Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Bab 76( kepergian Arkan)


__ADS_3

"Cepat ucap kan, apa yang ingin kau katakan?, aku tidak mempunyai banyak waktu? " ucap Leo dengan nada ketus


Arkan pun yang mendengar nada bicara Leo yang sangat tidak bersahabat itu mulai melipat kedua tangan nya di dada dan tersenyum smirk..


"Heh..., apa kau sudah tidak sabar dengan apa yang ingin aku sampai kan? " tanya Arkan mengejek


"Jangan mengulur waktu, aku tahu ini pasti tentang Nessa kan?, langsung to the point saja?, apa mau mu sebenarnya?, kenapa kau masih menggangguku..? "


"Ya kau memang benar, baiklah aku akan langsung ke inti nya saja, " tinggalkan Nessa?, putuskan pertunangan mu dengan nya? " ucap Arkan dengan wajah serius


"Jika aku tidak mau.., bagaimana? "


"Aku akan memberi penawaran yang bagus untuk mu, dan kau bisa mencari gadis lain, "jawab Arkan percaya diri


" Ha... ha... ha... apa kau kira aku akan mau dengan penawaran mu itu, dengar ya Arkan yang terhormat, aku sangat tulus mencintai Nessa, dan aku tidak akan melepaskan nya apa pun alasan nya " jawab nya berdiri meninggal kan meja


"Tunggu Leo.. "


"Apa kau tidak bisa melihat jika Nessa sangat tertekan dengan mu, kau adalah seorang dokter, seharusnya kau bisa membaca ekspresi wajah nya, apa kau tidak punya hati? " ucap Arkan menjerit


Dan Leo pun langsung berbalik menghadap Arkan,


"Beri aku waktu satu tahun ini, jika aku tidak berhasil juga membuat dia mencintai ku, aku sendiri yang akan melepaskan dia untuk mu " jawab Leo sedih


"kenapa sangat terlalu lama.."


"Turutin saja, jika kau memang mencintai nya dengan tulus, aku yakin kau akan bisa menunggu nya.. "


"Baiklah.., aku pegang janji mu itu Leo, dan kau juga harus berjanji untuk selalu menjaga nya, karena jika sampai terjadi sesuatu dengan diri nya,, aku akan merebut nya kembali"


"Baiklah, jika begitu aku pergi"


"Pergi lah.. " jawab Arkan tak semangat


Setelah kepergian Leo, Arkan pun kembali duduk di bangku nya kembali, dia sedang berfikir dengan sejuta ketakutan yang memenuhi hati nya..


"Semoga kau tidak akan menghianati cinta kita Nessa, aku sangat berharap banyak pada mu, agar tidak tergoda dengan dokter itu.. ucap nya sendiri dengan wajah khawatir


*****

__ADS_1


Tidak terasa siang pun sudah berganti malam, dan saat ini aku sedang merenung di atas meja belajar ku, sambil mengenang masa masa yang aku lalui dulu bersama kak Arkan..


Sungguh,, cinta benar-benar membuat ku bahagia dan membuat ku menderita, aku tidak tahu, akan sampai kapan aku merasa tersiksa dengan perasaan ku sendiri, di tambah dengan menghilang nya kak Arkan yang seperti tidak ingin jika aku melihat nya walau hanya dari kejauhan, itu benar-benar membuat ku stress dan kembali bersedih..


"Hiks... hiks...., aku gak bisa lupain kamu kak aku benar-benar tersiksa.. " ucap ku menelungkup kan wajah ku di atas meja..


Dan aku meluapkan emosi ku itu, sampai aku tertidur di meja belajar.


*****


Pagi pun menjelang, dan Arkan sudah bersiap siap untuk pergi menuju ke Jerman,


dia pergi dengan membawa Dimas dan Reza, Arkan sengaja membawa mereka, untuk membantu nya menyelesaikan masalah yang ada disana,... lebih cepat dia bergerak, maka lebih cepat juga masalah itu selesai di atasi, itulah yang Arkan fikirkan saat ini...


