
Di belahan wilayah lain, tepat nya di negara jerman, saat ini hari masih gelap gulita, karena waktu baru menunjukkan pukul 03.00 pagi, waktu di Jerman memang lebih lambat 6 jam dari waktu di Indonesia, jika saat ini di Indonesia sudah pukul 09.00 pagi, maka disana hari masih petang menjelang pagi.
Arkan yang tertidur pulas di kamar nya itu pun, mulai bangkit dan duduk saat terdengar suara telfon nya yang terus berbunyi
Dengan perasaan malas dan mengantuk, dia pun terpaksa mengangkat panggilan itu..
"Hallo..? " ucap Arkan dengan suara serak
"Bos...., aku mempunyai kabar penting bos? " ucap suara pria di telfon
"Katakan..., kau sudah mengganggu tidur ku tau..? " kata Arkan kesal
"Maaf.. aku lupa jika disana masih terlalu pagi, tapi ini memang sangat penting bos...? "
"Ya sudah cepat katakan ada apa..? "
"Bos..., aku sudah melakukan perintah yang kau beri, dan saat ini ibu Rita sedang ada di jakarta, dia mendatangi apartemen anak nya dan terjadi pertengkaran hebat disana bos.., dan itu semua terjadi karena wanita tua itu sudah mempersiapkan pernikahan pacar bos dengan anak nya, tepat 2 hari lagi bos, mereka akan menikah..?"
"Apa yang kau katakan hah....?? "
"Mana mungkin mereka akan menikah, sedangkan pertunangan mereka sudah di batalkan, kau pasti salah mendengar nya kan? " tanya Arkan panik
"Bos.., aku sudah mengirim video percakapan mereka, kau bisa melihat nya sendiri bos..? " ucap anak buah nya
"Baik lah.., kau pantau terus wanita itu, aku akan melihat video nya sekarang"
Setelah panggilan itu terputus, Arkan pun langsung memutar video yang dikirim oleh orang suruh an nya..
Dia menatap dan mendengar nya dengan tajam, sambil meremas tangan nya kuat, mengeluarkan emosi yang sudah membuncah..
"Brengsek kau dokter licik....?? aku tahu kau sengaja melakukan ini kan.. ? karena kau memang mempunyai dendam kepada keluarga ku...? " jerit Arkan marah
__ADS_1
"Aakh......., aku tidak akan membiarkan niat mu itu terjadi, karena apa yang sudah menjadi milik ku tak akan ku biarkan di rebut oleh siapa pun..? " ucap nya marah
Arkan pun mulai meluapkan emosi dengan membanting semua barang yang ada di kamar itu, seperti yang biasa dia lakukan jika sedang marah,
Tampa sengaja, mama Iren yang berada di samping kamar nya, mendengar suara gaduh itu, dia pun mencoba untuk membangunkan suami nya, tapi tidak berhasil karena suami nya tertidur sangat lelap, karena merasa khawatir, mama Iren langsung menuju ke kamar Arkan dan masuk ke dalam nya..
Dia sangat syok saat melihat kamar itu sudah hancur berantakan, dan tatapan nya tertuju kepada Arkan yang terus menjerit marah.
"Nak.... apa yang kau lakukan Arkan..? kenapa kamu seperti ini nak.. tenang kan diri kamu sayang, mama mohon? " ucap mama menangis
"Dia, wanita tua itu, dia jahat mah.., dia ingin mengambil milik ku.. dan kali ini aku tidak akan membiarkan nya ma..? , Arkan akan pulang sekarang juga, untuk membatalkan rencana jahat nya itu, iya aku harus pulang ma...? " ucap Arkan langsung mengambil kunci mobil nya
Setelah itu, dia pun langsung berlari keluar kamar, turun dari tangga dengan sangat cepat, dan keluar dari apartemen,
Mama Iren yang melihat anak nya pergi itu pun langsung menjerit memanggilnya, tapi tetap tidak di hiraukan oleh Arkan..
