
Setelah menempuh perjalanan satu jam lama nya, akhirnya Nessa dan juga Arkan sudah tiba di rumah milik keluarga Aditama,
Arkan turun dari mobil dengan wajah memerah menahan kesal, sedangkan Nessa masih merasa panik dengan sikap suami nya tersebut
Dia sangat takut jika saja Arkan akan kembali mengamuk setiba nya di dalam kamar mereka,
Dengan berjalan pelan, Nessa mulai mengikuti langkah kaki suami nya yang sudah menaiki anak tangga..
Di dalam hati, wanita itu terus menghitung dengan jari nya , menebak apa yang terjadi beberapa menit lagi...
3
2
1
Tarrr...... tarr.... brakk......
"Aaaakkkkkkhhh........ "
Suara teriakan dan barang yang di banting mulai terdengar di kuping Nessa, sudah bisa di pastikan jika itu adalah ulah dari suami nya yang sedang meluapkan amarah....
"Kapan kamu akan berhenti mas.., sudah satu tahun kita bersama, tapi kamu semakin menjadi setiap hari nya"
Nessa menyender di depan pintu kamar nya, dia sengaja tidak masuk ke dalam kamar Karena tidak ingin mengganggu suami nya, terlalu sakit untuk hati Nessa disaat melihat suami nya yang tampak hancur dan berantakan....
Hingga tepat 30 menit kemudian, pintu kamar mulai terbuka dengan lebar, di susul Arkan yang juga berjalan menuju keluar kamar....
"Sayang...! " panggil Arkan kepada Nessa...
Arkan melihat keberadaan istri nya yang baru saja menyender di depan pintu, dia sangat mengetahui jika istri nya tersebut sedang merasa panik dan takut, sehingga Arkan pun langsung memeluk tubuh Nessa dengan sangat erat...
"Maaf... maaf jika lagi lagi aku telah menyakiti mu istri ku"
Ucap Arkan menyesal, Nessa yang menerima pelukan itu pun langsung terisak di dada bidang Arkan...
"Kapan kamu berubah mas..! kenapa kamu semakin parah setiap hari nya "
"Sayang, ini semua karena ulah mereka yang selalu berusaha mendekati kamu, aku tidak bisa menahan emosi ku jika menyangkut diri mu sayang"
Jelas Arkan sambil memegang kedua pipi Nessa, dia mendongak kan wajah Nessa agar dapat menatap mata nya....
"Tatap mata ku Nessa, dan lihat lah di dalam nya jika aku benar-benar sangat takut kehilangan mu, aku tidak ingin jika kau di ambil oleh siapa pun Nessa, "
__ADS_1
"Mas...., aku mengerti dengan perasaan mu itu, tapi tolong percaya lah kepada ku sedikit saja, jika aku tidak mungkin mau meninggal kan mu dan memilih pergi dengan laki-laki lain, "
"Aku sudah berusaha percaya Nessa, tapi jujur hati ku tetap tidak tenang... kepergian mu di masa lalu benar benar membuat ku menjadi trauma Nessa... "
"Mas...., bagaimana jika kita periksa kembali ke dokter"
"Apa.....!!!
" Iya..., aku rasa tidak ada salah nya jika mas Arkan kembali mendatangi dokter psikologi yang menangani mas, mungkin saja jika....
"Cukup Nessa....!!! cukup..., ! aku tahu apa maksud perkataan mu itu, kau pasti mengira jika aku masih sakit bukan, kau mengira jika psikologis ku masih terganggu seperti dulu iya kan? "
Tanya Arkan dengan berteriak, kini dia sudah melepaskan pegangan nya di wajah Nessa...
Arkan langsung mundur dua langkah, menjauhi tubuh Nessa, dia mulai mondar mandir kesana kemari sambil meremat remat rambut nya dengan kasar...
"Aaakh..........!!! aku sangat membenci ini semua, kau pergi jauh dari ku Nessa, pergilah menjauh"
Teriak Arkan sambil menumbukkan tangan nya ke arah tembok,
Nessa langsung luruh dari berdiri nya, dia berjongkok menahan tangis yang terasa sangat menyiksa...
