
Tidak terasa, pagi telah menyapa dengan sangat cerah, dan burung burung mulai berkicauan sebagai tanda jika mereka sangat bahagia menyambut pagi hari ini...
Tapi tidak dengan Nessa, wanita cantik yang berstatus istri seorang Arkan Aditama, pagi ini merasa sangat tidak bersemangat, Karena masalah salah paham kemarin, Nessa di larang keras oleh Arkan untuk pergi kekampus,..
Pria itu mengatakan, jika Nessa harus cuti beberapa hari hingga dia menemukan siapa pria yang berani menggoda dirinya,
Nessa sudah menjelaskan berulang kali tentang pria yang bernama Riko tersebut, tapi tetap saja Arkan tidak mau mempercayai nya, dan akan menyelidiki identitas pria tersebut...
Dengan memasang wajah lesu, Nessa mulai mengikuti langkah kaki suami nya yang akan pergi bekerja...
Setiba nya di teras rumah, Arkan langsung menghadap ke arah Nessa, dia sangat mengetahui jika saat ini istri nya sedang merasa kesal akibat larangan nya untuk pergi ke kampus..
"Jangan cemberut begitu sayang! "
Ucap Arkan memegang kedua pipi Nessa,
"Mas... kenapa selalu melarang ku ini dan itu, mas tau bukan, jika minggu ini aku akan melakukan program dari kampus, tapi mas malah melarang ku untuk ke kampus"
Jawab Nessa menahan kesal, dia langsung menurunkan tangan suami nya yang memegang kedua pipi nya...
"Nessa, kita sudah membicarakan nya sejak satu jam yang lalu, jadi... jangan membahas nya lagi Nessa"
"Baiklah..., aku tidak akan membahas nya lagi, sekarang terserah dengan mas, aku akan mengikuti nya"
"Bagus..., kau memang istri idaman ku, sekarang masuk lah kedalam rumah, ingat jangan keluar sampai aku kembali pulang, okey? "
"Hem.... "
Nessa hanya menjawab dengan singkat, tak lama kemudian, Arkan langsung melayang kan ciuman di kening dan juga kedua pipi Nessa,
"Aku pergi sekarang sayang"
Pamit Arkan mulai masuk kedalam mobil, setelah itu mobil pun berjalan meninggal kan rumah mewah tersebut...
Nessa menatap sedih ke arah mobil yang semakin tak nampak tersebut, dia memegang dada nya yang terasa sangat sesak...
Lagi lagi Nessa harus menerima titah suami nya, dan dia mengesampingkan penolakan nya terhadap perintah itu,
Karena Nessa tidak mau jika harus bertengkar hanya karena masalah yang tidak bisa di bantah
Setelah memastikan suami nya pergi, Nessa langsung masuk ke dalam rumah kembali...
__ADS_1
Saat tiba di ruang tamu, Tiba-tiba saja bik Sumi selaku pembantu di rumah itu berjalan ke arah Nessa, sambil membawa telpon rumah di tangan nya...
"Ada apa bik? " tanya Nessa penasaran
"Ini non, ada telfon dari nyonya, kata nya beliau ingin berbicara dengan nona, "
"Oh.... kenapa tidak menelfon ke nomor handphone ku saja "
"Sudah nona, tapi ibu bilang nona tidak mengangkat panggilan nya"
"Oh.. iya, aku lupa membawa handphone mikik ku, sini bik biar aku telfon mama kembali".
Setelah itu Nessa langsung menghubungi nomor mama mertua nya tersebut menggunakan telpon rumah...
Tut.... tut.... tut....
" Hallo bik"
Jawab seseorang disebrang sana...
"Hallo ma, ini Nessa ma, apakah sedari tadi mama menghubungi nomor Handphone Nessa? "
"Iya sayang, mama menghubungkan nya hingga bekali kali, tapi kamu tidak menjawab nya"
Tanya Nessa penasaran...
"Sayang, kamu sama Arkan Baik baik saja kan nak? tanya mama Iren khawatir...
