Suamiku Posesif Berlebihan

Suamiku Posesif Berlebihan
Kembali nya Bella


__ADS_3

Keesokan hari nya, Nessa dan juga Arkan sedang menikmati sarapan pagi, Arkan yang baru mengetahui jika kehidupan rumah tangga nya mulai di ganggu oleh rival bisnis nya pun,


Langsung memberitahu sang


istri prihal masalah tersebut... dia ingin jika Nessa lebih berhati-hati lagi dalam berinteraksi dengan orang yang tidak dia kenal...


"Sayang..., aku harap kamu harus lebih waspada, jangan mau berkenalan dengan orang asing, karena aku takut jika mereka adalah suruhan dari rival bisnis ku"


Ucap Arkan mengingatkan, kini mereka baru saja menyelesaikan acara sarapan pagi, dan Nessa yang mendapat peringatan tersebut pun mulai menyentuh tangan Arkan dan menggenggam nya dengan erat..


"Aku tahu mas, dan aku akan mengikuti apa yang kamu peringatkan, oya sebentar lagi aku akan menjalankan program PPL dari kampus, tapi aku belum tahu di tempatkan disekolah mana"


"Tentu saja harus di kota jakarta, aku tidak mau jika kau mengajar di luar kota ini, atau lebih baik jika kau di tempat kan di salah satu SMA unggul yang menjadi donatur keluarga kita, bagaimana?


" Eh..., tidak perlu mas, aku rasa aku ingin mengajar dengan cara alami,jika di tempatkan di sekolah kalangan orang biasa pun aku malah senang kok mas"


Jawab Nessa dengan mata memohon...


Sedangkan Arkan mulai merubah raut wajah nya dan menatap sang istri dengan tatapan tajam..


"Memang nya kenapa kau suka sekolah seperti itu? apa salah nya jika menerima penawaran suami mu ini? "


Tanya Arkan penasaran, sedangkan Nessa mulai menggaruk Kepala nya karena mulai merasa bingung...


"Mas..., sebenarnya tidak ada yang salah dengan sekolah internasional atapun sekolah menengah, tapi aku hanya ingin menjalan kan progam study ku ini, dengan cara alami, aku lebih suka berinteraksi dengan siswa dah siswi yang berekonomi menengah, mereka mengingatkan aku saat aku masih menjadi siswi SMA, aku mohon.. jangan berfikir yang tidak tidak mas"


Jelas Nessa mencoba menenangkan Arkan yang sudah tersulut emosi, detik kemudian, wajah pria itu mulai normal kembali, dan Nessa mengelus dada nya dengan pelan...


"*Kenapa semakin hari kamu semakin menyeramkan mas..., aku jadi takut jika harus mengucapkan sesuatu"


Gumam Nessa di dalam hati*.. .


***

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, mereka telah berada di dalam mobil, Arkan kini sedang mengendarai mobil nya menuju ke kampus tempat Nessa menimba ilmu,


Sesampainya di depan gerbang, Arkan pun menghentikan mobil dan langsung turun, dia membantu Nessa untuk turun dari mobil tersebut,


sungguh Arkan adalah sosok pria yang sangat perhatian dan juga romantis, tapi sayang... dia mempunyai sifat mengekang dan posesif yang sangat berlebihan...


"Mas... aku masuk sekarang ya"


Ucap Nessa meminta izin, sedangkan Arkan hanya diam tidak menjawab tapi langsung mencium kedua pipi Nessa dengan sayang...


"Nanti mas jemput kamu,... ingat kamu harus belajar dengan fokus dan jangan genit dengan siapa pun, aku akan memantau mu setiap saat sayang"


Kata Arkan sambil mengelus pipi Nessa, sedangkan Nessa mencoba untuk tersenyum bahagia, walau hati nya terasa sedikit tercubit, karena sampai saat ini suami nya belum bisa mempercayai diri nya..


"Iya.., aku ingat semua pesan mu ini mas"


Jawab Nessa mencoba tersenyum, setelah itu Arkan langsung kembali mengendarai mobil nya menuju ke kantor Aditama...


