
sedang kan ditempat lain, tepat nya dipinggir jalan, monic saat ini sedang merasa kesal karena terus di ikuti oleh dimas, terkadang monic sampai berlari, agar dimas berhenti mengikuti nya, tapi ternyata dimas malah ikutan berlari mengejar monic, sampai tiba di depan gang, monic pun berhenti di samping gerobak abang penjual sate padang,
" huh, capek juga ternyata, aku butuh stamina kalau kayak gini"
dan dia pun langsung memesan sate kepada abang penjual
"bang sate nya 3 bungkus ya bg, buat pedes bang, trus bumbunya dicampur aza" ucap monic ke abang tukang sate
"okey neng, duduk dulu neng di bangku" ucap abang sate sambil menunjuk bangku plastik yang sudah tertata rapi
dan monic pun langsung menuju bangku itu, dan mendudukkan bokong nya, rasa nya dia sangat lelah karena habis main kejar kejaran
"dedek monic, kakak capek dech kalau main kejar kejaran terus" ucap dimas tiba tiba sambil duduk di samping bangku monic, dengan nafas ngos ngosan,
"siapa juga yang nyuru kaka ngejar aku" jawab monic sewot
"jangan galak galak dong sama calon pacar, tolong pesan kan minum ya, haus banget ne"
" ih,jangan ngarep dech kak, kayak monic mau aza sama kaka, pesan sendiri lah, tinggal panggil yang jual juga" jawab monic kesal
"jutek banget sich, untung cinta" ucap dimas memegang dagu monic dan langsung berdiri mendatangi abang sate
"kak dimas apaan sich pegang pegang dagu aku, nyebelin banget jadi cowok" ucap monic marah
dan tak lama pesanan monic pun telah selesai di buat,
"makasih y,jadi berapa bang semua nya" tanya monic ke abang sate
"semua 35 ribu neng"
" ini uang nya, kembalian nya buat abang aja" ucap dimas tiba tiba sambil memberikan uang lembar merah kepada abang sate,
setelah itu dimas pun langsung memegang tangan monic erat dan mengajak nya pergi dari tempat itu,
"lepas kak, apa an sich pegang pegang kayak gini, trus kenapa juga kaka yang bayar, apa kaka kira aku gak punya uang" ucap monic marah
"udah jangan bawel, jadi cewek kok hoby banget ngomel"
dan akhir nya monic pun diam tidak banyak bicara lagi, karena dia merasa kesal dengan dimas,
******
tak lama kemudian mereka pun telah tiba di kost an, dengan wajah cemberut monic langsung masuk ke dalam kamar
"assalamualaikum" ucap monic
"waalaikumsalam" jawab aku dan kak arkan
__ADS_1
"kenapa, kok wajah nya cemberut gitu" tanyaku ke monic penasaran
"aku lagi marah, karena di ikutin terus sama pengganggu" ucap monic ke arah dimas yang sudah berdiri di depan pintu
"jangan gitu donk, ntar jodoh lo" ucap ku menggoda monic
"ogah aku jodoh sama play boy, oya ini ada sate buat kalian ber dua" sambil memberikan 2 bungkus sate ke tangan ku
"loh, dedek monic kok belik nya cuma 3 bungkus, buat kaka mana, apa sengaja ya biar kita bisa makan sebungkus ber dua" ucap dimas menggoda
"ih apaan sich, uda ah aku mau makan di bangku luar aza" jawab monic kesal dan berlalu menuju teras
"ini buat lo bro, aku biar makan bareng Nessa" ucap kak arkan memberikan satu bungkus sate ke tangan kak dimas
"okey bro, kau memang teman is the best"ucap dimas berlalu menyusul monic
dan saat ini tinggal lah kami berdua di dalam kamar, dengan rasa canggung karena masih belum terbiasa,
" ayo sayang dimakan, kayak nya enak dech" ucap kak arkan sambil membuka bungkus sate nya
"bentar ya kak, aku ambil sendok dulu"
setelah aku kembali dari dapur, kami pun langsung menyantap sate pemberian monic yang terasa sangat enak,
apalagi kak arkan menyuapi ku sedari tadi,bahkan kami secara bergantian telah makan di satu sendok yang sama, seperti bertukar saliva tidak secara langsung, rasanya aku tidak berhenti tersenyum senang, bahagia nya punya pacar,
tidak terasa dua hari sudah terlewati sejak pertemuan malam itu, dan acara yang ditunggu tunggu oleh semua siswa pun telah tiba,
nanti malam adalah hari perayaan siswa dan siswi baru yang akan di adakan di hotel bintang lima,