Cklekk......


Terdengar suara pintu kamar yang terbuka, di susul dengan masuk nya mama Iren dengan wajah yang sedih


"Sayang..., kamu hati hati ya disana" ucap mama Iren memeluk Arkan


"Iya ma.., doakan ya ma, semoga masalah disana dapat Arkan selesai kan dengan baik "


"Ma.., doakan saja agar Arkan selalu baik baik saja, Arkan janji akan menjaga tubuh Arkan sendiri, dan menyelesaikan masalah di sana dengan cepat, pesan Arkan, mama dan papa harus jaga kesehatan, dan tolong mama jaga Nessa ya ma" ucap Arkan menatap wajah mama Iren


"Iya nak.., itu sudah pasti sayang.., mama akan menjaga Nessa, seperti yang kamu mau.. "


"Makasih ya ma.. "


"Ya sudah, ayo kita turun, nak Dimas dan nak Reza sudah datang menunggumu " ajak mama Iren


"Ayo mah, " jawab Arkan sambil membawa koper


Setelah sampai di bawah, Arkan pun langsung menuju ke arah teman teman nya..


"Bro..., Terima kasih ya karena kalian berdua mau membantu ku.. " ucap Arkan tersenyum


"Ah..., kau ini, seperti sama siapa saja, kita ini kan sahabat, sudah seharusnya kita saling membantu ' jawab Dimas


" Iya, benar yang dikatakan Dimas.., aku akan membantu mu untuk melacak dan membongkar kejahatan paman mu itu, kau tenang saja, selama ada aku, pasti semua akan cepat beres.." ucap Reza menimpali

__ADS_1


"yah... kau benar teman, ayo kita pamit kepada orang tua ku.. "


Dan mereka pun berjalan menuju ke arah ruang tamu, disana sudah ada papa Marko dan mama Iren yang berdiri melihat Arkan


"Nak..., hati hati lah dalam menjalankan misi mu ini, papa sudah mengutus orang orang papa untuk membantu mu di sana nak, ini handphone khusus untuk menghubungi mereka " ucap papa Marko


"Baik pa, aku akan mengingat semua yang papa ucapkan"


"Nak..., tolong hubungi mama jika kau mempunyai waktu ya, agar mama tidak khawatir dengan mu disana " ucap mama Iren sedih


"Iya ma.., baiklah, jika begitu kami pamit ya ma, pa " ucap Arkan menyalami kedua orang tua nya


Di susul dengan Dimas dan Rendy yang ikut pamit, dan setelah itu, mereka pun mulai pergi menaiki mobil menuju ke bandara...


Sampai di bandara, mereka pun langsung menaiki pesawat, dengan perasaan tidak rela, Arkan mulai meninggalkan jakarta, dan juga pujaan hati nya...


****


Saat ini aku sudah tiba di kampus, dan kami sedang mengikuti pelajaran yang di berikan oleh dosen, entah mengapa aku tidak fokus dengan apa yang dosen jelaskan, fikiran ku mulai melayang layang entah kemana,


Bahkan, jam pelajaran sudah selesai pun, aku tetap melamun, dengan pemikiran ku sendiri


"Nessa..., " panggil Monic yang membuyarkan lamunan ku


"Eh.., kenapa Mon" jawab ku terkejut


"Kamu dari tadi melamun kan Ness..?


" Gak tau,, perasaan aku gak enak dari kemarin " jawab ku lesu


"Kamu sakit ya?"


"Enggak Mon, tapi pegel aja, karena aku ketiduran di meja belajar sampai pagi "


"Oh.., pantes dong, kamu itu lelah Nessa, gimana kalau kita pergi ke salon aja, sekalian spa mau gak "


"Boleh dech" jawab ku setuju


"Let's Go" ucap Monic sambil menggandeng tangan ku,

__ADS_1


kami pun keluar dari kampus menuju ketempat salon terdekat yang ada di kampus...


__ADS_2