"Hentikan mas... aku mohon"
Dengan pelan Nessa mulai berjalan sambil tetap berjongkok menuju ke arah kamar,
Setelah itu dia membuka laci nakas dan mengambil obat yang di butuhkan oleh Arkan jika sedang mengamuk...
"Kau harus sembuh mas..., kau harus minum obat"
Gumam Nessa berbicara sendiri, setelah itu dia kembali keluar dan akan mencoba menenangkan suami nya tersebut...
Bukkkk.... bukkkk....
Tumbukan di tembok terus saja Arkan layangkan, kini tangan nya sudah mengeluarkan darah, seperti nya kemarahan Arkan saat ini benar-benar mengerikan di bandingkan hari hari sebelum nya...
Nessa hanya diam mematung di depan pintu kamar, niat nya ingin memberikan nya obat terpaksa dia urungkan karena sang suami masih berada dalam puncak emosi...
"Dasar gila, pria gila kau Arkan, aku adalah pria yang tidak bisa menahan emosi mu, aku ini gila, depresi, bodoh.... Aaa...... "
Bukk.... bukkk..
Hingga 30 menit kemudian, Arkan mulai jatuh membaringkan tubuh nya di atas lantai...
__ADS_1
Seperti nya dia sudah kehabisan tenaga karena terus menjerit dan memukul tembok dengan kuat...
Arkan mulai menarik nafas ngos ngosan, sedangkan Nessa memberanikan diri untuk mendekati suami nya tersebut...
Setelah itu Nessa berjongkok di depan Arkan dan langsung menyandarkan kepala nya di atas dada bidang Arkan yang terlihat naik turun...
"Tenang lah mas,,, tenang kan diri mu, aku mohon"
Ucap Nessa meneteskan air mata kembali...
Arkan yang mulai tersadar dari sikap nya itu pun kini sudah ikut meneteskan air mata, dia mengusap rambut Nessa menggunakan sebelah tangan nya, dan mengucapkan kata maaf hingga berulang kali...
"Maafkan aku Nessa, aku benar-benar tidak bisa seperti yang kamu inginkan"
ucap nya sedih...
****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di cafe yang tidak terlalu banyak mendapatkan pelanggan, saat ini terlihat seorang wanita sedang berbicara bersama pria yang memiliki lebam di sekujur wajah nya...
Wanita itu, melihat nya dengan meringis, rasa nya dia sangat geli ketika memperhatikan wajah pria tersebut...
"Jadi ini semua perbuatan nya Arkan? "
Tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Bella
"Tentu saja, kau lihat ini wajah ku sudah hampir hancur karena ulah diri nya"
"Tidak masalah, aku akan membayar mu dengan harga yang mahal, sehabis ini kau bisa cuti beberapa bulan, bukan kah kau tidak ingin melanjutkan kuliah sementara waktu? "
"Iya.., kau benar, dan aku akan pergi ke Korea untuk memermak wajah ku kembali, oya ngomong ngomong, kau dapat uang dari mana? bukan kah keluarga mu sudah bangkrut karena ulah Arkan? " tanya Riko penasaran
"Itu rahasia, kau tidak perlu mengetahui nya, aku yakin pasti saat ini mereka sedang bertengkar hebat"
Ujar Bella tersenyum senang,
"Kau bagaimana bisa mengetahui jika Arkan memiliki sikap posesif yang berlebihan kepada Nessa? apakah kau pernah melihat nya sendiri? "
"Aku sudah mencari tahu tentang kehidupan Arkan, dan aku menemui salah satu dokter psikologi nya yang memang sudah tidak memegang kesehatan Arkan lagi, aku dengar dokter itu sekarang adalah musuh dengan orang tua Arakan"
"Benarkah..! aku kira hanya hoaks saja jika ada seorang dokter yang mau membuka identitas dan riwayat penyakit Pasien nya..
" Haha... itulah kehebatan ku Riko, apapun yang aku mau, akan aku dapatkan.. "
__ADS_1
Jawab Bella tersenyum bangga