
lanjut gays,,,,..... ☺☺
didalam mobil, monic terus saja berbicara seperti burung beo, dan dia lebih banyak mengajak bicara kak arkan dibanding dengan ku, rasanya aku ingin sekali membekap mulut nya itu, pada saat dia menanyakan hal tentang diri ku kepada kak arkan
"kak arkan menurut kakak,Nessa cantik apa enggak" tanya monic sambil tertawa meledek ku
dan aku langsung membalik kebelakang tubuh ku dan menatap tajam monic
"cantik, banget" jawab kak arkan tersenyum, aku pun terkejut dan berganti arah menatap kak arkan, dan yg kutatap malah tersenyum menggoda sambil mengedipkan sebelah mata nya,
"huh spot jantung aku nya" ucap ku dalam hati sambil membuang muka ke arah samping
"ciee,,,, Nessa siank2 udah dapet pujian dari cowok tampan,, panas dech jadi nya" ucap monic meledek ku sambil mengipas-ngipasi tangan nya di wajah nya
dan saat ini jangan ditanya lagi, karena perkataan monic aku sampai salting dan wajah ku pasti sudah memerah seperti udang goreng
"pantesan aza cuma Nessa yang kakak jadikan asisten, padalhan kan kita telat nya berdua, tapi cuma Nessa yang dapet hukuman" ucap monic menyindir sambil tertawa
"asisten kan memang cuma satu, lagian itu hukuman spesial untuk Nessa karena bisa dekat dengan saya" jawab kak arkan sambil melihat ke arah ku
dan aku hanya diam tidak bisa menjawab, mereka seperti kompak sedang menggoda ku,
"oh, kalau gitu saya mau donk kak jadi asisten nya kak Rendy, dia kan panitia juga, monic mau donk dihukum sama dia" ucap monic memaksa
" ha.... ha.... ha... yang bener kamu, temen kamu aja tunggu saya ancam dulu baru mau"(katanya sambil melihat ke arah ku), kok kamu malah menawarkan diri" tanya kak arkan heran
"karena saya ngefans berat sama kak Rendy, kakak gak tau ya kalau temen kakak itu ganteng banget"
"monic, pliss dech jangan berlebihan" ucap ku sambil memutar badan menyamping mengahadap kak arkan
__ADS_1
ya aku saat ini sedang duduk didepan bersama kak arkan, sedang kan monic duduk dibelakang, aku sempat menolak saat kak arkan menyuruh ku duduk didepan, tapi karena dia mengatakan bahwa dia bukan supir, maka aku menurutinya untuk duduk disampingnya,
"kenapa sich ness, aku kan cuma pengen jadi asisten kak Rendy doank" ucap monic sedih
" ya udah kamu boleh kok deketin kak rendy, sekarang jangan sedih lagi y" jawabku tak tega melihat monic, dan akhir nya kami pun tertawa bersama.
tak lama kemudian mobil kak arkan sudah sampai di depan cafe greentea, disusul oleh mobil teman teman kak arkan yang ada dibelakang kami,
setelah kami turun dan masuk kedalam cafe, kami pun memilih duduk di luar kafe yang penuh dengan tanaman hijau yg tertata rapi
kami duduk di bangku yang terdapat meja bulat dan bangku yang cukup untuk enam orang, tempat nya bener bener buat otak ku fresh kembali,
"bro gue tinggal dulu ya keruangan gue, kalian nikmati aza dulu makanan nya, bentar lagi dateng" ucap kak arakan kepada ketiga teman nya
"tapi monic kak, dia sendirian"
" tenang ness, kan ada kita ber tiga disini, temen kamu aman kok sama kita, dedek monic gak takut kan sama kita" ucap kak dimas sambil tersenyum
" enggak dong, monic kan udah jadi adik kalian ber tiga"
"kak arkan kalau mu bawak Nessa y udah, tapi jangan di apa apain ya temen monic"ucap monic santai
" ih ini anak, gak tau apa kalau aku lagi ngindari kak arkan supaya gak berduaan, gak ngerti banget sich jadi temen" ucapku dalam hati merutuki monic
dan akhir nya aku pasrah ditarik oleh kak arkan
__ADS_1
saat berjumpa dengan pelayan dia pun berhenti,
"tolong kamu layani teman teman saya yang sedang duduk diluar ya, hidang kan mereka dengan makanan terbaik disini, dan nantik juga kamu antar makanan spesial untuk makan siank ke ruangan saya, kamu mengertikan" tanya kak arkan pada pelayan itu
"baik tuan" jawab pelayan itu hormat
********
kami pun berjalan lagi menuju ruangan kak arkan, aku memperhatikan setiap yang aku lewati, ternyata cafe ini benar benar bergaya modern, sangat cocok untuk anak muda dan keluarga nongkrong menghabis kan waktu bersama,
tak lama kemudian kami memasuki ruangan yang sangat elegant, mungkin ruangan kerja kak arkan,
ckleek..... dupp... suara pintu dibuka dan ditutup,
"ayo duduk, kamu disini dulu ya ada sesuatu yang akan saya periksa"
aku mengangguk dan mulai duduk disofa tamu tepat didepan meja kerja kak arkan
aku hanya diam, sambil memperhatikan kak arkan yang sedang membuka leptop nya,
"kalau lagi serius gitu, ganteng banget sich" ucap ku dalam hati sambil melamun
tampa ku sadari, orang yang sedang aku tatap telah duduk tepat disamping ku,
"hey apa yang sedang kamu pikirkan" tanya kak arkan tiba tiba
aku pun terkejut "lho bukan nya kak arkan tadi disana ya, kok sekarang udah disini" tanyaku dalam hati
dan dia terus menatap ku, menggeser duduk nya menjadi lebih dekat, sehingga tidak ada jarak di antara kami, aku pun memberanikan diri membalas menatap mata nya....
__ADS_1
deg............
next->