"Iya, aku baik kok ma, begitu juga dengan kak Arkan,"
"Yang benar nakk....! tapi mama dengar dari dokter Rio kata nya Arkan sudah lama tidak pernah datang untuk chek up dan juga mengambil obat, apakah itu benar? "
"Iya ma.... semua itu memang benar ma"
Jawab Nessa tak enak..
"Kenapa bisa sayang! bukan kah mama sudah mengingatkan jika Arkan harus selalu kontrol dan minum obat"
"Nessa sudah mengajak nya ma untuk kedokter, dan Nessa juga selalu memberi kan nya obat, tapi... mas Arkan tidak mau menuruti Nessa ma"
"Ya Tuhan anak itu, selalu saja keras kepala, sayang mama tahu jika selama ini Arkan masih sering mengamuk, mama harap kamu bisa bertahan dengan nya ya nak.., dia melakukan semua itu, Karena takut akan kehilangan kamu, kamu mengerti kan sayang"
__ADS_1
"Iya.., Nessa ngerti kok ma..., tapi Nessa akan berusaha lagi agar mas Arkan mau berobat kembali, "
"Terimakasih Sayang, karena kamu sudah menerima kejelekan anak mama, mama harap kamu tetap bertahan ya nak...., oya untuk saat ini mama belum dan papa belum bisa kembali ke indonesia, karena perusahaan di Belanda sedang ada masalah sayang"
"Tidak apa apa ma, mama fokus saja kepada perusahaan dan juga papa, soal mas Arkan Nessa yang akan menjaga nya"
"Iya nak,... kamu benar benar mantu dan istri yang sangat baik, mama sayang sama kamu Nessa"
"Iya, Nessa juga sayang sama mama"
Jawab Nessa sambil menetes kan air mata nya, setelah itu panggilan pun berakhir, dan Nessa langsung memegang dada nya yang terasa sesak...
"Cobaan apa lagi ini, mama mertua ku bahkan sudah mempercayakan putra nya kepada ku, sekarang apa yang harus aku lakukan, bagaimana pun mas Arkan wajib kembali berobat kembali, aku takut jika emosi nya menjadi tidak tekendali dan bertambah parah"
Setelah itu Nessa pun langsung bersiap siap untuk pergi menemui dokter psikologis yang menangani suami nya..
****
Lain hal nya di perusahaan Aditama, setelah mengecek semua laporan perusahaan, Arkan langsung menyuruh para anak buah nya yang sudah tiba di ruang tunggu untuk naik ke dalam ruangan nya...
Cklek.....
Pintu telah terbuka dengan lebar, dan masuk lah lima orang anak buah Arkan yang berbadan besar dan juga menyeramkan...
Setelah menutup pintu kembali, Mereka berlima langsung berdiri menghadap tuan nya tersebut...
"Bagaimana penelusuran kalian semua? " tanya Arkan sambil menyilang kan kedua tangan nya di atas dada
"Tuan, kami sudah menemukan siapa yang sedang menyerang anda dengan diam diam, seperti nya ini ada sangkut paut nya dengan masa lalu anda tuan"
"Masa lalu yang mana yang kau maksud, coba katakan dengan jelas.."
"Baik tuan, Apakah tuan mengenal pria yang benama Albert? "
Tanya salah satu anak buah Arkan, membuat Arkan langsung terkejut dan bangkit dari duduk nya...
"Albert...., Apa yang kau maksud adalah Albert Wijaya, teman sekampus ku dulu? "
"Iya benar tuan, dia sudah kembali dengan membawa keberhasilan di tangan nya, kami rasa dia sekarang datang untuk membalas kan dendam kepada tuan, karena tuan sudah menghancurkan keluarga nya hingga jatuh sejatuh jatuh nya"
"Benarkah seperti itu..., kenapa dia sangat cepat kembali nya, bukan kah dia mengatakan jika 4 tahun lagi.., ini baru 3 tahun, bagaimana bisa dia berhasil dengan begitu cepat"
__ADS_1
Arkan mulai memegang dagu nya dan menccoba berfikir tentang Albert..