Sedangkan tak jauh dari tempat Terparkir nya mobil Arkan tadi, ternyata selang beberapa meter sudah ada mobil yang terus memperhatikan kemesraan mereka...


"Bangsat....., setelah apa yang kau lakukan untuk keluarga ku, sekarang kau dan wanita sialan itu berbahagia di atas penderitaan ku, tidak akan aku biarkan Arkan Aditama... "


Teriak Bella yang masih menaruh dendam kesumat kepada pasangan tersebut...


Ya ternyata tepat 2 tahun yang lalu, setelah Arkan mengetahui siapa dalang yang mencoba menjebak Nessa agar bisa di rusak kehormatan nya oleh Albert, mulai saat itu juga Arkan membuktikan perkataan nya kepada Bella


Pria itu langsung membuat perusahaan keluarga Bella menjadi jatuh dan bangkrut, bahkan karena semua itu mengakibatkan Bella menjadi stres berat dan sedikit depresi..


Kini selama Dua tahun menghilang, akhirnya Bella kembali lagi ke kota tersebut, dia sudah mempunyai seorang sugar Dady yang bisa dia manfaat kan,


Selain kaya, sugar Dady itu juga tak kalah berkuasa seperti keluarga Aditama, dan saat ini, setelah kekuatan nya tercukupi, Bella kembali untuk membalaskan dendam nya kepada Arkan dan juga Nessa...


"Baiklah... permainan akan segera kita mulai, aku akan membuat mu malu Nessa sayang, dan kau akan di ceraikan oleh suami mu dengan cara yang sangat hina"

__ADS_1


Ucap nya masih menatap ke arah kampus tersebut,


Setelah itu, dia pun langsung menghidupkan mobil nya kembali, Bella pergi untuk menyusun rencana dengan sangat matang...


***


Saat ini Arkan sudah tiba di kantor mewah milik nya, setiba nya di sana dia langsung menuju ke ruang rapat untuk membahas tentang musuh yang berani menyerang hubungan pribadi nya..


Dengan wajah dingin dan arogan, Arkan mulai berdiri menghadap ke arah para direksi perusahaan, dia merasa jika salah satu dari perkerja nya lah yang menjadi Duri di dalam perusahaan nya sendiri...


"Aku tidak tahu siaap yang telah berkhianat dengan diri ku, tapi aku akan mengetahui nya karena mereka sendiri yang akan mengaku secara terpaksa, kalian mengenal ku bukan? aku sangat benci dengan penghianatan"


Ancam Arkan dengan mata yang tajam, para direksi mulai diam membeku, mereka bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin...


Arak terkenal sangat lah Tega dan tidak berhati, dia bahkan berani menghabisi nyawa paman nya sendiri yang telah berkhianat kepada kedua orang tua nya...


"Tuan Arkan, jika anda memang mencurigai kami, maka kau bisa memeriksa barang pribadi kami tuan"


Ucap salah satu Direksi yang merasa was was..


"Tidak perlu tuan Arga, karena aku sudah mengutus teman ku yang ahli dalam dunia IT untuk menyadap semua datang pribadi kalian semua, maaf jika aku melakukan nya tanpa izin dari kalian, tapi... jika kalian tidak mempunyai kesalahan maka kalian tidak perlu takut bukan"


Ancam Arkan membuat salah satu pria di antara mereka langsung tegang dan panik...


"Rival ku saat ini adalah perusahaan dari Bumi Putrajaya, aku yakin dia lah yang telah menaruh penyusup di dalam perusahaan ku"


"Okey, sekarang rapat kita akhiri sampai disini, kalian bubar lah, bekerja dengan baik, jangan sampai aku mencurigai salah satu dari kalian "


"Baik tuan Arkan, jika begitu kami permisi sekarang"


jawab Mereka kompak dan langsung pamit keluar dari ruangan tersebut... ,


Kini tinggallah Arkan bersama sahabat nya Dimas

__ADS_1


Mereka berdua saling menatap dan tersenyum menyeringai...


__ADS_2