
Saat ini aku sedang berdiri di samping tempat tidur yang ada dikamar ini, aku sedang mondar mandir kesana kemari, karena merasa takut dan khawatir jika ternyata kak Albert hanya membohongi ku tentang perkataan nya yang mengatakan akan mengantar ku pulang,
tadi aku merasa sangat lega karena kak Albert telah mengembalikan tas ku, sehingga setelah mengirim pesan untuk kak arkan aku langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tak butuh waktu lama aku cepat cepat menyelesaikan ritual mandi ku dan keluar dengan mengenakan baju yang diberikan kak Albert, karena sedari tadi aku mendengar handphone ku berbunyi, pertanda ada panggilan masuk,
aku yakin itu panggilan dari kak arkan dan monic, tapi saat aku akan mengangkat telfon nya, ternyata handphone ku langsung mati karena lowbet, aku merasa sangat kesal dan takut, semoga kak arkan membaca pesan ku, dan kak Albert mau menepati janji nya
*****
tiga puluh menit kemudian, kak Albert benar-benar mendatangi kamar ku lagi, dia mengetuk pintu sebelum masuk
tok.... tok..... tok....
"ness, kamu udah selesaikan, aku masuk ya" ucap nya kepada ku,
"iya udah kak" jawab ku terbata bata,
jujur aku takut jika kak Albert berada di dalam satu kamar ini dengan ku, apa lagi dia pernah mempunyai niat jahat untuk ku,
tubuh ku tiba tiba bergetar dengan hebat, dan aku mulai mengeluarkan keringat dingin, aku memegang dada ku yang berdebar kencang, mungkin rasa takut ku mulai menguasai tubuh ku, sebelum pintu terbuka, aku sudah lari menuju ke tembok paling sudut, sambil memegang lampu tidur yang ada dikamar itu,
dan saat pintu terbuka dengan lebar, aku dapat melihat Albert sedang bejalan menuju ranjang sambil membawa nampan ditangan nya,
dia sempat tertawa kecil ketika melihat ku, mungkin dia mulai mengerti jika saat ini aku sedang berjaga jaga, jikalau dia melakukan sesuatu pada ku
"kamu ngapain disitu, berdiri dipojokan, sambil pegang lampu tidur, dengan gaya seperti mau mukul maling" ucap nya sambil tertawa kecil
"kenapa, ini adalah pertahanan diri, jika saja kamu akan mengingkari janji mu yang tadi" ucap ku memberanikan diri
__ADS_1
"ha.... ha...... ha...., jadi kau belum bisa percaya pada ku" tanya nya sambil tertawa
dan aku hanya menganggukkan kepalaku
"okey, aku tau aku salah, tapi kali ini tolong kamu percaya, aku tidak akan mengingkari janji yang telah ku katakan, ayo sekarang kau kemari, cepat makan makanan mu, kalau mau aku antar pulang" ucap nya serius
"kamu gak bohong kan" tanya ku curiga
" tidak Nessa, jika aku berbohong, kamu bisa melaporkan ku kepolisi dengan tuduhan penculikan,
"ya udah aku percaya"
dan aku pun berjalan mendekati ranjang, sambil meletakkan lampu tidur yang ku pegang kembali ketempat nya,
setelah aku duduk, dia memberikan nampan yang berisi makanan itu kepada ku,
"ayo habiskan makanan nya, jika tidak habis, kita akan nginap disini semalam lagi" ucap nya sambil tersenyum
"ha..... ha... aku hanya bercanda, ya sudah makan, aku akan tunggu disini"
dan dia pun mendudukkan bokongnya di kursi santai yang ada dikamar itu, sambil melihat ke arah ku, aduch aku tau dia memperhatikan ku yang sedang makan, ingin sekali aku melempar piring ini kewajah nya, tapi aku harus menahan emosi, jika tidak pasti dia akan menyekap ku lebih lama lagi,
saat aku sudah menghabiskan makanan ku, aku pun langsung meminum air putih yang tersedia di kamar itu, tapi tak lama kemudian, aku mendengar suara yang sangat bising di luar vila, seperti suara helikopter, setelah itu disusul dengan suara handphone berdering, tanda panggilan masuk, dan ku yakin itu adalah handphone milik Albert,aku melihat dia yang langsung mengangkat panggilan itu
"hallo" jawab Albert di telfon
"apa, brengsek, kalian tetap berjaga disana" ucap nya marah, dan menutup telfon nya
__ADS_1
aku pun memberani kan diri untuk menatap wajah Albert yang telah berubah tak seceria tadi, saat ini dia seperti orang yang terkejut, dengan wajah memerah
"kak itu suara apa, kok berisik banget" tanyaku takut
dan dia pun mulai bangkit dari duduk nya, dan langsung menuju ke arah ku
"kamu tunggu disini, ingat jangan keluar dari kamar ini, kamu saat ini adalah tawanan ku, dan aku bisa melakukan apa pun jika kamu membantah ku" ucap nya sambil memegang kedua bahuku, dengan wajah yang berubah sangat menyeramkan kan
"iya, aku janji gak akan keluar dari kamar ini, tapi aku mohon, jangan dikunci kamar nya" ucap ku takut
dan dia pun langsung pergi ter gesa gesa meninggalkan kan ku, tampa menjawab permintaan ku tadi,
tapi aku merasa lega, karena dia langsung menutup pintu tampa mengunci nya, aku pun langsung berdiri, memikirkan cara agar aku dapat kabur dari rumah ini,
****
sedang kan di lantai bawah, tepat nya di halaman depan, telah terjadi perkelahian sengit antara anak buah arkan dan anak buah Albert,
ya ternyata setelah Nessa mengirim pesan itu, arkan langsung menyuruh reza untuk melacak lokasi Nessa melalui pesan yang dikirim nya, reza memang lah sangat menguasai ilmu IT, dan arkan sangat beruntung kali ini,
setelah menemukan lokasi nya, tampa membuang banyak waktu mereka pun langsung menuju ke lokasi, dengan memakai dua helikopter,
satu helikopter dipakai oleh arkan dan teman teman nya, dan satu helikopter lagi dia membawa beberapa anak buah nya yang jago bela diri, arkan sangat mengenal siapa Albert, pasti dia tidak akan melakukan penculikan itu sendiri tampa anak buah yang menjalan kan dan menjaga nya,
begitu tiba di halaman vila Albert, mereka pun langsung turun dan melumpuh kan penjagaan di depan vila itu, sampai akhir nya mereka berhasil dan langsung masuk mendobrak pintu vila rumah Albert
bersambung..........
__ADS_1
haha, Albert bakal habis dihajar babang arkan,
maaf ya kalau author rada kejam,🤣🤣✌