
Setelah tiba dikamar arkan, papa marko langsung duduk di tepi ranjang seperti yang arkan lakukan saat ini, wajah papa benar benar sangat khawatir, apa lagi setelah melihat kondisi arkan yang sudah kusut tak berbentuk, persis seperti seorang laki laki yang di tinggal minggat oleh istri nya,
"ada apa kamu memanggil papa,kenapa penampilan kamu jadi acak acakan begini" tanya papa dengan wajah sendu
"apa papa mengenal keluarga graham" tanya arkan serius
"iya papa mengenal nya dia salah satu teman papa"
"apa dia juga ada terikat pinjaman uang di bank kita"
"iya nak, semua perusahaan ternama pasti nya ada meminjam uang dari bank kita, kenapa, apa hubungan nya dengan keluarga graham" tanya papa penasaran
"mereka telah menggangu milik ku pa, mereka telah mengambil milik ku, mereka menculik nya dengan cara licik papa, dan aku gak Terima ini pa, aku harus menghancurkan kan mereka" teriak arkan emosi sambil berdiri dari duduk nya
"apa maksud kamu, papa gak ngerti nak"
"anak graham, Albert graham, dia telah menculik pacar ku Nessa pah, apapun yang terjadi aku ingin besok dia mengembalikan Nessa dengan keadaan baik baik saja, tampa ada goresan sedikit pun, aku tidak akan memaafkan bajingan itu jika dia berani menyentuh milikku pa" ucap arkan dengan amarah yang sudah sangat meluap
"apa" teriak papa dan mama besamaan
"y Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi nak, jadi Nessa saat ini di culik, kasihan sekali kamu nak,pasti saat ini Nessa sangat ketakutan pa" ucap mama iren menangis
"kurang ajar, berani sekali mereka menganggu kita, y sudah papa akan menelfon mereka sekarang juga, dan papa akan menyuruh anak buah papa untuk mencari Nessa"
"iya, kalau besok belum ditemukan, aku sendiri yang akan mencari nya pa, bahkan ke ujung dunia se kali pun" ucap arkan sedih
"sayang, kamu jangan ngomong gitu, mama yakin Nessa besok pasti akan pulang" ucap mama iren sambil memeluk arkan
dan arkan pun menangis kembali, katakan lah dia lelaki cengeng, tapi itu lah sebenar nya dia, walau seperti nya dia dingin dan seram, tapi tetap dia mempunyai sisi lemah nya,
dan papa marko yang melihat keadaan itu langsung keluar dari kamar karena tidak tega melihat anak nya hancur kembali,
dan dia langsung menuju ruang kerja nya untuk menelfon orang tua albert
__ADS_1
tut.... tut...... suara telfon tersambung
"hallo, ada apa pak marko" ucap orang disebrang sana dengan suara khas bangun tidur
"aku tidak akan menjawab mu dan aku tidak akan banyak berbicara,
sekarang juga telfon anak mu albert graham, dan suruh dia memberi tahu dimana dia menyembunyikan calon menantu ku, aku tunggu sampai besok pagi, kalau tidak aku akan menarik semua uang yang aku pinjam kan ke perusahaan mu dan kau harus mengembalikkan nya tiga kali lipat, mengerti kau tuan David graham" ucap nya sangat marah
dan dia langsung mematikan telfon nya begitu saja, tampa berfikir, jika orang yang baru ditelfon tadi saat ini benar-benar merasa kalut,
"apa lagi yang dilakukan anak itu, kenapa mengganggu keluarga aditama, dasar bodoh kamu albert" ucap David dengan marah
dan dia pun langsung menghubungi nomor ponsel anak nya, tapi hasil nya nihil, nomor itu ternyata sedang tidak aktif,
"hancur lah kalau begini" ucap David prustasi
*****
tidak terasa hari sudah menjelang pagi, jika di jakarta orang orang masih kalut karena menghilang nya Nessa, lain hal nya dengan seorang gadis yang masih betah tidur ditempat tidur yang sangat empuk dan nyaman,