*****
aku dan monic saat ini sudah tiba di kamar hotel yang di booking oleh kak arkan, ya 30 menit yang lalu, aku sudah di jemput oleh kak arkan, dan aku di perintah kan untuk menunggu dirinya sampai dia dan teman teman panitia selesai mengatur acara yang sebentar lagi akan di mulai,
sedangkan ditempat lain, tepat nya dikamar hotel ber nomor 309,ada seorang wanita dan seorang pria yang sedang mengobrol dengan serius, seperti nya mereka sedang mengatur rencana yang hanya mereka yang tau,
"junior itu, udah di ungsikan oleh arkan dikamar 204,jadi apa rencana kau selanjutnya nya" tanya wanita yang tak lain adalah sindy
"itu urusan ku, saat ini lakukan saja tugas mu, buat arkan menjadi sibuk dengan acara yang berjalan dengan berantakan, dengan begitu aku akan mudah mengelabui nya" ucap nya tersenyum smirk
"okey, kalau gitu aku cabut sekarang, takut nya ada yang curiga"
dan sindy pun langsung pergi meninggal kan kamar 309 itu,dan langsung menuju ballroom untuk memantau acara yang dia yakini akan terlambat di mulai, karena dia telah membuat pengumuman palsu kepada sebagian murid baru jika acara nya berpindah lokasi,
"gimana udah beres semua kan, bentar lagi udah bisa kita mulai kan" ucap sindy kepada arkan dan panitia yang lain, setelah sampai di lokasi
"udah, tapi aku heran, kenapa murid yang datang cuma sedikit, bukan nya tahun ini banyak yang masuk" ucap arkan bingung
__ADS_1
"iya, coba kalian hubungi lagi di grup murid baru, jika acaranya akan segera di mulai, agar mereka bisa langsung hadir" ucap Rendy menimpali
dan mereka pun mulai mengirim pesan grup untuk seluruh siswa dan siswi baru, dan
tanpa mereka tahu, jika grup itu sudah dikamuplase oleh sindy, agar pesan nya tidak sampai ke pada setengah murid baru dan dia sudah membuat grup yang baru tampa mereka ketahui,
"bingung kan kalian, ini kesempatan aku buat kabari albert, jika sudah waktu nya dia beraksi" ucap sindy di dalam hati, dan dia pun langsung menulis pesan di handphone nya,
sedang kan arkan dan teman panitia yang lain, saat ini benar benar merasa frustasi
" ayok mikir dong, gimana ini jalan keluar nya, malu banget kalau sampai sedikit yang hadir, pasti direktur kampus dan jajaran nya akan mempertanyakan kita" teriak arkan marah
dia padalhan sudah sangat waspada atas sesuatu yang akan menghancurkan acara yang dia pengang, tapi ternyata tetap saja dia bisa kecolongan,
jika saat ini arkan sedang stres karena masalah yang terjadi, lain hal nya di kamar 204,
tampa sepengetahuan siapa pun, ternyata albert telah melakukan rencana nya dengan mengutus 2 orang wanita untuk menjemput monic dan aku
"tok... tok... suara pintu diketuk, dan aku pun langsung membuka nya, karena aku mengira itu adalah arkan
cklek..... suara pintu terbuka
" hay selamat malam"ucap dua orang wanita tersebut dengan memakai masker
"malam, kalian siapa ya" tanyaku
"kami juga junior seperi kalian, kami di utus kak arkan untuk menjemput kalian berdua, karena kak arkan sedang sibuk memulai acara"
"oya kenalin, nama saya Vina dan ini hesty"
dan kami pun saling berkenalan
" oh ya udah kalau gitu, monic ayo kita turun" dan sebelum keluar kamar wanita itu pun memberi kami masker agar kami memakai nya, setelah itu kami langsung turun kebawah,
tapi saat tiba di lantai bawah, satu orang wanita itu menghentikan jalan ku
"eh, bisa temenin aku ke toilet bentar gak, aku udah kebelet ne" ucap nya kepadaku dan aku pun langsung mengangguk,
"kamu deluan aza y mon bareng hesty, aku temeni Vina dulu ke toilet"
"okey, aku tunggu di ballroom ya"
dan setelah monic dan hesty berlalu, aku pun langsung menuju ke toilet bersama wanita yang bernama Vina itu,
tapi belum sampai tiba di toilet, tiba tiba aku merasakan ada seseorang yang membekap ku dari belakang dengan gerakan yang sangat cepat,
aku pun mencium sesuatu dan aku langsung tidak sadarkan diri............!!!!!!!!!!!!
__ADS_1