
lain hal nya dipelataran kampus, albert masih betah berdiri ditempat yang sama dengan rasa marah dan emosi yang sangat membuncah,
"brengsek, sialan, sejak kapan anak kelainan itu doyan sama cewek, bukan nya dia sendiri yang tidak pernah mau didekati oleh gadis gadis dikampus ini, tapi kenapa sekarang dia malah menyatakan dengan lantang bahwa junior itu adalah milik nya, gx akan aku biarkan dia menang dari aku" ucap albert emosi sendiri
tiba tiba ada seorang gadis yang mendatangi nya sambil tertawa mengejek
" ha... ha... ha.... ternyata player dikampus ini udah kalah sama pesona nya se orang arkan"
"diam kau sindy, bukan nya kau sangat menyukai arkan, kenapa kau membiarkan nya dekat dengan junior itu" gantian meledek
ya ternyata sedari tadi sindy sudah berada tidak jauh di antara mereka, dan dia mendengar dan melihat apa yang dilakukan arkan untuk junior itu,
"memang benar, tapi arkan saja yang buta, tidak bisa melihat ku wanita yang cantik ini dan malah memilih junior bau kencur itu"
" hah ternyata kau lebih malang lagi nasib nya, seperti nya kau harus move on dari arkan, karena umur mu tidak lagi muda sebagai seorang wanita, ingat 27 tahun, sudah sangat tua, aku rasa kau harus cepat cepat cari pasangan mu, sebelum wajah mu mulai menua" ucap albert mengejek
"brengsek kau albert, seharus nya tadi arkan meninju mulut mu itu, aku akan sangat senang jika itu terjadi" dengan wajah sangat marah
"ha... ha... jangan marah marah sindy, jaga emosi mu, apa kau mau kerutan diwajah mu itu bertambah, ya sudah sekarang to the point aza,
kau jaga arkan bila memang kau menginginkan nya, dan aku akan membuat junior itu jatuh cinta padaku,bagai mana" tanya nya dengan menggerakkan sebelah alis nya
"okey, kau memang picik albert, kita mulai saat perayaan murid baru, diill" ucap sindy sambil memberikan tangan nya
"dill.... tunggu permainan ku"
dan mereka pun berpisah dengan hati yang sangat senang, ntah apa yang mereka rencana kan, hanya Tuhan yang tahu
*****
__ADS_1
saat ini aku sudah berada dilapangan belakang, memulai ospek yang dipandu oleh panitia, ini adalah ospek terakhir jadi kami semua merasa sangat bersemangat, apa lagi setelah panitia mengumumkan jika setelah penerimaan murid baru, akan di adakan perayaan untuk menyambut siswa baru
rasa nya aku tak sabar menunggu waktu itu tiba, bukan hanya itu saja yang membuat ku semangat dan bahagia, tapi karena status ku yang telah berubah beberapa jam yang lalu,
aku tidak jomblo lagi sekarang, hemm aku masih mengingat perkataan kak arkan tadi yang meyakinkan ku bahwa dia benar benar mencintaiku,
dan saat aku melerai pelukan nya tadi, dia sempat menatap ku dalam dan tiba tiba dia mengangkat dagu ku dan langsung mengecup bibir ku, huh itu ciuman pertama ku yang ku berikan kepada kekasih pertama ku pula, aku sampai tidak menyangka kalau ini nyata, sekali lagi aku menampar wajah ku sendiri
"ternyata sakit, berarti aku tidak bermimpi, saat ini aku benar-benar telah menjadi pacar kak arkan, hi Hi hi..... "ucap ku sendiri sambil tertawa kecil,
dan tiba tiba ada yang memukul bahu ku dari belakang
"hayo, kamu kok ketawa sendiri, kasi tau aku donk kamu ketawa kenapa" tanya monic penasaran
"ada dech, nantik aza ya pulang kuliah kamu nginep di kost an aku, gimana"
okey, aku penasaran dech, kayak nya sahabat aku ini lagi happy banget"
akhir nya kami pun tertawa bersama, sambil. menyelesaikan kegiatan yang diberikan oleh panitia,
tampa kami sadari, ternyata ada sepasang mata yang sedang tersenyum sinis dengan wajah penuh kebencian sedang menatap kami sedari tadi
"tertawa lah kamu gadis kecil, mungkin ini adalah hari terakhir kamu bersenang-senang, setelah acara perayaan nanti, aku yakin kamu akan hancur ditangan albert, dan kamu tidak akan bisa mengangkat wajah mu lagi didepan arkan, jangankan didepan nya mungkin depan semua laki-laki yang menatap mu, kamu akan selalu menunduk karena malu, hem"ucap nya sendiri sambil tersenyum licik
*****
dan akhir nya acara ospek pun telah berakhir, dan para panitia sedang menyampaikan kata kata terakhir nya kepada mahasiswa baru, sebagai permintaan maaf jika ada kesalahan yang dperbuat tampa sengaja, dan di akhiri dengan kata penutup, dan aku hanya menatap kak arkan dari kejauhan, betapa berwibawa dan tampan nya dia, aku merasa ini seperti mimpi,
aku melihat dia pun mulai membalas menatap ku, dan mulai tersenyum tipis, sangking malu nya karena ketahuan oleh nya bahwa aku sedang menatap nya, aku pun langsung membuang wajah ku ke arah samping, lalu aku menunduk sambil tersenyum,
__ADS_1
" aku kayak belum yakin, aku beneran cinta dech sama dia, bener bener sukak juga"
ucap ku dalam hati sambil memegang dada ku yang berdebar sangat kencang,
setelah itu kami pun langsung bubar, aku mengajak monic untuk langsung menuju kost an ku, karena aku sudah tidak sabar ingin menceritakan kejadian tadi pagi kepada nya,
sebelum itu, aku menelfon kak arkan terlebih dahulu
tut... tutt..... suara panggilan tersambung
"hallo sayang" ucap seseorang disebrang sana
deg... aku terkejut dengan panggilan yang dia gunakan untuk memanggil ku
"hallo, kenapa kok diem, pasti syok ya sama panggilan kaka" ucap nya menggoda
"iya kak, aku belum terbiasa kak" jawab ku terbatas bata
" kita kan udah jadian beberapa jam yang lalu, ya udah nantik kamu juga terbiasa kok, oya kamu tunggu kaka kan sayang" tanya kak arkan
"kak, Nessa pulang bareng monic ya, sekalian dia mau nginep dkost an Nessa,boleh y kak"
"boleh tapi harus langsung pulang ya, jangan mampir kemana mana lagi, kaka gx ijinin kalau enggak"
"iya kak ini juga langsung pulang, ya udah Nessa tutup y telfon nya, bay pacar aku" ucap ku malu malu
"bay juga pacar ku,"
dan aku langsung menutup telfon nya,, aduch, rasa nya aku ingin menjerit saat ini, ternyata begini rasa nya punya pacar, sangat bahagia,... 🥰🥰
__ADS_1
bersambung