tadi malam tepat jam setengah 9 malam, albert membawa nya menaiki mobil dan menuju ke lapangan untuk menaiki helikopter milik nya menuju ke anyer, tempat wisata yang terkenal dengan pantai nya, ya dia ternyata memiliki vila yang dulu diam diam dia beli tampa sepengetahuan orang tua nya,
*****
"eh, kenapa kepala ku terasa sangat pusing" ucap ku yang baru saja membuka mata ku, karena kesadaran ku mulai kembali dan aku dapat mendengar suara deburan ombak
aku pun mencoba duduk, sambil memegang kepala ku yang terasa berat, dan seketika aku tersadar, jika saat ini aku berada dikamar yang sangat asing, bukan dikamar kost an ku, aku pun mulai memperhatikan ke kanan dan ke kiri, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum nya,
"loh, aku dimana ini, bukan nya tadi malam aku datang ke acara pesta penyambutan ya, kok sekarang ada disini, ayok inget dong Nessa" ucap ku sendiri sambil memukul kepala ku dengan jari telunjuk
"oh iya, aku ingat, aku kan sedang menemani Vina ke toilet, terus tiba tiba ada yang membekap ku dari belakang, dan aku tidak ingat apa apa lagi" ucap ku berbicara sendiri
"oh my god, apa aku diculik, siapa yang culik aku, trus baju ku, hah, siapa yang ganti in baju aku, bukan nya tadi malam aku pakai baju pesta, kenapa sekarang pakai baju tidur" ucap ku bingung dan terkejut
__ADS_1
dan tiba tiba aku mendengar suara pintu yang di buka, dan aku langsung melihat ke asal suara,
ccklekk............
"selamat pagi cantik" ucap albert dengan tersenyum manis
aku pun sempat terkejut melihat orang itu, kenapa ada dia, apa dia yang menculik ku
dan dia berjalan menuju ke arah ku dengan memasukkan tangan nya di saku kantung celana nya, bener bener cool ini orang, tapi sangatt menyeramkan, aku pun langsung mundur dari duduk ku, menuju ke ujung tempat tidur sambil menyilangkan kedua tangan ku di dada,
"jangan mendekat, kalau kamu berani mendekati ku, maka aku akan lompat bunuh diri" ucap ku mengancam
"ha... ha... ha... kamu ada ada aza sich, emank mau melompat kemana, kebawah tempat tidur gitu, ya gak bakal mati lah, paling cume keseleo doank" ucap albert
aku pun hanya diam karena tak tau harus menjawab apa, dan aku mulai memberanikan diri untuk menatap nya dengan tajam
"apa kau yang menculik ku" tanyaku menantang
"iya, aku yang menculik mu adek Nessa" ucap nya sambil tersenyum
"kenapa kau menculikku, apa mau mu"
"kalau penculik biasa nya dia menginginkan barang berharga dari korban nya, begitu pun dengan ku" sambil tersenyum smirk
"barang berharga ? apa kau mengira aku ini kaya, bahkan aku tidak membawa apa apa sewaktu pindah ke Jakarta ini, selain buku dan baju, dan uang di ATM ku yang hanya dijatah sebesar 5 juta rupiah, apa kau mau merampok ATM ku itu" tanyaku polos
"ha.... ha..... kau ini ternyata sangat lucu, tapi tidak apa apa aku suka dengan sifat polos mu ini"
"dasar gila, ayo antar aku pulang, pasti orang orang pada mencariku," ucap ku sambil turun dari tempat tidur
"kalau aku tidak mau bagai mana" ucap nya tersenyum
__ADS_1
"kamu stres ya, oya siapa yang mengganti baju ku dengan baju ini, itu bukan kamu kan pelaku nya" tanya ku marah
dan yang ditanya malah tertawa terbahak bahak, sedangkan aku menatap nya dengan heran, aku yakin dia memang gila