"Arkan... berhenti nak, mama mohon, tolong jangan pergi nak..? kau sedang kacau sayang, ke adaan mu sangat tidak labil nak.. mama mohon berhenti..? " jerit mama Iren sedih bersimpuh di depan pintu Apartemen..
Mama Iren terus menjerit histeris sambil menangis, membuat Dimas dan Reza yang memang tidur di kamar tamu bisa mendengar suara itu,
"Arkan....? kembali nak, mama mohon..? " ucap mama Iren sedih
"Tante.. apa yang tante lakukan..? sebenarnya ada apa tan? " tanya Reza panik
"Tolong..... tolong Arkan tante mohon, kejar dia nak..? dia habis mengamuk tadi, saat ini ke adaan nya sangat lah kacau, tante mohon kejar dia Reza, tante takut terjadi apa apa dengan nya..? " ucap mama Iren memohon
"Iya... sekarang tante tenang dulu, kami akan mencari Arkan, ayo duduk di kursi tante..? " ucap Dimas menuntun mama Iren duduk di kursi tamu.
"Aku ambil kunci mobil dulu," ucap Reza cepat
"Tolong Arkan nak..? tolong hentikan mobil nya, tante mohon..? "
__ADS_1
" Iya tante.., kami akan berusaha secepatnya menemukan Arkan, jika begitu kami pergi dulu" pamit Dimas dan Reza
Setelah itu, mereka pun mulai keluar dari Apartemen..
****
Saat ini mereka sudah menyusuri jalanan kota Berlin, dengan melihat kesana kemari, mereka terus mencari keberadaan mobil Arkan, karena mereka juga sangat khawatir dengan ke adaan Arkan yang sedang mengendarai mobil saat sedang mengamuk,
Mereka juga tahu jika teman nya itu punya kelainan mental, yang jika emosi pasti tidak bisa di redam dan harus di luapkan dengan menggebu, bagaimana jadi nya jika Arkan marah sambil mengendarai mobil, pasti mobil itu akan dia bawa dengan kecepatan yang sangat kencang..
"Aku sangat khawatir bro..? " ucap Dimas panik
"Aku juga...? aku takut dia mengalami kecelakaan..? " jawab Reza
"Iya.., sebenarnya apa yang membuat nya marah, bukan nya dia sedang bahagia karena Nessa sudah memutuskan pertunangan nya dengan Leo? tapi kenapa dia bisa mengamuk dan langsung mengendarai mobil nya..? " tanya Dimas
"Aku juga tidak tahu.., berdoa saja agar dia Baik baik saja.."
Tidak terasa mereka sudah jauh dari kota tapi masih belum juga menemukan keberadaan Arkan, Dan tampa sengaja mobil mereka pun menuju ke arah jalan yang mengarah ke bandara, tapi saat di tengah perjalanan mereka di kejutkan dengan ramai nya polisi yang sedang berjaga di tengah jalan,
"Maaf Pak..., kalian harus balik, jalan sedang di tutup untuk sementara? " ucap Polisi yang mengetuk kaca mobil
"Memang nya ada apa disana pak..? kenapa sangat ramai..? " tanya Dimas dengan bahasa Jerman
( Pakai bahasa Jerman ya, tapi author tulis nya bahasa Indonesia aja ya, 🤣🤣✌)
"Iya, sudah terjadi kecelakaan tepat 30 menit yang lalu, mobil sport menabrak mobil angkutan barang dengan sangat kencang, sehingga menyebabkan salah satu dari mereka meninggal dunia, dan yang satu orang lagi mengalami kritis dan sudah di bawa ke rumah sakit..? "
"Pak.. apa saya bisa melihat mobil nya pak, kebetulan kami sedang mencari teman kami juga yang menaiki mobil sport,? " ucap Dimas
"Baik.. silahkan mari ikut saya..? "
__ADS_1
Dan mereka pun langsung turun mengikuti pak polisi tersebut, sampai nya di TKP, Dimas dan Reza langsung terkejut melihat rangka mobil yang sudah hancur itu...
"Arkan.....? " jerit Dimas dan Reza.....