Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 28


__ADS_3

setelah pembahasan bersama selesai, dan berakhir dengan arkan yang di timpuki pakai bantal,mereka pun memutuskan untuk bubar dan saat ini mereka telah berjalan sampai parkiran, menuju ke mobil masing masing,


"kita deluan ya bro" teriak dimas, dan ikuti oleh mobil kedua teman nya yang sudah melaju menuju keluar kampus


"okey bro" jawab arkan yang saat ini masih diluar mobil,


arkan ternyata sedang berkirim pesan dengan pacar baru nya Nessa, bagai remaja umur belasan tahun, dia selalu tersenyum saat mengetik pesan itu,


"yank, aku udah mau jalan pulang ne" catt arkan


"ya udah, langsung pulang ya yang, hati hati nyetir mobil nya, jangan ngebut☺"


"okey sayang, nanti malam boleh gak aku ke kost an kamu? "


"boleh, tapi bawak temen satu ya yang, kasian monic ntar jadi obat nyamuk 😂"


"okey yank, bawak dimas kayak nya seru"


"boleh kok"


"y udah aku jalan dulu ya, bay sayang😘"


"bay juga yank😘"


dan setelah itu arkan langsung memasukkan handphone nya kedalam saku celana,


saat dia akan membuka pintu mobil, ternyata ada yang memanggilnya,


"arkan,.... kamu mau pulang ya, aku boleh gak bareng sama kamu, kebetulan aku gak bawak mobil ne" ucap sindy yang tiba tiba nongol


tampa menjawab ucapan sindy, arkan pun merogoh saku sebelah kanan nya untuk mengeluarkan dompet nya, lalu dia pun mengambil sesuatu di dalam nya,


"segini cukup kan" tanya arkan sambil memberi dua lembar uang merah ke tangan sindy

__ADS_1


"apa maksud kamu arkan" ucap sindy emosi


"ya udah kamu pakai uang itu, untuk naik taksi"


"arkan, kamu benar benar merendahkan harga diri ku, tega kamu arkan" teriak sindy marah


"dimana nya kata merendahkan, bukan nya kamu sendiri yang bilang kalau kamu ingin pulang, ya udah aku bantu"


"tapi bukan ini mau aku, aku mau nya kamu yang anter aku pulang"


"denger ya sindy, jangan harap kamu bisa dekat dekat dengan ku, apa lagi sampai duduk di bangku mobil ku, aku gak sudi itu terjadi" katanya dengan wajah marah


"kenapa kamu jadi benci sama aku arkan, aku beneran cinta sama kamu" ucap sindy sedih


"itu semua karena kelakuan mu sendiri, ingat sindy, cinta gak bisa di paksa, kalau kau menyukai ku itu urusan mu, tapi jangan pernah memaksa ku untuk membalas mu"


ucap arkan tenang, dan dia langsung membuka pintu mobil nya dan masuk, tak lama dia pun melajukan mobil nya keluar dari halaman kampus,


sedang kan sindy, sangat merasa sakit setelah mendengar perkataan yang di lontar kan arkan kepada nya, dia pun luruh dan langsung berjongkok, sambil menangis pilu, untung ke adaan parkiran mulai sepi, jadi dia tidak jadi bahan tontonan banyak murid.


" aku gak mau di jodohkan oleh orang tua ku, aku mau nya menikah sama kamu arkan" teriak sindy frustasi


ya karena umur nya yang sudah menginjak wanita dewasa, akhirnya orang tua nya pun menjodoh kan nya dengan rekan bisnis papa nya, pria berumur 30 tahun, dan dia pun tidak menerima ke putusan orang tua nya itu, dia menolak nya dengan keras, dan dia mengatakan jika arkan adalah kekasih nya, sehingga dia memutuskan akan lebih gencar lagi mengejar arkan agar bisa menyelamatkan nya dari perjodohan itu,


"ini pasti karena junior itu, kalau albert gagal menghancurkan nya, maka tangan ku sendiri yang akan menghabisi nya" ucap sindy penuh amarah


dan akhir nya dia pun pergi meninggal kan parkiran kampus, dan langsung menyetop taksi untuk pulang,


*****


saat ini arkan sudah tiba dirumah nya, dia bisa melihat jika mama nya sedang duduk santai sambil menonton TV,


mama nya memang termasuk orang tua yang banyak menghabiskan waktu dirumah, walaupun dia mempunyai usaha butik, tapi dia hanya sekali kali pergi ke butik hanya untuk mengecek nya saja, selebihnya nya dia mengerjakan pekerjaan nya dirumah, karena itu lah peraturan yang dulu arkan minta, sedari dulu dia tidak suka jika mama nya selalu meninggal kan nya dirumah sendiri, kalau sampai itu terjadi, maka dia akan mengamuk dan membanting semua barang barang yang ada di dalam rumah,

__ADS_1


"Hai ma, serius banget sich nonton nya" ucap arkan tiba tiba mengejutkan mama iren


"sayang, kamu ini buat mama terkejut dech, kebiasaan kalau pulang gak ngucapin salam dulu"


"udah ma, mama aza yang gak denger" ucap arkan sambil duduk di samping mama nya


"masak sich mama udah tuli" tanya mama heran


"iya mungkin, kan mama udah tua, udah cocok juga di panggil oma" ucap arkan tersenyum menggoda


"maksud kamu, oh jangan jangan kamu mau kasi mama cucu ya" tanya mama senang


"iya, makan nya mama bantu aku nanti, untuk ngelamar anak orang"


"arkan, kamu tu kalau ngomong jangan muter-muter kenapa sich, mama kn gak ngerti lo nak, emank kamu udah punya pacar saat ini"


" udah, makannya mama harus belajar dari sekarang gimana cara ngomong sama calon besan kalau mau ngelamar anak nya"


" kamu serius nak, siapa pacar kamu sayang, ayo kasi tau mama" tanya nya penasaran


"Nessa aurora ma, yang sebentar lagi akan berubah menjadi Nessa arkan aditama"


" kamu seriuz nak, akhirnya anak mama yang karatan ini gak jomblo lagi" ucap mama senang sambil memeluk arkan


" iya jangan dibilang karatan dong ma" sambil membalas pelukan mama


"terus apa, kamu itu udah dewasa, tapi gak pernah mau pacaran, ayo cepetan lamar dia nak, mama pengen punya mantu, jadi kamu nya pun gak posesifin mama terus " ucap mama sambil melepas pelukan nya dan menatap anak nya


" ma, jangan karena aku nanti udah menikah mama bisa bebas ya, aku gak akan biarin mama pergi sama temen-temen mama yang udah pada tua tapi masih sok kecantikan" ucap arkan kesal


" ih kamu ini gak pernah berubah ya, heran dech mama" ucap nya sambil mencubit pipi arkan


dan saat ini mereka pun tertawa bersama sambil membahas calon menantu yang sebentar lagi akan arkan lamar,

__ADS_1


percaya diri sekali kamu babang arkan, kita doa kan aja semoga diterima oleh ayah Nessa,


bersambung.........


__ADS_2