berasal dari keluarga kaya, apakah itu tidak akan menjadi masalah untuk kedua orang tua kakak? "
"Tentu saja tidak, apakah kah kau mengira jika keluarga adalah keluarga orang kaya? "
Tanya Dimas menatap Monic, dengan malu Monic langsung menangguk kan Kepala nya,
Seperti nya dia sudah tidak malu lagi untuk membahas tentang status keluarga,
Karena Monic sudah sangat merasa trauma akibat penolakan yang pernah dia Terima dari orang tua Rendy dahulu...
Dimas yang mengetahui kecemasan Monic pun langsung memegang tangan wanita itu dengan erat...
__ADS_1
"Monic, harus kau tahu, jika tidak semua orang yang memiliki kelebihan dalam ekonomi memiliki sifat yang pemilih dalam hal jodoh untuk anak mereka, orang tua ku bahkan pernah berniat ingin menjodohkan aku dengan anak yatim piatu yang sangat miskin, tapi... aku menolak nya karena aku memang tidak menyukai wanita itu,mereka sudah lama menanti kan aku untuk segera menikah, karena umur ku hampir menginjak 30 tahun, jadi jika kau mau menjadi istri ku, maka itu adalah kabar bahagia untuk mereka Monic, kau akan menjadi menantu kesayangan di rumah ku nanti"
Ucap Dimas menjelaskan, membuat Monic langsung mengangkat wajahnya dan menatap mata Dimas dengan lama...
"Terimakasih kak, semoga pilihan kita ini andalah pilihan yang terbaik, "
"Pasti Monic, aku berjanji akan menjadi suami yang baik dan juga setia untuk mu, dan aku akan giat bekerja lagi mulai dari sekarang, agar kau bisa hidup layak seperti sahabat mu Nessa"
Goda Dimas, membuat Monic langsung tertawa menanggapi nya..
Setelah puas berbincang bincang, Monic dan Dimas memutuskan untuk segera masuk kedalam ruangan Nessa..
Mereka berniat ingin melihat keaadan Nessa yang sudah lebih baik saat ini...
Sapa Monic dengan sopan, saat sudah membuka pintu ruangan tersebut...
"Walaikumsalam"
Jawab Nessa dan Arkan secara bersamaan,
Monic yang sudah masuk kedalam pun langsung belari memeluk tubuh Nessa, dia sangat khawatir dengan keadaan sahabat nya tersebut...
"Nessa sayang, kamu baik baik aja kan? "
__ADS_1
Tanya Monic dengan wajah sedih..
"Iya kau baik kok, kamu jangan panik gitu ya, oya kamu tahu dari mana kalau aku masuk rumah sakit? "
"Kak Dimas yang kasih kabar, dan aku langsung menuju ke sini, oya kata kak Dimas saat ini kamu sedang hamil ya? "
"Iya, di perut aku saat ini sudah ada janin yang mulai tumbuh setiap bulan nya, aku seneng banget Mon, akhirnya setelah sekian lama menunggu, aku bisa hamil juga"
"Aku juga ikut seneng Nessa, kamu harus jaga kesehatan anak kamu ya Nes, aku yang akan ikut jagain kamu"
"Iya, bener itu sayang, kamu harus jaga anak kita, jangan sampai kamu kecapean karena mengajar "
Ucap Arkan mulai menimpali, Nessa langsung mengerucut kan bibir nya, dia sangat takut jika suami nya itu akan melarang dia untuk mengajar .
"Sayang, apakah kamu akan menghentikan kegiatan PPL ku? "
Tanya Nessa dengan wajah sedih... Arkan langsung tersenyum lucu melihat wajah istri nya tersebut...
"Tidak, untuk saat ini, jika kau bisa menjaga anak kita, tapi sekali saja kau sakit karena kelelahan, maka aku akan menghentikan semua kegiatan mu di luar rumah"
"Baiklah... mulai saat ini, aku akan lebih menjaga lagi kesehatan ku sayang"
Ucap Nessa dengan yakin, setelah itu mereka ber empat mulai tertawa bahagia, setelah ini Arkan akan mengajak Dimas untuk pergi ke kantor polisi untuk melihat tersangka yang sudah berhasil mereka tangkap...
__ADS_1